![]() |
| Paris Saint-Germain (PSG) yang diarsiteki Luis Enrique tak hanya merayakan gelar Liga Champions kedua secara beruntun, tetapi juga mengukir sejarah baru di sepak bola Eropa. (Foto: Instagram PSG) |
GEBRAK.ID; JAKARTA – Paris Saint-Germain (PSG) tak hanya merayakan gelar Liga Champions kedua secara beruntun, tetapi juga mengukir sejarah baru di sepak bola Eropa. Kemenangan atas Arsenal pada final Liga Champions 2025/2026 membuat klub asal Prancis itu resmi masuk ke dalam daftar eksklusif tim-tim yang sukses mempertahankan mahkota tertinggi antarklub Eropa.
PSG memastikan trofi kembali ke Paris setelah menundukkan Arsenal dengan skor 4-3 dalam adu penalti di Puskas Arena, Budapest, Hungaria, Sabtu (30/5/2026). Sebelumnya, kedua tim bermain imbang 1-1 hingga babak tambahan waktu berakhir.
Keberhasilan tersebut melanjutkan tren luar biasa Les Parisiens yang pada musim sebelumnya juga tampil perkasa dengan membantai Inter Milan 5-0 di partai final. Dua gelar beruntun itu menjadi bukti bahwa PSG kini telah menjelma sebagai kekuatan dominan baru di Eropa.
Lebih dari sekadar trofi, kemenangan ini menempatkan PSG dalam kelompok elite yang sangat sulit ditembus. Sejak era Liga Champions modern dimulai pada musim 1992/1993, hanya satu klub yang mampu mempertahankan gelar juara sebelum PSG melakukannya, yakni Real Madrid yang meraih tiga gelar beruntun pada 2016, 2017, dan 2018.
Jika dihitung sejak era Piala Eropa yang dimulai pada 1955, PSG menjadi klub ke-10 dalam sejarah yang berhasil meraih gelar juara Eropa secara berturut-turut.
Stabilitas Skuad Jadi Kunci
Kesuksesan PSG tidak lahir secara instan. Salah satu faktor utama yang membuat tim asuhan Luis Enrique begitu konsisten adalah stabilitas komposisi pemain.
Menariknya, 10 pemain lapangan yang menjadi starter saat menghadapi Arsenal juga merupakan pemain yang tampil sejak menit pertama ketika PSG mengalahkan Inter Milan pada final musim lalu. Hal itu menunjukkan betapa kuatnya fondasi tim yang dibangun dalam dua musim terakhir.
Satu-satunya perubahan terjadi di posisi penjaga gawang. Matvey Safonov dipercaya mengawal gawang PSG setelah Gianluigi Donnarumma hengkang ke Manchester City pada awal musim.
Di bawah arahan Luis Enrique, PSG berkembang menjadi tim yang sangat sulit dikalahkan. Kombinasi pemain muda berbakat dan pemain berpengalaman membuat klub ibu kota Prancis tersebut tampil konsisten di berbagai ajang.
Dominasi PSG Belum Berakhir
Statistik menunjukkan betapa impresifnya perjalanan PSG dalam dua musim terakhir. Sejak awal musim 2024/2025, Les Parisiens berhasil mengoleksi delapan dari 10 trofi yang diperebutkan di berbagai kompetisi.
Dua gelar yang gagal diraih hanyalah Piala Dunia Antarklub dan Coupe de France. Selebihnya, PSG hampir selalu mampu tampil sebagai juara baik di kompetisi domestik maupun Eropa.
Kondisi tersebut membuka peluang bagi PSG untuk menciptakan sejarah yang lebih besar lagi pada musim depan. Jika mampu mempertahankan gelar Liga Champions pada 2027, mereka akan bergabung dengan kelompok klub legendaris yang pernah menjadi juara Eropa tiga kali berturut-turut.
Meski demikian, rekor sepanjang masa masih dipegang Real Madrid yang meraih lima gelar Piala Eropa secara beruntun pada periode 1956 hingga 1960, sebuah pencapaian yang hingga kini belum mampu disamai klub mana pun.
Dengan keberhasilan mempertahankan gelar Liga Champions pada 2025 dan 2026, PSG kini resmi berdiri sejajar dengan klub-klub legendaris seperti Real Madrid, Benfica, Ajax, Bayern Muenchen, Liverpool, Nottingham Forest, Inter Milan, dan AC Milan dalam daftar juara Eropa beruntun.
Bagi PSG, sejarah baru telah tercipta. Namun melihat performa anak-anak asuh Luis Enrique saat ini, perjalanan menuju era kejayaan yang lebih panjang tampaknya masih jauh dari kata selesai.
Daftar Klub Juara Liga Champions/Piala Eropa Beruntun
- Era Piala Eropa
• Real Madrid (1956, 1957, 1958, 1959, 1960)
• Benfica (1961, 1962)
• Inter Milan (1964, 1965)
• Ajax (1971, 1972, 1973)
• Bayern Muenchen (1974, 1975, 1976)
• Liverpool (1977, 1978)
• Nottingham Forest (1979, 1980)
• AC Milan (1989, 1990)
- Era Liga Champions
• Real Madrid (2016, 2017, 2018)
• Paris Saint-Germain (2025, 2026).
(Sumber: Opta/UEFA)
JANGAN TERLEWATKAN Persembahkan Gelar Juara Liga Champions Kedua bagi PSG, Luis Enrique: Lebih Berat, Arsenal Bikin Final Jadi Ujian Sesungguhnya
