Editor: Damar Pratama
Petenis nomor satu dunia Jannik Sinner datang ke turnamen
Internazionali BNL d'Italia dengan kepercayaan diri tinggi setelah
sukses menjuarai Madrid Open pekan lalu. (Foto: ATP Tour)
GEBRAK.ID; JAKARTA — Petenis nomor satu dunia Jannik Sinner datang ke turnamen Internazionali BNL d'Italia dengan kepercayaan diri tinggi setelah sukses menjuarai Madrid Open pekan lalu. Kini, bintang tenis asal Italia itu memburu sejarah baru di depan publik sendiri.
Sinner kembali menjalani latihan di kompleks Foro Italico, Roma, Kamis (7/5/2026) waktu setempat, sebagai persiapan menghadapi turnamen ATP Masters 1000 yang menjadi salah satu agenda penting menjelang Grand Slam Roland Garros.
Petenis berusia 24 tahun tersebut memiliki peluang besar mencatat sejarah Career Golden Masters, yakni prestasi memenangi seluruh sembilan turnamen ATP Masters 1000 sepanjang kariernya. Jika berhasil menjuarai Roma, Sinner akan semakin dekat dengan pencapaian langka itu.
“Tentu ini adalah turnamen yang sangat spesial, terutama bagi kami orang Italia,” ujar Sinner dalam konferensi pers pralaga seperti dikutip ATP.
Pada pertandingan pembuka, Sinner dijadwalkan menghadapi pemenang duel antara Sebastian Ofner melawan Alex Michelsen.
Usai meraih gelar juara di Madrid, Sinner memilih beristirahat penuh selama beberapa hari sebelum kembali menjalani sesi latihan intensif di Roma. Ia mengaku perlu memulihkan kondisi fisik dan mental setelah melewati jadwal kompetisi yang padat. “Hari ini adalah hari pertama saya kembali berlatih di sini,” kata dia.
Turnamen Roma memiliki makna emosional bagi sang petenis. Selain tampil di hadapan publik sendiri, ia juga memiliki catatan perjalanan yang cukup kuat di ajang tersebut. Tahun lalu, Sinner sukses mencapai partai final sebelum akhirnya dikalahkan rival beratnya, Carlos Alcaraz.
Secara keseluruhan, Sinner mencatat 14 kemenangan dan enam kekalahan di Roma. Ia juga berpeluang menjadi petenis Italia pertama sejak Adriano Panatta pada 1976 yang mampu menjuarai nomor tunggal di turnamen bergengsi tersebut. “Tempat ini selalu terasa spesial selama bertahun-tahun,” ucap Sinner.
Dalam kesempatan itu, Sinner juga mengenang perjalanan hidupnya saat memutuskan meninggalkan rumah pada usia 13 tahun demi mengejar mimpi menjadi petenis profesional. Keputusan tersebut diakuinya tidak mudah karena harus jauh dari keluarga dan lingkungan pertemanan.
“Keputusan itu berat karena saya harus meninggalkan keluarga, tetapi saya tahu mereka selalu mendukung saya,” ujar Sinner.
Menurut Sinner, pengalaman hidup mandiri sejak usia muda membentuk mentalitasnya, baik sebagai atlet maupun pribadi. Kini, pengorbanan tersebut terbayar lunas setelah dirinya menjelma menjadi petenis Italia pertama yang menduduki peringkat satu dunia.
Sepanjang kariernya, Sinner telah mengoleksi 28 gelar turnamen, termasuk empat trofi Grand Slam. Penampilannya yang konsisten membuatnya menjadi salah satu petenis paling dominan di era tenis modern saat ini.
Publik Italia pun berharap Sinner mampu mengakhiri penantian panjang gelar juara tuan rumah di Roma sekaligus melanjutkan momentum emasnya musim ini.
(Sumber: ATP)
Posting Komentar untuk "Petenis No 1 Dunia Jannik Sinner Bidik Sejarah di Roma demi Career Golden Masters"