![]() |
| Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq memberikan sambutan dalam peluncuran Program BYD Small Steps for Tomorrow di SDN Pondok Petir 03, Depok, Jawa Barat, Selasa (26/5/2026). (Foto: Humas Kemendikdasmen) |
GEBRAK.ID: DEPOK — Dukungan terhadap dunia pendidikan tak selalu hadir dalam bentuk kebijakan besar atau pembangunan fisik sekolah. Hal sederhana seperti tas dan sepatu baru ternyata bisa menjadi penyemangat besar bagi anak-anak untuk datang ke sekolah dengan rasa percaya diri lebih tinggi.
Semangat itulah yang dibawa dalam Program BYD Small Steps for Tomorrow yang diluncurkan di SDN Pondok Petir 03, Depok, Jawa Barat, Selasa (26/5/2026). Program kolaborasi antara BYD Motor Indonesia dan Benih Baik tersebut menyalurkan bantuan perlengkapan sekolah kepada siswa di berbagai daerah di Indonesia.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Abdul Fajar Riza Ul Haq, menyebut langkah tersebut sebagai contoh nyata pentingnya keterlibatan dunia usaha dalam memperkuat pendidikan nasional melalui gerakan “Partisipasi Semesta”.
Menurut Wamen Fajar, pendidikan berkualitas tidak mungkin hanya dibebankan kepada pemerintah semata. Dunia industri, komunitas, filantropi, hingga masyarakat luas perlu ikut bergerak membantu anak-anak Indonesia memperoleh akses belajar yang lebih layak.
“Kegiatan ini patut diapresiasi karena menunjukkan adanya timbal balik positif antara perusahaan dan masyarakat. Ketika industri berkembang di Indonesia, maka dampaknya juga harus dirasakan masyarakat, terutama dalam mendukung pendidikan anak-anak,” ujar Wamen Fajar.
Program tersebut menyasar 12 sekolah di sejumlah daerah seperti Depok, Bogor, Bekasi, Serang, Semarang, Kediri, Bali, hingga Lampung. Bantuan berupa tas dan sepatu sekolah diberikan kepada siswa sekolah dasar yang membutuhkan.
“Bagi sebagian orang mungkin tas dan sepatu hanya benda biasa. Tetapi bagi anak-anak, itu bisa menjadi simbol perhatian. Anak yang merasa diperhatikan akan lebih percaya diri dan lebih siap mengikuti pembelajaran,” kata Wamen Fajar.
Wamen Fajar juga mengaitkan program itu dengan tema Hari Pendidikan Nasional 2026, yakni “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua.” Menurutnya, gagasan tersebut sejalan dengan visi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti yang menekankan pentingnya kolaborasi seluruh elemen bangsa dalam membangun pendidikan.
Selain itu, Wamen Fajar menilai program BYD turut mendukung arah kebijakan Presiden RI Prabowo Subianto melalui Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC), khususnya revitalisasi sekolah dan penguatan pembelajaran berbasis teknologi seperti Papan Interaktif Digital (PID).
“Anak-anak sekarang didorong belajar di ruang yang aman, nyaman, dan modern. Bantuan tas dan sepatu ini melengkapi ekosistem tersebut karena siswa juga perlu datang ke sekolah dengan rasa bangga dan percaya diri,” ujar Wamen Fajar.
Tak hanya fokus pada pendidikan, BYD juga dinilai membawa pesan penting terkait energi terbarukan dan kepedulian lingkungan. Wamen Fajar mengatakan pengenalan isu lingkungan sejak dini menjadi penting agar generasi muda memahami tantangan pemanasan global di masa depan.
Sementara itu, President Director BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao, mengaku senang dapat ikut ambil bagian dalam mendukung pendidikan anak-anak Indonesia. Ia bahkan mengenang masa kecilnya saat bersekolah di Tiongkok puluhan tahun lalu dengan fasilitas yang jauh lebih terbatas dibanding saat ini.
“Anak-anak Indonesia hari ini memiliki lebih banyak kesempatan. Kalian bisa menjadi apa pun yang dicita-citakan,” kata Eagle.
Program tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata, melainkan terus diperluas hingga menjangkau wilayah 3T, daerah pesisir, perbatasan, hingga kawasan pegunungan di Indonesia.
(Sumber: Humas Kemendikdasmen)
Jangan Terlewatkan Wamendikdasmen Fajar: Transformasi Pendidikan tak Bisa Sendiri, Kepala Sekolah dan Guru Jadi Kunci

