
SMA Unggulan CT Arsa Foundation Sukoharjo. (Foto: smauctarsaskh.sch.id/)
GEBRAK.ID; JAKARTA — Riuh tepuk tangan dan haru biru mewarnai SMA CT Arsa Foundation. Di tengah persaingan UTBK SNBT 2026 yang hanya meloloskan 29,42 persen peserta, sekolah unggulan ini justru membukukan catatan manis.
Tidak tanggung-tanggung, sebanyak 192 siswa dari dua sekolahnya berhasil menyabet kursi di puluhan perguruan tinggi negeri (PTN) favorit di seluruh Indonesia.
"Alhamdulillah, 192 siswa siswi SMA Unggulan CT ARSA Foundation Deli Serdang dan Sukoharjo diterima di PTN favorit melalui Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT)," demikian bunyi keterangan resmi dari akun CT Arsa Foundation yang dikutip redaksi, Selasa (26/5/2026).
Jika dirinci, kampus Sukoharjo menyumbang angka paling signifikan dengan 122 siswa lolos. Sementara kampus Deli Serdang tak kalah membanggakan dengan meloloskan 70 siswa. Angka ini menjadi bukti bahwa kualitas pendidikan di luar Pulau Jawa kini semakin merata.
Dari Sumatera hingga Bali, Siswa CT Arsa Menyebar ke 34 PTN
Yang paling menarik untuk dicermati adalah sebaran PTN tujuan. Siswa CT Arsa tidak hanya memadati kampus-kampus di Jawa, tetapi juga berhasil menembus Sumatera dan Bali.
Universitas Sebelas Maret (UNS) dan Universitas Brawijaya (UB) menjadi primadona dengan masing-masing menampung 21 mahasiswa baru dari CT Arsa. Di posisi kedua, Universitas Gadjah Mada (UGM) sukses merekrut 16 siswa.
Universitas Diponegoro (Undip) dan IPB University juga menjadi magnet besar dengan masing-masing menerima 10 siswa. Sementara itu, "kampus sejuta umat" Universitas Indonesia (UI) berhasil menjaring 1 siswa berbakat dari CT Arsa. Tak ketinggalan, Institut Teknologi Bandung (ITB) turut kebagian 2 siswa unggulan.
Berikut daftar lengkap sebaran PTN yang menjadi tujuan 192 siswa SMA CT Arsa Foundation:
1. Universitas Gadjah Mada: 16 siswa
2. Universitas Sebelas Maret: 21 siswa
3. Institut Teknologi Sepuluh Nopember: 6 siswa
4. Institut Teknologi Sumatera: 3 siswa
5. Universitas Diponegoro: 10 siswa
6. Universitas Brawijaya: 21 siswa
7. Universitas Indonesia: 1 siswa
8. Politeknik Bengkalis: 1 siswa
9. Universitas Negeri Surabaya: 9 siswa
10. Institut Teknologi Bandung: 2 siswa
11. Politeknik Negeri Lampung: 1 siswa
12. Universitas Malikussaleh: 8 siswa
13. Institut Seni Indonesia Surakarta: 1 siswa
14. Universitas Andalas: 8 siswa
15. Universitas Jambi: 1 siswa
16. Politeknik Negeri Semarang: 3 siswa
17. IPB University: 10 siswa
18. Universitas Padjadjaran: 5 siswa
19. Universitas Negeri Medan: 4 siswa
20. Universitas Airlangga: 6 siswa
21. Universitas Negeri Malang: 5 siswa
22. UPN Veteran Jawa Timur: 2 siswa
23. Universitas Sumatera Utara: 8 siswa
24. Universitas Syiah Kuala: 6 siswa
25. Universitas Udayana: 1 siswa
26. UPN Veteran Yogyakarta: 6 siswa
27. Politeknik Negeri Jember: 1 siswa
28. Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya: 2 siswa
29. Universitas Jember: 1 siswa
30. Universitas Jenderal Soedirman: 8 siswa
31. Universitas Tidar: 4 siswa
32. Universitas Negeri Yogyakarta: 2 siswa
33. Universitas Trunojoyo Madura: 1 siswa
34. Universitas Negeri Semarang: 6 siswa
35. Universitas Pendidikan Indonesia: 2 siswa
Melihat sebaran ini, strategi bimbingan yang diterapkan CT Arsa Foundation berhasil membaca peta persaingan. "Mereka tampak tidak memaksakan siswa untuk serempak masuk ke satu kampus tertentu, tetapi disebar sesuai minat dan potensi. Ini mengurangi risiko 'bunuh diri' secara taktikal dalam SNBT," ujar konsultan pendidikan, R Darmawan.
Keberhasilan 192 siswa ini menjadi penegas bahwa SMA CT Arsa bukan lagi sekadar sekolah menengah biasa, melainkan lumbung calon mahasiswa unggulan yang tersebar dari Aceh hingga Papua. Bagi yang belum beruntung, masih ada jalur mandiri yang menanti untuk ditaklukkan.
(Siaran Pers SMA CT Arsa)