Program Magang Nasional Batch 2 Ditutup, Menaker Ungkap 35 Persen Peserta Langsung Ditawari Kerja

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menutup Program Magang Nasional Batch 2 di Ruang Tridarma Kemnaker, Jakarta, Selasa (26/5/2026). (Foto: Biro Humas Kemnaker)
Editor: Zaky AH

GEBRAK.ID; JAKARTA — Program Magang Nasional Batch 2 resmi ditutup Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) pada Selasa (26/5/2026). Penutupan program yang digelar di Ruang Tridarma Kemnaker, Jakarta, itu sekaligus menjadi momentum evaluasi pemerintah dalam memperkuat kesiapan generasi muda menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengatakan, program magang kini bukan lagi sekadar pelengkap pendidikan, melainkan jembatan penting antara dunia kampus dan kebutuhan industri.

Menurut Menaker, pengalaman praktik langsung di perusahaan mampu membantu lulusan baru memahami budaya kerja, meningkatkan keterampilan teknis, hingga memperluas relasi profesional sebelum benar-benar masuk ke pasar tenaga kerja.

“Melalui kegiatan ini, peserta dapat mengenal sistem kerja di perusahaan sekaligus membangun kesiapan menghadapi persaingan kerja yang semakin kompetitif,” ujar Yassierli dalam sambutannya.

Program Magang Nasional mendapat respons besar dari kalangan muda. Sepanjang pelaksanaan Batch 1 dan Batch 2, jumlah peserta tercatat mencapai sekitar 76 ribu orang.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 14 ribu peserta mengikuti batch pertama, sementara sekitar 62 ribu peserta bergabung dalam batch kedua. Tingginya angka partisipasi dinilai menjadi sinyal bahwa generasi muda semakin sadar pentingnya pengalaman kerja sejak dini.

Tak hanya memberikan pengalaman praktik, Kemnaker juga menghadirkan sertifikasi kompetensi sebagai nilai tambah bagi peserta magang. Sertifikasi dilakukan melalui asesmen langsung di balai pelatihan dengan standar kompetensi tertentu.

Yassierli mengatakan sertifikasi tersebut bersifat opsional, namun sangat penting untuk meningkatkan daya saing lulusan di pasar kerja.

“Pengalaman praktik dan sertifikasi kompetensi dapat meningkatkan kepercayaan diri sekaligus memperbesar peluang memperoleh pekerjaan,” kata Menaker.

Hasil evaluasi pelaksanaan batch pertama pun menunjukkan capaian yang cukup positif. Sebanyak 85 persen peserta menyatakan puas dan sangat puas terhadap program magang yang dijalankan pemerintah. Sementara sekitar 14 persen lainnya mengaku cukup puas, dan hanya 0,7 persen yang menyatakan tidak puas.

Tak hanya peserta, perusahaan mitra juga memberikan penilaian positif terhadap program tersebut. Dari sekitar 4 ribu perusahaan yang terlibat, sebanyak 81 persen menyatakan puas dan sangat puas terhadap kualitas penyelenggaraan program magang nasional.

Menariknya, program ini ternyata tak berhenti hanya pada pengalaman kerja semata. Berdasarkan data evaluasi Kemnaker, sekitar 35 persen peserta batch pertama bahkan langsung mendapatkan tawaran bekerja di tempat mereka menjalani magang.

“Angka tersebut menunjukkan bahwa kegiatan magang dapat membuka akses lebih cepat bagi generasi muda untuk masuk ke dunia kerja,” ungkap Yassierli.

Melihat tingginya manfaat program, pemerintah berencana memperluas pelaksanaan Program Magang Nasional pada tahun 2026. Sesuai arahan Presiden RI Prabowo Subianto, target peserta magang akan ditingkatkan menjadi 150 ribu orang.

Jumlah tersebut naik signifikan dibanding target awal yang sebelumnya berada di angka 100 ribu peserta.

Untuk mencapai target itu, Kemnaker akan memperkuat kerja sama dengan perusahaan-perusahaan mitra melalui berbagai tahapan, mulai dari pembukaan lowongan, proses verifikasi, seleksi administrasi, hingga seleksi daring sesuai kebutuhan industri masing-masing.

Tahap pertama program tahun 2026 dijadwalkan mulai berjalan pada Juli mendatang dengan target awal sekitar 50 ribu peserta. Selanjutnya, program akan dilaksanakan secara bertahap hingga target nasional terpenuhi.

Pemerintah berharap program magang dapat menjadi solusi konkret untuk menekan angka pengangguran usia muda sekaligus mempercepat penyerapan tenaga kerja produktif di Indonesia.

“Kami mendorong para fresh graduate dan lulusan baru memanfaatkan kesempatan ini untuk menambah pengalaman, meningkatkan kemampuan, dan memperluas akses kerja,” pungkas Yassierli.

(Biro Humas Kemnaker)