Saham GOTO Terancam Aturan Komisi Ojol 8 Persen, Investor Harus Jual atau Tahan?

 

Ilustrasi saham GoTo ( Foto: Gebrak.id/ AI) 


Editor: Dinar Kencana

GEBRAK.ID; JAKARTA--Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk atau GoTo⁠ tengah menjadi perhatian investor setelah pemerintah menerbitkan aturan baru yang membatasi potongan komisi aplikasi ojek online maksimal 8 persen. Kebijakan ini memunculkan kekhawatiran pasar karena dinilai bisa menekan pendapatan perusahaan aplikasi digital, termasuk Gojek yang menjadi bagian utama bisnis GOTO.

Dalam beberapa hari terakhir, tekanan jual terhadap saham GOTO mulai terlihat di pasar. Saham emiten teknologi tersebut bahkan sempat turun lebih dari 5 persen akibat kekhawatiran investor terhadap dampak aturan baru pemerintah. 

Pemerintah melalui Peraturan Presiden terbaru menetapkan bahwa potongan aplikasi transportasi online maksimal hanya 8 persen dari tarif perjalanan. Kebijakan ini diumumkan Presiden Prabowo Subianto dalam rangka meningkatkan pendapatan para driver ojek online. Sebelumnya, potongan platform berada di kisaran 20 persen. 

Bagi pengemudi ojol, aturan ini dinilai positif karena porsi pendapatan mereka meningkat hingga minimal 92 persen. Namun di sisi lain, pasar melihat kebijakan tersebut dapat mengurangi margin keuntungan perusahaan aplikasi seperti GoTo dan Grab. 

Direktur Utama GoTo, Hans Patuwo, mengatakan perusahaan akan mengikuti aturan pemerintah dan masih melakukan kajian terhadap detail implementasi kebijakan tersebut. GoTo juga menyatakan akan terus berkoordinasi dengan pemerintah agar layanan kepada mitra driver dan pelanggan tetap berjalan berkelanjutan. 

Analis pasar menilai bisnis transportasi online selama ini memang menjadi salah satu sumber pendapatan penting bagi GOTO. Ketika komisi dipangkas, ruang keuntungan perusahaan otomatis ikut menyempit. Hal inilah yang membuat investor mulai khawatir terhadap prospek laba perusahaan dalam jangka pendek.

Meski begitu, bukan berarti saham GOTO langsung kehilangan masa depan. Sejumlah pelaku pasar menilai dampak aturan 8 persen masih bergantung pada bagaimana perusahaan melakukan penyesuaian strategi bisnis. GoTo masih memiliki ekosistem digital besar mulai dari layanan transportasi, pesan antar makanan, hingga layanan keuangan digital.

Selain itu, perusahaan juga berpotensi mencari sumber pendapatan baru untuk menjaga profitabilitas. Grab bahkan telah memberi sinyal akan melakukan penyesuaian model bisnis di Indonesia menyusul kebijakan tersebut. 

Investor Sebaiknya Jual atau Tahan?

Bagi masyarakat atau investor ritel, keputusan jual atau tahan sebaiknya disesuaikan dengan tujuan investasi masing-masing.

1. Investor Jangka Pendek Perlu Waspada

Untuk trader atau investor jangka pendek, saham GOTO berpotensi masih mengalami volatilitas tinggi selama pasar menunggu kejelasan implementasi aturan baru. Tekanan jual kemungkinan masih terjadi apabila muncul kekhawatiran penurunan pendapatan perusahaan.

Karena itu, investor jangka pendek biasanya akan lebih berhati-hati dan memperhatikan sentimen pasar harian.

2. Investor Jangka Panjang Bisa Menunggu

Sementara bagi investor jangka panjang, kondisi ini belum tentu menjadi alasan untuk langsung menjual saham. Pasalnya, GoTo masih memiliki basis pengguna besar dan ekosistem digital yang luas di Indonesia.

Investor jangka panjang biasanya akan melihat apakah perusahaan mampu beradaptasi melalui efisiensi, inovasi layanan, atau sumber pendapatan baru.

3. Hindari Keputusan Karena Panik

Pengamat pasar juga mengingatkan investor agar tidak mengambil keputusan hanya karena kepanikan sesaat. Perubahan regulasi memang bisa memengaruhi harga saham dalam jangka pendek, tetapi fundamental bisnis perusahaan tetap menjadi faktor utama dalam jangka panjang.

Investor disarankan memperhatikan laporan keuangan, pertumbuhan pengguna, arus kas perusahaan, serta kebijakan baru pemerintah sebelum memutuskan membeli atau menjual saham.

Apa Risiko Terbesar bagi GOTO?

Risiko terbesar saat ini adalah penurunan margin keuntungan dari bisnis ride-hailing atau transportasi online. Jika perusahaan tidak mampu menyesuaikan model bisnisnya, maka laba berpotensi tertekan.

Namun bila GoTo berhasil meningkatkan efisiensi dan memperkuat lini bisnis lain seperti layanan keuangan digital dan e-commerce, tekanan tersebut bisa dikurangi.

Pasar saat ini masih menunggu kejelasan teknis penerapan aturan komisi 8 persen tersebut, termasuk kapan implementasi penuh dilakukan dan bagaimana skema detailnya bagi perusahaan aplikasi digital. 

( berbagai sumber) 

Posting Komentar untuk "Saham GOTO Terancam Aturan Komisi Ojol 8 Persen, Investor Harus Jual atau Tahan?"