Soroti Pendidikan Karakter di Era Digital, PKS: Anak Jangan Hanya Sibuk Main HP

Presiden PKS Almuzzammil Yusuf dalam acara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 bertemakan Pendidikan Bermutu untuk Generasi Emas Berkarakter yang digelar di Jakarta, Sabtu (9/5/2026). (Foto: PKS)
Editor: A Rayyan K

GEBRAK.ID; JAKARTA -- Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menegaskan komitmennya dalam mendorong pendidikan bermutu untuk menciptakan generasi emas Indonesia yang berkarakter. Komitmen itu disampaikan dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 yang digelar partai tersebut di Jakarta, Sabtu (9/5/2026).

Mengusung tema “Pendidikan Bermutu untuk Generasi Emas Berkarakter”, kegiatan itu menjadi momentum PKS menyoroti pentingnya pendidikan yang tidak hanya mengejar kecerdasan akademik, tetapi juga membangun moral dan karakter anak di tengah derasnya pengaruh era digital.

Presiden PKS, Almuzzammil Yusuf, mengatakan seluruh kader partai harus ikut mengambil peran dalam membangun kualitas pendidikan, dimulai dari lingkungan keluarga hingga ruang digital yang kini dekat dengan kehidupan anak-anak.

“Kita ingin seluruh kader PKS bekerja dari apa yang bisa kita lakukan. Rumah tangga kita benahi, lingkungan masyarakat kita warnai, dan kegiatan digital kita diisi hal-hal positif karena anak-anak kita lebih banyak menggunakan handphone,” ujar Almuzzammil.

Menurut Almuzzammil, pendidikan karakter harus menjadi bagian utama dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia. Ia menilai amanat pendidikan dalam UUD 1945 tidak hanya berbicara soal mencerdaskan kehidupan bangsa, tetapi juga memperkuat iman, takwa, dan akhlak mulia generasi muda.

Dalam kesempatan itu, Almuzzammil juga mengapresiasi perjuangan Fraksi PKS di DPR RI yang disebut terus mengawal isu kesejahteraan guru serta pembahasan Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas).

Sementara itu, Ketua Bidang Pendidikan dan Kesehatan DPP PKS, Kurniasih Mufidayati, mengatakan partainya turut memberikan bantuan pendidikan secara simbolis kepada 24 pelajar mulai dari tingkat taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi.

Tak hanya itu, PKS juga memberikan penghargaan kepada 24 guru inspiratif dari berbagai daerah di Indonesia. Para guru tersebut dinilai memiliki dedikasi luar biasa dalam dunia pendidikan.

“Ada guru penggerak sekolah adiwiyata di Bogor, guru yang harus menempuh perjalanan hingga 70 kilometer untuk mengajar, hingga penyintas banjir bandang di Aceh,” ujar Kurniasih.

Kurniasih menjelaskan angka 24 dipilih sebagai simbol usia PKS yang kini memasuki milad ke-24.

Selain penghargaan dan bantuan pendidikan, PKS juga membagikan bibit sayuran kepada para guru yang hadir. Langkah itu disebut sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan berbasis keluarga sekaligus mendorong kemandirian masyarakat.

Peringatan Hardiknas 2026 yang digelar PKS juga menjadi refleksi bahwa tantangan pendidikan saat ini tidak hanya berkaitan dengan akses dan kualitas belajar, tetapi juga perubahan pola hidup generasi muda di era digital.

Karena itu, pendidikan karakter, literasi digital, serta penguatan peran keluarga dinilai menjadi kunci penting dalam membentuk generasi emas Indonesia di masa depan.

(Sumber: Siaran Pers PKS)


Posting Komentar untuk "Soroti Pendidikan Karakter di Era Digital, PKS: Anak Jangan Hanya Sibuk Main HP"