Editor: Damar Pratama
Produsen mobil asal China, BYD, baru saja menempati posisi keenam sebagai pabrikan terbesar dunia pada tahun 2025 lalu. (Foto: BYD)
GEBRAK.ID – Produsen mobil asal China, BYD, baru saja menempati posisi keenam sebagai pabrikan terbesar dunia pada tahun 2025 lalu. Namun, pencapaian itu ternyata belum cukup. Perusahaan kini memasang target ambisius: menyalip raksasa global seperti Volkswagen Group dan Toyota dalam lima tahun ke depan.
Pernyataan mengejutkan ini disampaikan langsung oleh pimpinan BYD, Wang Chuanfu, dalam rapat tahunan pemegang saham di Shenzhen. Ia meyakini bahwa inovasi teknologi menjadi kunci utama untuk mewujudkan mimpi besar tersebut.
"BYD benar-benar akan menjadi produsen mobil nomor satu secara global dalam lima tahun ke depan," kata Wang, seperti dilansir laman Carscoops pada Kamis (11/6/2026).
Menurut Wang, keunggulan kompetitif BYD akan bertumpu pada peluncuran Blade Battery generasi kedua. Baterai ini disebut-sebut sebagai terobosan yang akan mendorong ekspansi perusahaan ke pasar yang lebih luas.
Namun, jalan menuju puncak tak semulus yang dibayangkan. Data penjualan menunjukkan bahwa BYD masih tertinggal jauh. Sepanjang tahun lalu, BYD menjual 4,6 juta kendaraan.
Angka itu masih kurang dari setengah total penjualan Toyota Motor Corporation yang mencapai 11,21 juta unit, termasuk merek Lexus dan Daihatsu. Toyota sendiri menjual 9,6 juta mobil tanpa merek afiliasinya.
Untuk bisa menyamai Toyota, BYD harus meningkatkan penjualan sebanyak satu juta unit setiap tahun selama lima tahun berturut-turut. Sebuah angka yang sangat sulit, terlebih ketika pasar domestik China mulai melambat.
Pada Mei 2026 lalu, penjualan BYD di China hanya tercatat 207.372 kendaraan. Jumlah itu turun 29,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Perlambatan ekonomi di negara asalnya sendiri menjadi pukulan berat.
Pernyataan bos BYD ini mirip dengan strategi Elon Musk, yaitu menciptakan sentimen positif untuk menopang harga saham. Pasalnya, saham BYD telah merosot lebih dari 45 persen dalam setahun terakhir.
Agar target ini realistis, BYD tidak punya pilihan selain berekspansi besar-besaran ke pasar internasional, dengan Kanada diperkirakan menjadi salah satu tujuan utama. Mampukah BYD mengubah tantangan menjadi kenyataan? Waktu yang akan menjawab.
(Sumber: Carscoops)