Skandal Akademik Berujung Pemecatan, Dua Kampus Ternama China Bertindak Tegas

Universitas Nankai yang berlokasi di Tianjin, China. (Foto: Freepik)
Editor: Devona R

GEBRAK.ID; TIANJIN – Otoritas perguruan tinggi di China kembali menunjukkan komitmennya memberantas kecurangan akademik. Dua universitas ternama, yakni Universitas Nankai dan Universitas Sun Yat-sen, secara tegas menjatuhkan sanksi berat kepada sejumlah staf pengajar dan peneliti yang terbukti melanggar integritas ilmiah.

Universitas Nankai yang berlokasi di Tianjin, seperti dikutip dari laporan Xinhua, Minggu (31/5/2026), resmi memutus kontrak kerja seorang peneliti pascadoktoral setelah ditemukan ketidakwajaran dalam makalah ilmiah yang ditulisnya. 

Tak berhenti di situ, salah satu penulis korespondensi juga dicopot dari jabatannya sebagai dekan Fakultas Ilmu Hayati, sementara penulis korespondensi lainnya mendapat sanksi peringatan.

“Kasus ini akan kami jadikan pelajaran berharga untuk memperkuat pendidikan integritas penelitian,” demikian pernyataan resmi Universitas Nankai. Kampus tersebut berkomitmen membangun lingkungan akademik yang bersih dan berintegritas.

Sementara itu, Universitas Sun Yat-sen di Provinsi Guangdong bertindak lebih keras lagi. Dua dosen diberhentikan dari jabatan wakil pimpinan di institusi masing-masing setelah gambar dan data dalam karya akademik mereka ditemukan bermasalah. Sejumlah pihak lain yang terkait turut dijatuhi sanksi, mulai dari penurunan jabatan hingga teguran keras.

“Kami akan menyempurnakan mekanisme pengelolaan data penelitian, catatan eksperimen, penggunaan gambar, dan pengajuan naskah ilmiah,” tegas universitas tersebut dalam pernyataan resminya. Sistem pengawasan dan verifikasi rutin juga akan diperkuat ke depannya.

Langkah tegas dua kampus bergengsi ini mengirim sinyal kuat bahwa pelanggaran akademik tidak akan ditoleransi dalam sistem pendidikan tinggi China, terlepas dari jabatan atau posisi seseorang.

(Sumber: Xinhua)