Editor: Damar Pratama
Timnas sepak bola Iran. (Foto: FIFA)
GEBRAK.ID; JAKARTA – Tim Nasional (Timnas) Iran mengajukan permohonan khusus kepada FIFA untuk mengenakan ban lengan hitam saat menghadapi Mesir pada laga Grup G Piala Dunia 2026 yang akan berlangsung di Seattle, Amerika Serikat, pada 26 Juni mendatang. Permohonan tersebut bukan tanpa alasan.
Federasi Sepak Bola Iran ingin memberikan penghormatan terhadap Hari Asyura, salah satu momen penting dalam tradisi Islam yang diperingati setiap tahun sebagai simbol pengorbanan, keteguhan, dan perjuangan menegakkan kebenaran.
Informasi tersebut disampaikan melalui akun resmi media sosial Kedutaan Besar Iran untuk Indonesia pada Rabu (10/6/2026).
“Pertandingan tersebut bertepatan dengan Hari Asyura, sebuah hari yang memiliki makna mendalam bagi umat Islam untuk mengenang pengorbanan, keteguhan, dan perjuangan menegakkan kebenaran,” tulis akun resmi @IraninIndonesia.
Melalui penggunaan ban lengan hitam, Iran berharap dapat menyampaikan pesan penghormatan terhadap nilai-nilai yang terkandung dalam peringatan Asyura di panggung sepak bola dunia.
“Melalui simbol sederhana ini, Iran berharap dapat menunjukkan penghormatan terhadap nilai-nilai luhur yang diusung Asyura di panggung sepak bola dunia,” lanjut pernyataan tersebut.
Simbol Penghormatan di Ajang Sepak Bola Dunia
Penggunaan ban lengan hitam dalam sepak bola umumnya dilakukan sebagai bentuk penghormatan atau peringatan terhadap peristiwa tertentu. Namun dalam kasus ini, Iran ingin memanfaatkannya sebagai simbol refleksi spiritual dan penghargaan terhadap nilai-nilai sejarah yang diperingati pada Hari Asyura.
Keputusan akhir mengenai permohonan tersebut berada di tangan FIFA sebagai otoritas tertinggi sepak bola dunia. Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari FIFA terkait persetujuan atau penolakan atas permintaan Federasi Sepak Bola Iran tersebut.
Misi Bersejarah Iran di Piala Dunia 2026
Di luar isu penggunaan ban lengan hitam, Iran juga datang ke Piala Dunia 2026 dengan ambisi besar. Tim berjuluk Team Melli itu tergabung di Grup G bersama Belgia, Mesir, dan Selandia Baru.
Iran akan memulai perjalanan mereka dengan menghadapi Selandia Baru pada 15 Juni, sebelum bertemu Belgia sepekan kemudian. Laga kontra Mesir pada 26 Juni menjadi pertandingan terakhir fase grup sekaligus yang bertepatan dengan peringatan Hari Asyura.
Piala Dunia 2026 menjadi kesempatan penting bagi Iran untuk mencatat sejarah baru. Dalam enam penampilan sebelumnya di putaran final Piala Dunia, Iran selalu gagal menembus babak gugur dan harus terhenti di fase grup.
Kini, dengan skuad yang lebih matang dan pengalaman internasional yang semakin banyak, Iran berharap mampu mematahkan rekor tersebut sekaligus mengukir pencapaian terbaik sepanjang sejarah keikutsertaan mereka di ajang sepak bola paling bergengsi di dunia.
Pertandingan melawan Mesir diperkirakan tidak hanya menarik dari sisi persaingan di lapangan, tetapi juga karena simbol penghormatan yang ingin ditampilkan Iran kepada dunia melalui permohonan penggunaan ban lengan hitam tersebut.
(Berbagai Sumber)