Editor: Damar Pratama
Pembalap asal Indonesia di Moto3, Veda Ega Pratama. (Foto: Honda Team Asia)
GEBRAK.ID; JAKARTA — Jika ada satu pembalap yang layak disebut "raja comeback" di Moto3 musim ini, nama Veda Ega Pratama pantas berada di urutan teratas. Pembalap muda Indonesia ini sekali lagi membuktikan bahwa posisi start bukanlah akhir segalanya.
Dalam balapan Moto3 Catalunya di Circuit de Barcelona-Catalunya, Minggu (17/5/2026), Veda finis kedelapan setelah memulai lomba dari posisi ke-20. Sebuah pencapaian yang membuat garasi Honda Team Asia layak bersorak.
Di atas motor NSF250RW bernomor 9, Veda tampil bagai kerasukan. Dari bendera start berkibar, ia langsung melesat.
Hanya dalam satu lap pertama, tujuh pembalap sudah ia lewati untuk merebut posisi ke-13. Statistik dingin ini bisa dibayangkan panasnya: sirkuit selebar Barcelona menjadi arena saling salip yang brutal, dan Veda justru menikmatinya.
Manajer Tim Angkat Topi
Performa Veda ini melanjutkan tren positif yang sebenarnya sudah terendus oleh Hiroshi Aoyama, Manajer Honda Team Asia, sejak sebelum balapan. Mantan pebalap kelas dunia itu menyimpan keyakinan penuh pada anak asuhnya.
"Untungnya, semua pembalap kami sudah berpengalaman di sirkuit ini. Setelah hal positif yang kami tunjukkan di Le Mans, kami ingin mempertahankan momentum ini dan terus meningkatkan kemampuan selangkah demi selangkah," ujar Aoyama seperti dikutip dari rilis Honda Team Asia.
Drama Lap Akhir: Jatuh-Bangun di Tikungan
Balapan Moto3 Catalunya berlangsung dalam tensi yang sulit dijelaskan dengan kata-kata. Maximo Quiles tampil sebagai pemenang dengan catatan waktu 32 menit 28,964 detik, menambah koleksi kemenangannya musim ini menjadi empat—sekaligus kemenangan ketiga beruntun bagi pembalap CFMOTO Gaviota Aspar Team itu.
Alvaro Carpe dan David Munoz melengkapi podium, disusul Brian Uriarte yang harus puas di posisi keempat setelah memimpin sebagian besar balapan.
Sementara itu, Veda menjalani balapan yang tak kalah dramatis. Memasuki lap ke-11, posisinya sempat melorot ke urutan ke-11 setelah disalip Matteo Bertelle dan Casey O'Gorman. Tapi seperti yang sudah jadi kebiasaannya musim ini, pembalap asal Gunungkidul itu menyimpan sesuatu di lap pamungkas.
Insiden kecelakaan Jesus Rios di penghujung lomba membuka celah, dan Veda memanfaatkannya dengan sempurna untuk merebut posisi kedelapan. Hakim Danish, pembalap Malaysia yang start dari posisi 10, finis tepat di depan Veda di posisi ketujuh.
Posisi Klasemen: Ancaman Serius
Hasil ini membawa Veda Ega Pratama mengoleksi total 58 poin di klasemen sementara. Ia kini sejajar dengan Marco Morelli di posisi keempat klasemen dan hanya terpaut beberapa poin dari para penghuni podium klasemen yang mulai merasakan panasnya persaingan dari pembalap Indonesia ini.
Dengan Maximo Quiles yang kian kokoh di puncak klasemen dengan 140 poin, Veda mungkin masih jauh dari perburuan gelar. Tapi untuk urusan "pembalap dengan comeback terbaik", ia jelas kandidat terkuat.
Seperti kata para komentator balap: posisi start memang penting, tapi yang jauh lebih penting adalah di mana Anda finis.
(Sumber: MotoGP)