Beasiswa SEHAT 2026 Resmi Dibuka, Mahasiswi Poltekkes Kemenkes Bisa Dapat Bantuan hingga Rp10 Juta per Semester

Kabar baik bagi mahasiswi Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) di seluruh Indonesia. Kemenkes bersama Yayasan Khouw Kalbe resmi membuka pendaftaran Beasiswa SEHAT 2026 atau Sarana Edukasi untuk Harapan dan Aksi Tenaga Kesehatan. (Foto ilustrasi: Pixabay)
Editor: Devona R

GEBRAK.ID; JAKARTA – Kabar baik bagi mahasiswi Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan di seluruh Indonesia. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bersama Yayasan Khouw Kalbe (YKK) resmi membuka pendaftaran Beasiswa SEHAT 2026 atau Sarana Edukasi untuk Harapan dan Aksi Tenaga Kesehatan.

Program beasiswa ini tidak hanya menawarkan bantuan biaya pendidikan, tetapi juga berbagai fasilitas pengembangan diri, mentoring, hingga kesempatan membangun jejaring nasional dan internasional bagi calon tenaga kesehatan masa depan.

Berdasarkan panduan resmi program, Beasiswa SEHAT merupakan bagian dari upaya memperkuat transformasi sumber daya manusia kesehatan nasional, khususnya untuk mendukung pelayanan kesehatan di wilayah Daerah Terpencil, Perbatasan, dan Kepulauan (DTPK).

Salah satu daya tarik utama program ini adalah besarnya bantuan pendidikan yang diberikan. Penerima beasiswa berhak memperoleh dana pendidikan hingga Rp10 juta per semester yang dapat digunakan untuk membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT), biaya SKS, praktik lapangan, hingga uji kompetensi.

Khusus mahasiswi program diploma, tersedia pula bantuan penelitian maksimal Rp3 juta yang diberikan satu kali pada tahun terakhir masa studi. Sementara peserta jenjang profesi akan memperoleh tambahan dana pengembangan kapasitas sebesar Rp1,2 juta per semester.

Selain bantuan finansial, para penerima beasiswa juga akan mengikuti pelatihan peningkatan kapasitas, program mentoring, serta menjadi bagian dari ekosistem pembelajaran yang dikembangkan Yayasan Khouw Kalbe. Bagi peserta jenjang profesi, tersedia kesempatan menjadi mentor dan menginisiasi proyek sosial di masyarakat.

Jurusan yang Bisa Mendaftar

Program ini terbuka bagi mahasiswi dari berbagai bidang kesehatan, antara lain:

* Keperawatan (Diploma dan Profesi)
* Kebidanan (Diploma dan Profesi)
* Gizi dan Dietetika (Diploma dan Profesi)
* Farmasi (Diploma)
* Sanitasi Lingkungan (Diploma)
* Teknik Laboratorium Medik (Diploma)
* Kesehatan Gigi (Diploma)
* Promosi Kesehatan (Diploma)
* Fisioterapi (Diploma dan Profesi)
* Teknik Radiodiagnostik dan Radioterapi (Diploma)

Syarat Pendaftaran

Calon penerima beasiswa wajib memenuhi sejumlah persyaratan, di antaranya merupakan Warga Negara Indonesia (WNI), perempuan, dan belum menikah.

Untuk jenjang Diploma (D3/D4), usia pendaftar minimal 17 tahun dan maksimal 24 tahun. Sementara peserta jenjang profesi maksimal berusia 27 tahun.

Selain itu, pendaftar harus berstatus mahasiswi aktif Poltekkes Kemenkes dengan ketentuan semester tertentu, aktif dalam organisasi atau kegiatan sosial, tidak sedang menerima beasiswa lain dengan komponen serupa, serta bersedia menjadi YKK Ambassador.

Dari sisi akademik, peserta Diploma semester 1 wajib memiliki nilai rapor minimal 80. Sementara pendaftar D4 semester 3 harus memiliki IPK minimal 3,30 dan peserta jenjang profesi minimal 3,75.

Peserta juga diwajibkan membuat esai refleksi diri tulisan tangan sebanyak 250–450 kata. Khusus jenjang profesi, terdapat tambahan tugas berupa video berdurasi 60 detik yang diunggah ke Instagram atau TikTok mengenai alasan mengabdi di wilayah DTPK.

Jadwal Pendaftaran Beasiswa SEHAT 2026

* Pendaftaran: 8–30 Juni 2026
* Seleksi administrasi: 1–27 Juli 2026
* Pengumuman administrasi: 28 Juli 2026
* Tes esai online: 1 Agustus 2026
* Wawancara online: 21 Agustus–14 September 2026
* Pengumuman akhir: 16 September 2026
* Registrasi ulang dan orientasi: September–Oktober 2026

Pendaftaran dilakukan secara daring melalui Sistem Informasi Beasiswa Kesehatan (SIBK) Kemenkes dengan mengisi formulir serta mengunggah seluruh dokumen yang dipersyaratkan.

Bagi mahasiswi Poltekkes Kemenkes yang memenuhi kriteria, program ini bisa menjadi peluang emas untuk mendapatkan dukungan pendidikan sekaligus memperluas pengalaman dan kompetensi sebagai tenaga kesehatan profesional di masa depan.

(Sumber: Kemenkes)