
Aktor Seth Rogen saat berperan dalam serial "The Studio" (2025). (Foto: IMDB)
Editor: Damar Pratama
GEBRAK.ID; JAKARTA — Di tengah gelombang kecerdasan buatan (AI) yang kian merangsek ke dunia kreatif, aktor sekaligus penulis skenario Seth Rogen memilih berdiri di sisi yang berseberangan. Dengan bahasa yang tak kenal basa-basi, pemenang dua Golden Globe itu menyebut konten buatan AI tak lebih dari "kotoran anjing" dan orang yang mengandalkannya "seharusnya tidak menjadi penulis."
Pernyataan pedas ini dilontarkan Rogen saat berbincang dengan Deadline di sela-sela pemutaran perdana film animasi terbarunya, Tangles, di Festival Film Cannes, Prancis, Jumat (15/5/2026). Di festival paling bergengsi di dunia itu, Tangles mendapat sambutan meriah—dan Rogen punya alasan kuat untuk bangga.
"Ini animasi gambar tangan. Setiap bingkai memiliki sentuhan manusiawi, yang sangat bagus," ujar Rogen.
Menulis Itu Proses, Bukan Sekadar Hasil
Yang menarik dari kritik Rogen bukan hanya ketajaman diksinya, melainkan juga sudut pandangnya. Ia tidak menyerang AI dari sisi etika atau legalitas semata. Ia menyerang dari sisi yang lebih mendasar: cinta terhadap proses menulis itu sendiri.
"Jika naluri Anda adalah menggunakan AI dan tidak melalui proses itu, Anda seharusnya tidak menjadi penulis. Karena Anda tidak menulis. Lakukan hal lain," kata Rogen dengan nada yang sulit ditafsirkan sebagai sekadar candaan. "Gagasan tentang alat yang membuat saya menulis lebih sedikit tidak menarik bagi saya, karena saya suka menulis."
Pernyataan ini datang dari seseorang yang telah membuktikan kapasitasnya di depan dan belakang layar. Rogen bukan hanya aktor komedi kenamaan lewat film-film seperti Knocked Up dan Superbad, tetapi juga penulis skenario dan produser yang telah lama malang-melintang di industri Hollywood.
Tangles: Karya tanpa AI yang Lahir dari Cinta
Sikap anti-AI Rogen menemukan bentuknya yang paling konkret dalam Tangles. Film animasi ini diadaptasi dari novel grafis karya Sarah Leavitt dan mengisahkan seorang perempuan muda yang menghadapi diagnosis Alzheimer sang ibu serta dampaknya terhadap seluruh keluarga.
Bagi Rogen, proyek ini bersifat personal. Ia dan istrinya, Lauren Miller Rogen, mendirikan organisasi nirlaba Hilarity for Charity pada 2012 setelah ibu Lauren didiagnosis menderita Alzheimer. Organisasi ini telah menggalang jutaan dolar untuk riset dan perawatan Alzheimer.
"Saya ingat duduk di pesawat, membuka halaman pertama, dan langsung tahu ini adalah sesuatu yang istimewa," kenang Miller Rogen tentang pertama kali membaca novel grafis Tangles. "Ia berbicara kepada saya dengan cara yang sangat tulus dan mendalam."
Industri di Persimpangan Jalan
Komentar Rogen ini muncul di saat yang krusial. Penggunaan AI dalam penulisan skenario menjadi salah satu isu paling panas di Hollywood, bahkan menjadi salah satu poin utama dalam pemogokan Writers Guild of America (WGA) beberapa tahun lalu.
Bagi Rogen, jawabannya sederhana: jika Anda tidak mau menjalani proses menulis, profesi ini mungkin bukan untuk Anda. Sebuah sentilan yang mungkin tak populer di era yang menuntut serbainstan, tapi justru karena itulah ia layak direnungkan.
(Sumber: Deadline)