Ekspor Komponen Otomotif RI Tembus 7 Miliar Dolar AS, Menjangkau 100 Negara

 

Ekspor komponen otomotif Indonesia menembus 7 miliar dolar AS ke lebih dari 100 negara, mengukuhkan posisi strategis dalam rantai pasok global. (Foto: freepik) 

Editor: Dinar Kencana

GEBRAK.ID,JAKARTA,– Industri komponen otomotif Indonesia menunjukkan ketahanan dan daya saing yang semakin kuat di kancah global. Hal ini tercermin dari keberhasilan menembus pasar ekspor ke lebih dari 100 negara dengan nilai tembus lebih dari 7 miliar dolar AS sepanjang tahun 2025.

Sekretaris Jenderal Gabungan Industri Alat-alat Mobil dan Motor (GIAMM), Rachmat Basuki, menilai bahwa industri nasional saat ini tengah berada dalam fase ekspansi yang signifikan.

"Industri komponen otomotif fase lagi bisa ekspor ke mana-mana, jadi sebagai global supply chain," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (30/6/2026) .

Pencapaian ini tidak terlepas dari berbagai faktor pendukung, termasuk transformasi digital melalui program Industri 4.0 serta pembinaan berkelanjutan dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin) yang dinilai berhasil meningkatkan produktivitas pabrik. 

Penopang Kinerja di Tengah Tantangan Domestik

Di tengah tantangan domestik seperti pelemahan daya beli dan suku bunga tinggi, ekspor menjadi tulang punggung utama industri. Pada periode Januari-April 2026 saja, nilai ekspor komponen otomotif telah mencapai 2,8 miliar dolar AS . 

Amerika Serikat, Jepang, Korea Selatan, dan negara-negara ASEAN seperti Malaysia menjadi tujuan utama ekspor komponen nasional. 

Rachmat menambahkan bahwa pertumbuhan industri roda empat sebesar 14 persen secara tahunan pada kuartal I 2026 turut menopang permintaan komponen dalam negeri. 

Strategi Diversifikasi Pasar dan Daya Saing

Menghadapi ketatnya persaingan global dan dinamika regulasi, pelaku industri terus melakukan diversifikasi pasar. PT Selamat Sempurna Tbk (SMSM), misalnya, mencatat bahwa sekitar 65 persen pendapatannya berasal dari ekspor yang menjangkau lebih dari 125 negara. 

"Diversifikasi pasar menjadi salah satu kekuatan utama kami dalam menjaga stabilitas bisnis di tengah tekanan industri," ujar Wakil Direktur Utama SMSM, Ang Andri Pribadi. 

Dukungan Pemerintah dan Target TKDN

Kemenperin terus mendorong transformasi menuju kendaraan rendah emisi (LCEV) dan peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) secara bertahap hingga target 80 persen. Hal ini diharapkan dapat memperdalam struktur industri dan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok kendaraan listrik global .

"Pemerintah selalu trigger kita dengan peraturan-peraturan supaya kita bisa masuk ke arah global supply chain," pungkas Rachmat

( berbagai sumber)