Editor: Damar Pratama
Xabi Alonso telah mencapai kesepakatan untuk menjadi pelatih baru Chelsea dengan kontrak berdurasi empat tahun. (Foto ilustrasi: Gebrak.id/AI)
GEBRAK.ID; JAKARTA — Kisah tentang Xabi Alonso selalu punya dua sisi: si jenius taktis yang membawa Bayer Leverkusen juara tanpa kalah, dan si pelatih yang “terlalu idealis” untuk bertahan di kamar ganti Real Madrid. Kini, pria Spanyol berusia 44 tahun itu memilih babak baru yang tak kalah menantang: Stamford Bridge.
Menurut laporan eksklusif yang beredar pada Sabtu (16/5/2026), Alonso telah mencapai kesepakatan untuk menjadi pelatih baru Chelsea dengan kontrak berdurasi empat tahun. Pengumuman resmi dari pihak klub diperkirakan akan dilakukan dalam hitungan hari, segera setelah final Piala FA usai digelar.
Keputusan ini menjadi pernyataan berani dari manajemen The Blues. Setelah era kepelatihan yang penuh gejolak, Chelsea tidak hanya mencari “pelatih kepala”, melainkan seorang manajer yang menjadi wajah proyek jangka panjang. Alonso, dengan segala kejeniusan dan kontroversinya, dianggap sebagai sosok yang tepat untuk memimpin visi tersebut.
Dari Puncak Keabadian Hingga Badai Bernabeu
Nama Xabi Alonso melambung tinggi bukan semata karena statusnya sebagai legenda Liverpool. Pada musim 2023/2024, ia menorehkan sejarah dengan membawa Bayer Leverkusen meraih gelar Bundesliga Jerman pertama mereka—tanpa sekalipun menelan kekalahan di kompetisi domestik.
Sebuah pencapaian yang nyaris mistis: 90 poin dari 102 poin maksimal, meninggalkan raksasa Bayern Muenchen dalam debu. Timnya bukan sekadar menang, melainkan mendominasi dengan sepak bola yang elegan sekaligus brutal dalam transisi.
Kesuksesan itu membawanya ke kursi panas Real Madrid pada musim panas 2025. Namun, tak sampai setahun, tepatnya pada Januari 2026, Alonso harus angkat kaki dari Santiago Bernabeu.
Kegagalannya di Madrid bukan semata soal taktik. Jurnalis sepak bola Spanyol, Graham Hunter, menyebut bahwa Alonso melakukan sejumlah “dosa kardinal” di mata Presiden Madrid Florentino Perez.
Kekalahan memalukan 2-3 dari Barcelona di final Piala Super Spanyol menjadi paku terakhir di peti matinya. Lebih dari itu, friksi dengan bintang utama Vinicius Junior, di mana sang pemain bereaksi negatif saat diganti, menciptakan keretakan yang tak bisa diperbaiki. Perez, yang lebih memilih mempertahankan Vinicius, akhirnya mengorbankan sang pelatih.
“Kerusakan terjadi pada reputasi publik dan kredibilitas klub Alonso selama saga Vinicius Junior. Pemain itu meledak dengan kemarahan yang tak tahu malu sambil menunjukkan rasa tidak hormat total kepada manajernya,” ujar Hunter.
Meski demikian, Alonso pergi dengan kepala tegak. “Saya pergi dengan rasa hormat, terima kasih, dan bangga telah melakukan yang terbaik,” tulisnya di media sosial saat itu.
Kembali ke Inggris, Kali Ini di London Biru
Penunjukan Alonso menandai kembalinya ia ke Inggris setelah lima musim berkostum Liverpool. Bagi fans Premier League, ini adalah reuni dengan sosok yang akrab: gelandang cerdas dengan umpan-umpan presisi yang kini berevolusi menjadi arsitek tim di pinggir lapangan.
Chelsea sebenarnya memiliki sejumlah kandidat kuat. Selain Alonso, ada nama Andoni Iraola (Bournemouth) dan Marco Silva (Fulham) yang kontraknya habis musim panas ini.
Namun, dewan direksi Blues melihat Alonso sebagai paket lengkap—pengalaman di dua klub besar Eropa, reputasi sebagai pengembang talenta muda, dan tentu saja, magnet bagi pemain-pemain top yang akan direkrut musim panas ini.
Tugas Alonso di London Barat tidaklah ringan. Ia akan menjadi manajer permanen kelima di era kepemilikan BlueCo, setelah Graham Potter, Mauricio Pochettino, Enzo Maresca, dan terakhir Liam Rosenior yang dipecat pada 23 April 2026 lalu. Chelsea membutuhkan stabilitas, sesuatu yang belum mereka miliki dalam beberapa musim terakhir.
Dengan kontrak empat tahun di tangan, Alonso kini punya kanvas dan kuas. Pertanyaannya: mampukah ia melukis mahakarya seperti di Leverkusen, atau justru kembali terjebak dalam pusaran politik ruang ganti seperti di Madrid? Satu hal yang pasti, Premier League musim depan akan jauh lebih menarik untuk disimak.
(Sumber: Instagram)
Posting Komentar untuk "Xabi Alonso, Si Anak Ajaib yang Kini Siap Pimpin Proyek Ambisius Chelsea"