Yandex Bidik Industri Telekomunikasi Indonesia, Tawarkan Teknologi AI untuk Jutaan Pelanggan

Dengan tingkat adopsi AI yang terus meningkat di Indonesia, Yandex membuka peluang kolaborasi bagi operator telekomunikasi untuk mengembangkan layanan berbasis kecerdasan buatan dalam skala nasional.(Foto: Yandex)
Editor: Devona R

GEBRAK.ID; JAKARTA – Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di Indonesia semakin menarik perhatian perusahaan teknologi global. Salah satunya adalah Yandex yang kini menawarkan kolaborasi strategis kepada operator telekomunikasi nasional untuk mempercepat pengembangan produk dan layanan berbasis AI.

Melalui program bertajuk "AI untuk Operator Telekomunikasi", Yandex menghadirkan berbagai solusi yang dirancang untuk membantu perusahaan telekomunikasi meluncurkan layanan berbasis kecerdasan buatan secara lebih cepat dan efisien.

CEO Yandex Search International, Alexander Popovskiy, menilai operator telekomunikasi memiliki posisi yang sangat strategis dalam mendorong adopsi AI di tengah masyarakat.

"Perusahaan operator telekomunikasi berada pada posisi yang ideal untuk memperluas penggunaan AI karena memiliki basis pelanggan yang besar, merek yang dipercaya masyarakat, serta infrastruktur yang kuat untuk menjangkau pengguna dalam skala nasional," kata Alexander, Kamis (11/6/2026).

Dalam inisiatif tersebut, Yandex menawarkan tiga model kerja sama. Pertama, operator dapat mengintegrasikan layanan mereka ke dalam produk AI yang sudah dimiliki Yandex. 

Kedua, operator dapat mengadopsi teknologi AI Yandex ke dalam ekosistem digital yang telah mereka bangun. Ketiga, perusahaan telekomunikasi dapat meluncurkan produk AI dengan identitas merek sendiri menggunakan teknologi yang disediakan Yandex.

Melalui pendekatan tersebut, operator telekomunikasi berpeluang menghadirkan berbagai layanan baru yang lebih cerdas dan responsif. Mulai dari layanan pelanggan otomatis, asisten virtual berbasis suara untuk panggilan telepon, hingga fitur layanan mandiri yang memungkinkan pelanggan mengakses informasi akun dan saldo secara lebih mudah melalui percakapan natural.

Langkah Yandex ini dinilai sejalan dengan perkembangan penggunaan AI di Indonesia yang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Berdasarkan survei terbaru yang dikutip Yandex, sebanyak 97 persen responden mengaku telah menggunakan AI dalam aktivitas sehari-hari. Pemanfaatan terbesar terjadi pada pencarian informasi, komunikasi dan penerjemahan bahasa, serta membantu menyelesaikan pekerjaan dan tugas harian.

Di sisi lain, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) juga mencatat tingkat adopsi AI di Indonesia telah mencapai 92 persen. Pemerintah bahkan menempatkan kecerdasan buatan sebagai salah satu teknologi strategis untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing nasional di era ekonomi digital.

Melihat kondisi tersebut, Yandex meyakini operator telekomunikasi memiliki keunggulan yang tidak dimiliki banyak penyedia layanan AI global. Selain memahami karakteristik pasar lokal, operator juga memiliki data interaksi pelanggan yang memungkinkan pengembangan layanan yang lebih relevan dan personal.

Alexander menambahkan bahwa sebenarnya perusahaan telekomunikasi telah memiliki fondasi yang kuat untuk mengembangkan layanan AI. "Mereka sudah memiliki jutaan pelanggan dan infrastruktur yang luas. Yang dibutuhkan adalah teknologi yang tepat serta pengalaman dalam membangun solusi AI berskala besar," ujarnya.

Dengan semakin tingginya kebutuhan layanan digital berbasis kecerdasan buatan, kolaborasi antara perusahaan teknologi global dan operator telekomunikasi diperkirakan akan menjadi salah satu pendorong utama transformasi digital Indonesia dalam beberapa tahun mendatang.

(Sumber: Yandex)