Si Hobi Ngobrol sampai Si Pencinta Uang, Ini Jurusan-Jurusan Kuliah yang Cocok Sesuai Tipe Kepribadian

Memilih jurusan kuliah sesuai kepribadian penting dilakukan daripada sekedar mengikuti tren, gengsi, atau tekanan lingkungan. (Foto: Gebrak.id/AI) 
Editor: Devona R

GEBRAK.ID; JAKARTA-- Memilih jurusan kuliah masih menjadi tantangan besar bagi banyak siswa SMA di Indonesia. Tidak sedikit mahasiswa yang akhirnya merasa salah jurusan karena memilih program studi hanya ikut tren, gengsi, atau tekanan lingkungan.

Psikolog klinis Sairah mengatakan pemilihan jurusan sebaiknya mempertimbangkan minat dan bakat sejak awal. Menurut dia, kecocokan karakter dengan bidang studi akan memengaruhi kenyamanan belajar hingga karier di masa depan. 

“Ketika seorang remaja memilih jurusan kuliah, penting mempertimbangkan minat dan bakat, bukan sekadar ikut-ikutan,” ujar Sairah dalam wawancara dengan DetikSumut, April 2026. 

Berikut rekomendasi jurusan kuliah berdasarkan tipe kepribadian dan minat yang banyak dimiliki generasi muda saat ini.

1. Senang Ngobrol dan Ketemu Banyak Orang

Orang dengan karakter ekstrovert biasanya nyaman membangun relasi, berbicara di depan umum, dan aktif dalam kegiatan sosial. Jurusan yang cocok umumnya berkaitan dengan komunikasi dan interaksi manusia.

Beberapa pilihan jurusan:

- Ilmu Komunikasi

- Public Relations

- Marketing

- Hubungan Internasional

- Manajemen Bisnis

- Pariwisata

Lulusan bidang ini memiliki peluang kerja di media, perusahaan multinasional, industri kreatif, hingga dunia digital marketing yang terus berkembang.

Menurut laporan tren pendidikan dan karier 2026, bidang bisnis, komunikasi, dan pemasaran masih menjadi sektor dengan kebutuhan tenaga kerja tinggi di era digital. 

2. Suka Matematika dan Logika

Bagi siswa yang menyukai hitung-hitungan, analisis data, dan pemecahan masalah, jurusan berbasis logika bisa menjadi pilihan menjanjikan.

Jurusan yang cocok:

- Teknik Informatika

- Data Science

- Statistika

- Aktuaria

- Teknik Elektro

- Matematika

Jurusan teknologi dan data saat ini menjadi salah satu bidang paling diminati karena kebutuhan industri terhadap talenta digital terus meningkat. 

Selain peluang kerja luas, lulusan bidang ini juga dikenal memiliki rata-rata gaji kompetitif, terutama di sektor teknologi dan kecerdasan buatan atau AI.

3. Suka Hewan dan Tumbuhan

Tidak semua siswa cocok bekerja di balik meja kantor. Ada juga yang lebih tertarik dengan alam, lingkungan, serta dunia flora dan fauna.

Jurusan yang bisa dipilih:

- Kedokteran Hewan

- Peternakan

- Pertanian

- Kehutanan

- Biologi

- Teknologi Pangan

Bidang pertanian modern dan bioteknologi kini mulai berkembang seiring meningkatnya kebutuhan pangan, kesehatan hewan, dan isu lingkungan hidup global. 

Lulusan jurusan ini juga punya peluang berkarier sebagai peneliti, konsultan lingkungan, entrepreneur agribisnis, hingga dokter hewan.

4. Suka Mengamati Manusia dan Jadi Tempat Curhat

Orang yang mudah memahami emosi, senang mendengar cerita orang lain, dan tertarik mempelajari perilaku manusia biasanya cocok di bidang sosial-humaniora.

Pilihan jurusan:

- Psikologi

- Bimbingan Konseling

- Sosiologi

- Ilmu Kesejahteraan Sosial

- Pendidikan

Media pendidikan Medcom.id menjelaskan bahwa jurusan psikologi lebih fokus mempelajari perilaku manusia secara ilmiah, sedangkan Bimbingan Konseling lebih menitikberatkan pada pendampingan praktis. 

Sementara itu, sejumlah pengamat pendidikan menilai kemampuan empati menjadi salah satu soft skill penting di dunia kerja modern. 

Profesi lulusan bidang ini meliputi psikolog, konselor, HRD, peneliti sosial, hingga praktisi pendidikan.

5. Suka Uang dan Ingin Cepat Kaya

Tidak sedikit calon mahasiswa yang memilih jurusan berdasarkan prospek gaji dan peluang karier. Hal itu dinilai wajar selama tetap disesuaikan dengan kemampuan dan minat pribadi.

Jurusan yang sering dikaitkan dengan peluang penghasilan tinggi antara lain:

- Akuntansi

- Manajemen Keuangan

- Bisnis Digital

- Teknik Informatika

- Ilmu Komputer

- Kedokteran

Laporan Future of Jobs 2025 dari World Economic Forum menunjukkan sektor teknologi, bisnis, dan keuangan masih menjadi bidang dengan pertumbuhan pekerjaan tercepat beberapa tahun ke depan. 

Namun para pakar pendidikan mengingatkan bahwa memilih jurusan hanya karena uang tanpa mempertimbangkan minat bisa memicu stres dan kehilangan motivasi belajar.

Jangan Asal Ikut Tren

Selain minat dan bakat, calon mahasiswa juga disarankan mempertimbangkan prospek kerja, biaya kuliah, gaya belajar, hingga kemampuan akademik sebelum menentukan pilihan jurusan.

Beberapa platform pendidikan bahkan kini menggunakan tes minat bakat berbasis psikometri untuk membantu siswa menemukan bidang yang sesuai dengan karakter mereka. 

Pada akhirnya, jurusan terbaik bukan yang paling populer, melainkan yang paling sesuai dengan diri sendiri.

(berbagai sumber)