Stok Pertalite Tinggal 16 Hari, Masih Aman? Ini Penjelasan Resmi BPH Migas

BPH Migas melaporkan stok BBM nasional masih dalam kategori aman. (Foto: Dok.BPH Migas) 
Editor: Dinar Kencana

GEBRAK.ID; JAKARTA -- Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi atau BPH Migas memastikan ketahanan stok bahan bakar minyak (BBM) nasional masih berada dalam kondisi aman meski stok Pertalite tercatat hanya cukup untuk 16 hari konsumsi nasional.

Pernyataan tersebut disampaikan Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas, dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi XII DPR RI di Gedung Parlemen, Jakarta, Selasa, 19 Mei 2026. 

Menurut Wahyudi, berdasarkan data per 18 Mei 2026, stok BBM nasional masih berada di level yang terkendali dan distribusinya berjalan normal.

“Stok BBM nasional per tanggal 18 Mei kemarin sangat aman,” kata Wahyudi dalam rapat tersebut. 

Data BPH Migas menunjukkan stok Pertalite atau RON 90 mencapai 1,37 juta kiloliter (KL), setara ketahanan sekitar 16 hari. Sementara Pertamax atau RON 92 memiliki stok 561 ribu KL dengan ketahanan sekitar 27,8 hari. Adapun Pertamax Turbo tercatat memiliki daya tahan stok hingga 61,7 hari. 

Selain itu, stok solar nasional tercatat mencapai 1,57 juta KL atau setara 16,4 hari konsumsi. Untuk Pertamina Dex, ketahanannya mencapai 35 hari, sedangkan avtur sekitar 26,6 hari dan minyak tanah atau kerosene sekitar 11,8 hari. 

Apakah Stok 16 Hari Masih Aman?

Secara umum, stok BBM nasional dengan ketahanan di atas dua pekan masih dikategorikan aman, terutama jika distribusi berjalan lancar dan pasokan dari kilang maupun impor tetap stabil.

Namun, berdasarkan data sebelumnya yang pernah dipaparkan pemerintah, batas minimum ideal stok Pertalite berada di kisaran 18,2 hari. Artinya, posisi stok 16 hari memang berada sedikit di bawah ambang ideal tersebut, meski belum masuk kategori krisis pasokan. 

Kondisi ini membuat pemerintah dan Pertamina perlu menjaga kelancaran distribusi agar tidak terjadi gangguan di SPBU, terutama di daerah dengan konsumsi tinggi.

Meski demikian, Wahyudi Anas menegaskan pasokan BBM nasional saat ini masih terus terjaga.

“Ini sangat aman, continue terjaga di level tersebut,” ujar Wahyudi. 

Solar Subsidi Mulai Defisit

Dalam rapat yang sama, BPH Migas juga mengungkapkan penyaluran solar subsidi mulai mengalami defisit kuota secara kumulatif sejak 1 April 2026.

Defisit tersebut mencapai sekitar 50.090 KL. Sementara itu, penyaluran Pertalite justru masih surplus sekitar 525.646 KL dibanding kuota berjalan tahun ini. 

Wahyudi mengatakan kondisi Pertalite masih relatif aman dibanding solar subsidi yang konsumsi hariannya meningkat cukup tinggi.

Pemerintah Klaim Distribusi Tetap Terkendali

Pemerintah memastikan pengawasan distribusi BBM terus diperketat untuk menjaga ketahanan energi nasional. BPH Migas bersama PT Pertamina Patra Niaga juga disebut terus melakukan mitigasi distribusi, termasuk di wilayah rawan gangguan logistik dan daerah 3T. 

Pengawasan dilakukan agar pasokan BBM subsidi maupun nonsubsidi tetap tersedia di SPBU dan tidak menimbulkan antrean panjang masyarakat.

(berbagai sumber)