![]() |
| Prof Dr Hamim Ilyas M.Ag meninggal dunia pada Sabtu (3/5/2026), sekitar pukul 01.40 WIB di Rumah Sakit Akademik UGM, Yogyakarta. (Foto: muhammadiyah.or.id) |
Editor: Dinar Kencana
GEBRAK.ID; YOGYAKARTA -- Kabar duka datang dari Persyarikatan Muhammadiyah. Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof Dr Hamim Ilyas M.Ag meninggal dunia pada Sabtu (23/5/2026) dini hari, sekitar pukul 01.40 WIB di Rumah Sakit Akademik UGM, Yogyakarta.
Kepergian Prof Hamim Ilyas menjadi kehilangan besar bagi dunia Islam Indonesia, khususnya bagi keluarga besar Muhammadiyah. Sosoknya dikenal sebagai ulama intelektual yang teduh, moderat, dan konsisten mendorong pembaruan pemikiran Islam berkemajuan.
Dalam pernyataan resmi, Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyampaikan duka mendalam atas wafatnya salah satu tokoh tarjih paling berpengaruh di era modern tersebut. Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, menyebut almarhum sebagai figur alim, rendah hati, dan berdedikasi besar dalam pengembangan pemikiran Islam.
Prof Hamim Ilyas diketahui sempat menjalani perawatan intensif di RSA UGM selama beberapa hari sebelum akhirnya mengembuskan napas terakhir. Rumah duka berada di kawasan Banguntapan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Tokoh Penting Pembaruan Pemikiran Islam Muhammadiyah
Semasa hidupnya, Prof Hamim Ilyas dikenal luas sebagai cendekiawan Muslim yang aktif mengembangkan gagasan Islam wasathiyah, inklusif, dan progresif. Ia menjabat Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah serta aktif mengajar di Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Dalam berbagai forum nasional, Hamim Ilyas kerap menegaskan bahwa Islam harus hadir secara fungsional untuk menjawab persoalan kemanusiaan dan kemajuan zaman. Ia juga dikenal sebagai salah satu penggerak utama pengembangan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) Muhammadiyah.
Pada Pelatihan Kader Tarjih Nasional di Makassar tahun lalu, Hamim Ilyas menekankan pentingnya Islam sebagai “din wa nikmah”, yakni agama yang tidak hanya mengatur ritual, tetapi juga menghadirkan kesejahteraan sosial dan kemajuan peradaban.
Ia juga aktif menulis karya ilmiah tentang fikih kebinekaan, teologi Islam rahmatan lil ‘alamin, dialog antaragama, hingga isu keadilan sosial dalam perspektif Islam.
Dikenal Teduh dan Dekat dengan Kader Muda
Di lingkungan Muhammadiyah, Prof Hamim Ilyas dikenal sebagai sosok sederhana dan terbuka terhadap dialog. Banyak kader muda Muhammadiyah menyebutnya sebagai guru intelektual yang sabar membimbing generasi baru pemikir Islam.
Selain aktif di bidang tarjih, ia juga terlibat dalam penguatan kaderisasi ulama Muhammadiyah dan pengembangan literatur keislaman modern berbasis tajdid.
Pemikiran-pemikirannya tentang Islam berkemajuan selama ini menjadi salah satu fondasi penting arah gerakan intelektual Muhammadiyah di tengah tantangan modernitas dan perkembangan teknologi.
Kepergian Prof Hamim Ilyas meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi warga Muhammadiyah, tetapi juga bagi kalangan akademisi dan umat Islam Indonesia secara luas.
(berbagai sumber)
