Harga Pertalite dan Solar Subsidi Dipastikan Tetap, ESDM Ungkap Alasan Pertamax Naik hingga Rp16.250 per Liter

Kementerian ESDM memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite dan Solar subsidi tidak mengalami kenaikan. ( Foto: Wikipedia) 


Editor: Dinar Kencana

GEBRAK.ID; JAKARTA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite dan Solar subsidi tidak mengalami kenaikan meskipun harga BBM nonsubsidi Pertamax resmi disesuaikan menjadi Rp16.250 per liter.

Kebijakan tersebut ditegaskan pemerintah sebagai upaya menjaga daya beli masyarakat, khususnya kelompok berpenghasilan rendah, di tengah meningkatnya tekanan harga energi global.

Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, mengatakan keputusan mempertahankan harga Pertalite dan Solar subsidi merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto.

"Harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Solar subsidi dijamin tidak naik demi melindungi kelompok rentan, menjaga daya beli masyarakat kecil, serta menjaga stabilitas ekonomi," ujarnya.

Kenaikan Pertamax Mengikuti Mekanisme Pasar

Di sisi lain, ESDM menjelaskan bahwa penyesuaian harga Pertamax tidak dapat dihindari karena merupakan BBM nonsubsidi yang mengikuti harga keekonomian.

Menurut pemerintah, beberapa faktor utama yang memengaruhi harga tersebut meliputi:

•Pergerakan harga minyak mentah dunia.

•Harga produk BBM di pasar internasional.

•Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

•Biaya distribusi dan penyimpanan.

•Komponen perpajakan.

Gejolak geopolitik global dalam beberapa pekan terakhir turut mendorong kenaikan harga energi di berbagai negara, sehingga berdampak pada biaya pengadaan BBM.

Pemerintah Klaim Harga BBM Subsidi Tetap Aman

Pemerintah menegaskan bahwa skema subsidi energi tetap dipertahankan agar masyarakat yang bergantung pada Pertalite dan Solar subsidi tidak terbebani oleh kenaikan harga minyak dunia.

Kebijakan ini diharapkan mampu menjaga stabilitas inflasi sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat dan pelaku usaha kecil yang masih bergantung pada BBM bersubsidi.

Kenaikan Harga BBM Terjadi di Banyak Negara

ESDM juga menyebut Indonesia bukan satu-satunya negara yang melakukan penyesuaian harga BBM. Sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara telah lebih dahulu menaikkan harga BBM dengan besaran yang disebut lebih tinggi dibandingkan Indonesia.

Dengan demikian, pemerintah menilai penyesuaian harga Pertamax merupakan konsekuensi dari mekanisme pasar internasional, sementara perlindungan terhadap masyarakat tetap dilakukan melalui kebijakan mempertahankan harga BBM subsidi.

Dampak bagi Masyarakat

Pengguna kendaraan yang menggunakan Pertamax diperkirakan akan mengalami kenaikan biaya operasional, sedangkan pengguna Pertalite dan Solar subsidi masih dapat membeli BBM dengan harga yang sama seperti sebelumnya.

Pengamat energi menilai langkah mempertahankan harga BBM subsidi dapat membantu menjaga konsumsi rumah tangga dan menekan risiko kenaikan harga barang serta jasa di tengah kondisi ekonomi global yang masih bergejolak.

(berbagai sumber)