Airbus Uji Pesawat A350-1000ULR, Siap Terbang Nonstop 22 Jam dari Sydney ke London

Airbus lakukan uji terbang pesawat Airbus A350-1000 ULR yang sanggup diklaim sanggup terbang 22 jam nonstop. ( Foto: Wikipedia) 


Editor: Devona R

GEBRAK.ID; TOULOUSE, PRANCIST– Airbus resmi memulai babak baru dalam dunia penerbangan jarak jauh setelah pesawat berbadan lebar A350-1000ULR (Ultra Long Range) berhasil menyelesaikan uji terbang perdananya pada 2 Juni 2026. Pesawat yang dirancang mampu terbang hingga 22 jam tanpa henti ini diproyeksikan menjadi tulang punggung layanan penerbangan ultra-jarak jauh milik maskapai Qantas melalui program Project Sunrise. 

Uji terbang dilakukan dari fasilitas Airbus di Toulouse, Prancis selatan, dengan durasi sekitar 3 jam 43 menit dan mencapai ketinggian lebih dari 41.000 kaki. Selama penerbangan, tim uji Airbus mengevaluasi berbagai sistem utama, termasuk sistem bahan bakar yang telah dimodifikasi khusus untuk mendukung penerbangan sangat panjang. 

Mampu Terbang Hingga 22 Jam

A350-1000ULR dikembangkan sebagai pesawat penumpang dengan jangkauan terjauh di dunia. Airbus menargetkan pesawat ini dapat melayani rute langsung Sydney–London maupun Sydney–New York tanpa transit, dengan jarak hampir 10.000 mil laut dan waktu tempuh hingga 22 jam. 

Kemampuan tersebut didukung oleh penambahan Rear Centre Tank (RCT) berkapasitas sekitar 20.000 liter, yang menambah jangkauan terbang sekitar 1.000 mil laut dibandingkan varian standar. Selain itu, Airbus juga menerapkan sistem pendingin galley baru yang lebih ringan dan efisien sehingga membantu mengurangi bobot pesawat. 

Memasuki Tahap Pengujian Dua Bulan

Setelah penerbangan perdana, Airbus akan melanjutkan program uji terbang selama sekitar dua bulan dengan target sekitar 80 jam pengujian di udara. Tahapan ini mencakup sertifikasi berbagai komponen baru sebelum pesawat memasuki layanan komersial. 

Pesawat yang diuji merupakan unit pertama dari 12 A350-1000ULR yang dipesan oleh Qantas untuk merealisasikan Project Sunrise, sebuah proyek ambisius yang bertujuan menghadirkan penerbangan nonstop dari pantai timur Australia menuju Eropa dan Amerika Utara. 

Fokus pada Kenyamanan Penumpang

Selain mengedepankan efisiensi bahan bakar dan jangkauan yang lebih jauh, A350-1000ULR juga dirancang untuk meningkatkan kenyamanan penumpang selama penerbangan ultra-panjang. Airbus menyebut keluarga A350 mampu mengurangi konsumsi bahan bakar dan emisi karbon hingga 25 persen dibandingkan generasi sebelumnya, sekaligus menawarkan kabin yang lebih senyap serta kualitas udara yang lebih baik. 

Keberhasilan uji terbang perdana ini menjadi tonggak penting bagi industri aviasi global. Jika seluruh proses sertifikasi berjalan sesuai rencana, era penerbangan komersial nonstop selama hampir satu hari penuh akan semakin dekat menjadi kenyataan, membuka pilihan perjalanan yang lebih cepat bagi penumpang lintas benua.

( berbagai sumber)