Editor: Damar Pratama
Timnas sepak bola Iran menuju Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat. (Foto: Anadolu)
GEBRAK.ID – Timnas Iran akhirnya mendapat kepastian untuk tampil di Piala Dunia 2026 setelah para pemainnya memperoleh visa masuk ke Amerika Serikat (AS). Kabar tersebut muncul hanya 10 hari sebelum laga perdana Iran di turnamen yang digelar bersama oleh AS, Kanada, dan Meksiko.
Seorang pejabat Gedung Putih mengonfirmasi kepada Reuters bahwa seluruh pemain Iran telah menerima visa untuk memasuki wilayah AS. Kepastian itu sekaligus menjawab kekhawatiran yang sempat mencuat setelah Duta Besar Iran untuk Meksiko, Abolfazl Pasandideh, beberapa hari sebelumnya menyatakan bahwa visa tim belum diterbitkan.
Meski demikian, persoalan belum sepenuhnya selesai. Media Iran melaporkan sejumlah pejabat dan staf administrasi tim hingga kini masih menunggu persetujuan visa. Mereka di antaranya Direktur Eksekutif Mehdi Kharati, Sekretaris Jenderal Federasi Sepak Bola Iran Hedayat Mombini, serta Direktur Media Mohsen Motamedkia.
Menurut kantor berita Tasnim, staf yang belum memperoleh visa akan tetap berangkat bersama rombongan tim ke Meksiko sembari menunggu proses administrasi diselesaikan oleh otoritas Amerika Serikat.
Piala Dunia di Tengah Ketegangan Politik
Piala Dunia 2026 menjadi salah satu edisi paling unik dalam sejarah sepak bola modern. Untuk pertama kalinya sejak turnamen digelar pada 1930, sebuah negara peserta akan bermain di negara tuan rumah yang sedang terlibat konflik terbuka dengannya.
Ketegangan hubungan antara Washington dan Teheran membuat urusan visa serta penempatan markas tim menjadi perhatian besar menjelang turnamen. Situasi tersebut bahkan mendorong Iran melakukan negosiasi untuk memindahkan pusat kegiatan tim dari Arizona ke Tijuana, Meksiko.
Langkah itu diambil sebagai respons atas kendala visa serta meningkatnya sentimen di dalam negeri yang menginginkan keberadaan tim di wilayah Amerika Serikat diminimalkan selama turnamen berlangsung.
Iran dijadwalkan tiba di Tijuana pada Minggu (7/6/2026) waktu setempat sebelum memulai persiapan akhir menuju pertandingan pertama Grup G.
Hadapi Selandia Baru, Belgia, dan Mesir
Di Piala Dunia 2026, Iran tergabung di Grup G bersama Selandia Baru, Belgia, dan Mesir. Laga pembuka mereka akan berlangsung pada 15 Juni di Los Angeles menghadapi Selandia Baru.
Setelah itu, Iran akan meladeni Belgia sebelum menutup fase grup dengan menghadapi Mesir di Seattle.
Namun, isu politik masih membayangi perjalanan tim berjuluk Team Melli tersebut. Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio sebelumnya menyatakan bahwa Washington tidak akan memberikan akses kepada individu yang memiliki hubungan dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dalam delegasi Iran.
Kebijakan tersebut menjadi sorotan karena Presiden Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, yang pernah menjabat sebagai komandan Garda Revolusi, sebelumnya dilaporkan tidak mendapatkan izin masuk saat menghadiri undian Piala Dunia di Washington pada Desember 2025 lalu.
Iran: Sepak Bola Jadi Simbol Perdamaian
Di tengah ketegangan yang masih berlangsung, Duta Besar Iran untuk Meksiko Abolfazl Pasandideh menilai keikutsertaan negaranya di Piala Dunia menjadi bukti bahwa Teheran tetap membuka ruang dialog dan perdamaian.
"Partisipasi Iran di Piala Dunia, bahkan di wilayah yang dianggap sebagai musuhnya, menunjukkan bahwa Iran mencari perdamaian," ujar Pasandideh.
Pernyataan tersebut muncul ketika proses perundingan antara Iran dan Amerika Serikat masih berlangsung lambat. Meski komunikasi diplomatik terus berjalan, kedua negara disebut belum mencapai terobosan signifikan untuk mengakhiri ketegangan yang telah berlangsung dalam beberapa bulan terakhir.
Dengan visa pemain yang akhirnya terbit, fokus Iran kini beralih ke lapangan hijau. Namun di balik persaingan memperebutkan prestasi sepak bola dunia, perjalanan Team Melli menuju Piala Dunia 2026 tetap menjadi salah satu kisah yang sarat nuansa politik dan diplomasi internasional.
(Sumber: Reuters/Tasnim)