Targetkan 5,3 Juta Pekerja di 2029, Mengenal Green Jobs dan Prospeknya di Indonesia

Bidang pekerjaan yang ramah lingkungan semakin dibutuhkan ke depan. Kebutuhan tenaga kerja di bidang ini juga semakin besar. (Foto: istimewa) 

Editor: Devona R

GEBRAK.ID; JAKARTA – Istilah green jobs atau pekerjaan hijau kini semakin sering didengar, seiring dengan komitmen Pemerintah Indonesia dalam transisi menuju ekonomi hijau. Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan green jobs? Mengapa istilah ini menjadi krusial bagi masa depan karir generasi muda?

Berdasarkan data yang dihimpun, pertumbuhan sektor ini diprediksi bakal melonjak drastis, menciptakan jutaan lapangan kerja baru hingga tahun 2030 .

Apa Itu Green Jobs?

Berdasarkan definisi dari Organisasi Buruh Internasional (ILO), green jobs adalah pekerjaan layak yang berkontribusi secara nyata terhadap pelestarian atau pemulihan lingkungan hidup .

Perencana Ahli Madya Direktorat Ketenagakerjaan Kementerian PPN/Bappenas, Mariska Yasrie, menjelaskan bahwa green jobs tidak hanya tentang "pekerjaan yang berhubungan dengan alam", tetapi memiliki 5 karakteristik utama:

1. Mengurangi konsumsi energi dan bahan baku.

2. Membatasi emisi gas rumah kaca.

3. Meminimalkan limbah dan polusi.

4. Melindungi dan memulihkan ekosistem.

5. Mendukung upaya adaptasi perubahan iklim .

Ini berarti, hampir semua sektor bisa diramu menjadi "hijau", asalkan proses dan outputnya ramah lingkungan.

Jenis-jenis Pekerjaan Hijau

Green jobs mencakup spektrum yang luas, tidak hanya teknisi panel surya atau aktivis lingkungan. Berikut adalah contoh posisi yang masuk kategori green jobs di Indonesia:

· Sektor Energi Terbarukan: Teknisi pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), insinyur Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB), dan operator Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) .

· Sektor Kehutanan & Tata Guna Lahan: Ahli konservasi keanekaragaman hayati, manajer pengelolaan hutan lestari, serta teknisi pemantauan lahan gambut .

· Sektor Pengelolaan Limbah: Teknisi daur ulang, ahli pengelolaan limbah cair dan padat, serta spesialis ekonomi sirkular .

· Sektor Pertanian Berkelanjutan: Teknisi pertanian organik dan teknisi produksi hewan yang menerapkan standar rendah emisi .

· Profesi Baru (Masa Depan): Climate Data Scientist (Ilmuwan Data Iklim) dan Carbon Market Analyst (Analis Pasar Karbon) mulai dibutuhkan seiring berkembangnya perdagangan karbon nasional .

Prospek Kerja dan Target Pemerintah

Prospek green jobs di Indonesia sangat cerah. Presiden Prabowo Subianto telah menegaskan komitmen ekonomi hijau dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029 .

Pemerintah melalui Kementerian ESDM menargetkan adanya tambahan sekitar 760.000 green jobs dari sektor ketenagalistrikan saja dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034. Lebih dari 90% tenaga kerja pembangkitan berasal dari proyek hijau seperti PLTS dan PLTA .

Secara total, Menteri PPN menargetkan jumlah tenaga kerja hijau di Indonesia meningkat signifikan. Jika pada 2025 tercatat sekitar 3,45 juta orang, angka ini ditargetkan naik menjadi 5,32 juta orang pada tahun 2029 .

Namun, ada tantangan besar. Saat ini, angka pekerja hijau baru mencapai sekitar 2,6% dari total angkatan kerja. Kurangnya informasi dan keterampilan khusus (green skills) menjadi hambatan utama yang harus diatasi melalui pendidikan .

Kampus yang Sudah Mengakomodir Green Jobs

Menjawab tantangan tersebut, sejumlah perguruan tinggi di Indonesia telah merancang kurikulum khusus untuk mencetak talenta hijau. Berikut adalah kampus dan jurusan/prodi yang relevan:

1. Institut Teknologi Bandung (ITB)

ITB tidak hanya memiliki Teknik Lingkungan yang fokus pada pengelolaan limbah dan sanitasi, tetapi juga aktif membekali mahasiswa dengan green skills. Melalui studium generale, lulusan ITB seperti Zagy Berian (Penasihat Muda PBB) mendorong penguasaan AI, IoT, dan sistem energi terbarukan sebagai kunci karir masa depan .

2. Universitas Gadjah Mada (UGM)

UGM memiliki program studi Teknik Infrastruktur Lingkungan (Sarjana) dan Teknik Sistem Lingkungan (Pascasarjana). Kampus ini juga memperkuat kolaborasi regional melalui pusat studi CESASS untuk mengembangkan kebijakan green jobs bersama KADIN dan Bappenas .

3. Universitas Indonesia (UI)

Sebagai salah satu pelopor, UI membuka jurusan Teknik Lingkungan di bawah Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan. Fokusnya pada pengolahan limbah cair, padat, gas, serta penyediaan air minum dan sanitasi .

4. Universitas Multimedia Nusantara (UMN)

UMN mengambil pendekatan unik dengan memasukkan unsur "hijau" di berbagai fakultas non-teknik:

· Fakultas Bisnis: Belajar Sustainable Business dan Green Marketing.

· Fakultas Komunikasi: Spesialis kampanye perubahan perilaku dan isu lingkungan.

· Fakultas Seni & Desain: Desain ramah lingkungan dan eco-creative .

5. Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) & Lainnya

UPI melalui laporan Pusat Karirnya (CDC) turut serta dalam diskusi nasional seperti Green Jobs Talks untuk mempersiapkan lulusan pendidik yang melek isu transisi energi . Selain itu, kampus seperti ITS Surabaya, UNDIP Semarang, Universitas Trisakti, dan Cakrawala University juga menawarkan program Teknik Lingkungan yang mumpuni .

Dengan target pemerintah yang ambisius dan kebutuhan industri yang mendesak, menempuh pendidikan di jurusan yang mendukung keberlanjutan kini menjadi investasi jangka panjang bagi generasi muda Indonesia.

(berbagai sumber)