UGM Tolak Ganti Jurusan Teknik Jadi Rekayasa, Ini Kata Dekan FT Soal Kebijakan Kemendiktisaintek

Tak anggap urgent, UGM tak ganti nomenklatur teknik menjadi rekayasa. (Foto: Dok. UGM) 
Editor: Devona R

GEBRAK.ID;YOGYAKARTA – Polemik perubahan nomenklatur 'Teknik' menjadi 'Rekayasa' yang dikeluarkan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) mendapatkan respons tegas dari Universitas Gadjah Mada (UGM). Fakultas Teknik (FT) UGM menyatakan hingga saat ini belum ada rencana untuk mengubah istilah tersebut, karena dinilai belum mendesak (urgent).

Kebijakan ini tertuang dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Nomor 96/B/KPT/2025. Meskipun menjadi perbincangan hangat, Kemendiktisaintek menegaskan bahwa aturan tersebut tidak bersifat mengikat dan implementasinya diserahkan pada kesiapan masing-masing perguruan tinggi.

Menanggapi hal itu, Dekan Fakultas Teknik UGM, Prof. Ir. Selo, menyatakan bahwa pihaknya menghormati arahan kementerian. Namun, karena sifat kebijakan yang opsional, FT UGM memilih untuk mempertahankan istilah yang sudah melekat.

"Karena dalam edaran tersebut sifatnya tidak wajib, FT akan saya dorong untuk tetap seperti sekarang. Belum akan mengubah nomenklatur," ujar Prof. Selo dilansir dari laman resmi UGM, Rabu (20/5/2026).

Alasan UGM Belum Ubah 'Teknik' Menjadi 'Rekayasa'

Prof. Selo menjelaskan bahwa proses perubahan nama tidak bisa dilakukan secara instan. Perubahan tersebut memerlukan kajian akademik yang mendalam serta mekanisme internal yang panjang, termasuk pemaparan dan keterlibatan penuh dari Senat Fakultas.

Menurutnya, selama kebijakan tersebut tidak mewajibkan dan hanya bersifat pilihan, maka FT UGM menginterpretasikannya sebagai sebuah hal yang belum penting untuk segera dilaksanakan.

"Karena sifatnya opsional, kami melihat FT belum perlu untuk melakukan pembahasan lebih jauh. Ada proses harus dipelajari dan dijalankan, termasuk keterlibatan Senat Fakultas. Pendek kata, kami menginterpretasikan kata 'boleh' sebagai sesuatu hal yang tidak urgent bagi FT dan belum penting untuk segera dilaksanakan," tegasnya.

Fokus pada Substansi, Bukan Sekadar Nama

Daripada sibuk mengurus perubahan administratif penamaan program studi, Prof. Selo menegaskan bahwa Fakultas Teknik UGM saat ini ingin memfokuskan diri pada capaian kerja yang substantif.

Ia memaparkan dua prioritas utama yang sedang dikejar institusinya: peningkatan mutu sumber daya manusia (SDM) unggul dan hilirisasi riset yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

"FT lebih fokus pada bagaimana dapat berkontribusi pada 2 hal utama, yaitu menyiapkan SDM unggul dan menghasilkan penelitian yang manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat. FT akan terus fokus pada dampak nyata perguruan tinggi, khususnya di bidang engineering pada masyarakat," pungkas Prof. Selo.

Hingga berita ini diturunkan, sejumlah kampus lain di Indonesia masih dalam masa adaptasi dan belum semuanya memberikan respons resmi terkait kebijakan perubahan nomenklatur tersebut.

(berbagai sumber