![]() |
| Danantara resmi satukan 7 BUMN logistik di bawah PT Pos untuk efisiensi dan perluasan jaringan. Target: tekan biaya logistik dan raup pasar Rp3.000 triliun. ( Foto: dan antara) |
Editor: Dinar Kencana
GEBRAK.ID,JAKARTA– Langkah strategis konsolidasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor logistik memasuki babak baru. Sebanyak tujuh perusahaan logistik BUMN resmi bergabung menjadi satu entitas melalui penandatanganan Akta Penggabungan dan Shareholder Agreement pada Selasa (30/6/2026), mengawali pembentukan holding logistik nasional yang diprakarsai Danantara Asset Management.
Direktur Utama PT Pos Indonesia, Daud Joseph, mengungkapkan bahwa proses ini akan berlanjut dengan peleburan sembilan perusahaan logistik pelat merah secara bertahap. Tahap awal dimulai pada 1 Juli 2026, di mana tujuh perusahaan akan bergabung ke dalam PT Multi Terminal Indonesia (MTI) sebagai surviving entity.
“Tujuh perusahaan yang di awal Juli nanti, 1 Juli, akan bergabung dalam satu perusahaan yang namanya PT MTI atau Multi Terminal Indonesia,” ujar Daud dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR di Jakarta, Senin (22/6/2026) .
Daftar Perusahaan yang Bergabung
Adapun tujuh perusahaan yang akan dilebur pada tahap pertama adalah:
· PT Multi Terminal Indonesia (MTI) dan PT Prima Indonesia Logistik (PIL) yang merupakan bagian dari Pelindo.
· PT Pos Logistik Indonesia (Poslog) milik Pos Indonesia.
· PT Sarana Bandar Logistik (SBL) milik PT Pelni.
· PT KBN Prima Logistik (KPL) milik Danareksa.
· PT Varia Usaha Dharma Segara (VUDS) dari Semen Indonesia Group.
· PT Krakatau Jasa Logistik (KJL) yang merupakan bagian dari Krakatau Steel
• PT. Prima Indonesia Logistik ( PIL) dari Pelindo.
Pada tahap awal, struktur kepemilikan saham PT MTI akan terdiri dari Pelindo sebesar 73 persen, Pos Indonesia 9 persen, dan 17 persen lainnya dimiliki oleh lima perusahaan yang tersisa. Namun, pada tahun 2027, seluruh saham perusahaan tersebut direncanakan akan berada di bawah kendali penuh Pos Indonesia .
Ketua Steering Committee PMO Konsolidasi BUMN Logistik, Daud Joseph, menambahkan bahwa berdasarkan arahan Danantara, konsolidasi akan diperluas dengan memasukkan PT Semen Indonesia Logistik (Silog) dan PT Pupuk Indonesia Logistik (Pilog) pada fase berikutnya. Dengan demikian, total akan ada sembilan BUMN logistik yang tergabung dalam satu ekosistem di bawah Pos Indonesia .
Target Efisiensi dan Perluasan Jaringan
Konsolidasi ini bertujuan untuk menciptakan ekosistem logistik BUMN yang lebih kuat, efisien, dan terintegrasi. Saat ini, terdapat sekitar 15 entitas logistik BUMN yang beroperasi secara terpisah dengan skala usaha terbatas. Akibatnya, pangsa pasar gabungan BUMN di sektor logistik yang nilainya mencapai lebih dari Rp3.000 triliun masih kurang dari 3 persen .
“Karena mereka beroperasi sendiri-sendiri, skala usahanya juga sangat terbatas. Dari Rp3.000 triliun market logistik, perusahaan-perusahaan ini hanya mengambil kurang dari 3 persen. Kecil sekali,” jelas Daud .
Dengan bergabungnya perusahaan-perusahaan ini, terjadi sinergi yang lebih luas terhadap jaringan distribusi. Perusahaan yang sebelumnya hanya kuat di wilayah tertentu dapat memanfaatkan jaringan perusahaan lain untuk memperluas jangkauan layanan ke berbagai daerah di Indonesia. Saat ini, total jaringan kumulatif perusahaan-perusahaan tersebut mencapai sekitar 78 titik layanan. Setelah integrasi, jumlahnya diperkirakan meningkat menjadi sekitar 150 hingga 160 titik .
Selain memperluas jaringan, konsolidasi juga diarahkan untuk menciptakan efisiensi operasional dan menekan biaya logistik nasional. Selama ini, rantai distribusi barang dari pelabuhan hingga konsumen melibatkan banyak perusahaan dengan margin keuntungan masing-masing. Setelah digabung menjadi satu perusahaan, duplikasi profit margin dapat dipotong sehingga biaya logistik secara keseluruhan dapat ditekan .
“Nantinya setelah digabung menjadi satu perusahaan, profit margin-nya hanya menjadi satu. Sehingga nanti akan bisa memotong duplikasi profit margin dan akan menurunkan biaya logistik secara keseluruhan,” papar Daud .
Perusahaan gabungan ini diproyeksikan membukukan pendapatan sekitar Rp2,38 triliun dan mampu menghasilkan laba sekitar Rp100 miliar pada tahun pertama operasional . Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan dukungan penuh terhadap transformasi ini sebagai bagian dari upaya memperkuat efisiensi dan daya saing global logistik nasional .
( berbagai sumber)
