Tangis Pecah di Camp Nou: Cerita di Balik Gagalnya Gol Perpisahan Robert Lewandowski dan Pelukan Hangat Hansi Flick

Penyerang veteran Barcelona asal Polandia, Robert Lewandowski. (Foto: Barcelona)
Editor: Damar Pratama

GEBRAK.ID; BARCELONA – Sebuah pesta sekaligus drama perpisahan tersaji sempurna di Spotify Camp Nou. Barcelona sukses menutup laga kandang terakhir musim ini dengan kemenangan meyakinkan 3-1 atas Real Betis pada pekan ke-37 Liga Spanyol 2025/2026, Senin (18/5/2026) dini hari WIB. 

Namun, sorotan utama bukan hanya pada kemenangan sang juara, melainkan pada sosok Robert Lewandowski yang tak kuasa menahan tangis meninggalkan lapangan kebanggaannya untuk terakhir kali.

Laga ini menjadi panggung terakhir mesin gol asal Polandia itu bersama Blaugrana di hadapan publik Camp Nou. Keputusan Lewandowski untuk pergi telah diumumkan sebelumnya dan direspons dengan penuh rasa hormat oleh sang pelatih, Hansi Flick. 

“Setiap titel juara yang saya menangi selalu dengan dia. Merupakan sebuah privilese bisa melatih dia. Saya tidak akan pernah melupakannya. Dia contoh untuk para pesepakbola muda,” ujar Flick yang juga pernah menangani Lewandowski di Bayern Muenchen dan total mengoleksi 12 trofi bersamanya.

Dominasi Barcelona dan Sihir Raphinha

Sejak peluit babak pertama dibunyikan, Barcelona yang sudah memastikan gelar juara langsung tampil trengginas. Real Betis dibuat terkurung di area sendiri. Pada menit ke-4, Raphinha nyaris membuka skor lewat tendangan melengkung yang masih bisa ditepis kiper Alvaro Valles. Joao Cancelo dan Fermin Lopez juga bergantian mengancam di babak awal.

Real Betis sejatinya sempat mencetak gol via Abde Ezzalzouli pada menit ke-24, tetapi wasit menganulirnya karena Antony lebih dulu berdiri dalam posisi offside. Drama kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-28. Raphinha, yang tampil trengginas, melepaskan tendangan bebas melengkung indah yang mengecoh Valles. Bola meluncur mulus ke sudut kiri gawang tanpa bisa dijangkau kiper Betis.

Di babak kedua, Raphinha kembali menunjukkan ketajamannya. Pada menit ke-62, mantan pemain Leeds United itu memanfaatkan blunder fatal Hector Bellerin yang kehilangan bola di area pertahanan. Dengan dingin, Raphinha menceploskan bola ke pojok bawah gawang untuk gol keduanya malam itu.

Real Betis sempat memberi perlawanan dan memperkecil skor menjadi 2-1 pada menit ke-69 lewat penalti Isco. Wasit menunjuk titik putih setelah meninjau VAR atas pelanggaran yang dilakukan Gavi di kotak terlarang. Harapan Betis untuk mencuri poin sempat hidup ketika tendangan jarak jauh Antony hanya tipis melebar, tetapi pesta Barcelona kembali bergemuruh.

Hanya berselang lima menit, Joao Cancelo memastikan kemenangan sang juara lewat gol spektakuler dari luar kotak penalti yang menghujam deras ke gawang Betis. Skor 3-1 bertahan hingga peluit panjang.

Tangis Perpisahan Sang Legenda

Meski menggempur habis-habisan dan beberapa kali mendapat peluang emas, Dewi Fortuna belum berpihak pada Lewandowski untuk mencetak gol di laga kandang pamungkasnya. Sepakan terakhir striker usia 37 tahun itu di Camp Nou melambung tinggi dari sasaran.

Puncak emosi pecah pada menit ke-83. Pelatih Hansi Flick menarik keluar sang kapten untuk menggantinya dengan Marc Casadó. Seluruh stadion berdiri memberikan tepuk tangan meriah. Lewandowski berjalan perlahan dengan mata berkaca-kaca, beberapa kali ia berhenti untuk melambaikan tangan dan memberikan penghormatan terakhirnya.

Penyerang 37 tahun itu meninggalkan Barcelona dengan catatan mentereng: lebih dari 190 penampilan, 119 gol, dan 24 assist serta lima gelar utama—tiga di antaranya adalah gelar La Liga Spanyol. 

Tak hanya urusan teknis, Flick menegaskan bahwa kepergian ini adalah langkah tepat bagi kedua belah pihak untuk membangun ulang fondasi tim. “Kepergian itu bagus untuk dia, dan mungkin bagus untuk klub juga karena membiarkan kami membangun kembali tim,” jelas Flick.

Kemenangan ini tak sekadar menjadi kado perpisahan manis, tetapi juga mengukir sejarah baru. Barcelona menjadi tim pertama di era 20 kontestan La Liga yang berhasil menyapu bersih seluruh 19 laga kandang dengan kemenangan sempurna. Kokoh di puncak klasemen dengan 94 poin, Blaugrana kini bersiap menatap laga tandang terakhir ke markas Valencia sebelum era baru tanpa sang predator legendaris dimulai.

(Sumber: Barcelona)


Jangan Terlewatkan: Usia Sudah 36 Tahun, Robert Lewandowski Tegaskan Masih Kuat Bermain untuk Barcelona Musim Depan