GEBRAK.ID -- Upaya pemulihan sektor pendidikan di wilayah terdampak bencana hidrometeorologi di Sumatera terus dipercepat. Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera kini fokus membangun kembali ribuan fasilitas pendidikan agar para siswa dapat belajar dengan aman dan nyaman.
Berdasarkan data terbaru Satgas PRR per 8 Mei 2026, tercatat sebanyak 4.922 satuan pendidikan di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terdampak bencana. Kerusakan yang terjadi bervariasi, mulai dari rusak ringan hingga sekolah yang harus direlokasi karena mengalami kerusakan berat.
Meski demikian, pemerintah memastikan seluruh aktivitas belajar mengajar tetap berjalan normal. Para siswa sementara mengikuti pembelajaran di sekolah asal yang masih layak, ruang kelas darurat, tenda pendidikan, hingga lokasi belajar sementara yang telah disiapkan pemerintah.
Juru Bicara Satgas PRR, Amran, mengatakan percepatan rehabilitasi sekolah menjadi salah satu prioritas utama dalam proses pemulihan pascabencana.
“Kerusakan fasilitas pendidikan memang cukup besar. Karena itu pembangunan dan rehabilitasi terus dipacu agar sekolah-sekolah bisa segera kembali digunakan secara optimal,” ujar Amran dalam keterangannya, Jumat (9/5/2026).
Satgas PRR mencatat hingga saat ini sebanyak 3.002 sekolah telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) revitalisasi. Total anggaran yang disiapkan untuk program tersebut mencapai Rp2,86 triliun.
Dari jumlah itu, sebanyak 2.792 sekolah telah menerima penyaluran dana tahap pertama dengan total anggaran yang sudah dicairkan mencapai Rp1,9 triliun.
Provinsi Aceh menjadi wilayah dengan jumlah revitalisasi terbesar. Sedikitnya 2.012 sekolah di Aceh kini masuk dalam program rehabilitasi dengan total dukungan anggaran mencapai Rp1,98 triliun.
Sementara di Sumatera Utara, revitalisasi dilakukan terhadap 658 sekolah dengan nilai anggaran sekitar Rp600,9 miliar. Adapun di Sumatera Barat, sebanyak 332 sekolah mendapat dukungan rehabilitasi dengan total dana Rp281,7 miliar.
Menurut Amran, proses percepatan pembangunan dilakukan melalui pola kolaborasi lintas sektor agar pengerjaan bisa berlangsung lebih cepat dan efektif. Salah satu bentuk kerja sama dilakukan bersama TNI Angkatan Darat dalam penanganan sekolah yang mengalami kerusakan berat.
Sebanyak 2.606 sekolah direvitalisasi melalui mekanisme swakelola, sedangkan 267 sekolah dengan kategori rusak berat maupun relokasi ditangani bersama TNI AD.
“Untuk sekolah yang rusaknya berat tentu membutuhkan pembangunan kembali sehingga prosesnya lebih panjang. Ada tahapan pembersihan lahan, pembangunan struktur baru, hingga penyediaan fasilitas pendukung,” jelasnya.
Amran menambahkan, beberapa sekolah untuk sementara dipindahkan ke lokasi lain demi memastikan para siswa tetap mendapatkan hak pendidikan selama proses pembangunan berlangsung.
Langkah percepatan rehabilitasi sekolah ini dinilai penting karena bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah Sumatera sebelumnya sempat mengganggu aktivitas pendidikan ribuan siswa.
Selain memperbaiki bangunan fisik, pemerintah juga mulai memperhatikan aspek kenyamanan dan keamanan ruang belajar agar sekolah yang dibangun kembali lebih tangguh menghadapi potensi bencana di masa depan.
Pengamat kebencanaan dan pendidikan menilai pemulihan sektor pendidikan pascabencana harus dilakukan cepat karena keterlambatan rehabilitasi dapat berdampak pada kualitas pembelajaran siswa, terutama di daerah terpencil.
Di sejumlah wilayah terdampak, kondisi ruang belajar sementara memang masih terbatas. Namun pemerintah memastikan seluruh siswa tetap memperoleh akses pendidikan sambil menunggu proses pembangunan sekolah permanen selesai dilakukan.
Satgas PRR juga menegaskan bahwa proses rehabilitasi akan terus dipantau secara berkala agar penggunaan anggaran berjalan tepat sasaran dan pembangunan selesai sesuai target.
Dengan percepatan yang kini dilakukan, pemerintah berharap ribuan siswa di wilayah terdampak dapat kembali belajar di ruang kelas yang layak, aman, dan nyaman dalam waktu dekat.
Program rehabilitasi ini sekaligus menjadi bagian penting dari upaya pemulihan sosial pascabencana di Sumatera, di mana pendidikan dipandang sebagai fondasi utama untuk membangun kembali kehidupan masyarakat yang terdampak.
(Satgas PRR)

Posting Komentar untuk "Satgas PRR Kebut Revitalisasi 4.922 Sekolah Terdampak Bencana di Sumatera, Dana Rp1,9 Triliun Sudah Disalurkan"