Janice Tjen dan Aldila Sutjiadi Kembali Berjuang di Eropa, Bidik Hasil Lebih Baik Jelang Wimbledon

Petenis tunggal putri Indonesia, Janice Tjen. (Foto: WTA Tour)
Editor: Damar Pratama

GEBRAK.ID, JAKARTA – Dua petenis putri terbaik Indonesia, Janice Tjen dan Aldila Sutjiadi, kembali melanjutkan perjuangan dalam rangkaian turnamen lapangan rumput Eropa pekan ini. Setelah sempat berduet di Nottingham Open 2026, keduanya kini berpisah jalur untuk tampil di ajang berbeda sebagai bagian dari persiapan menuju Wimbledon.

Janice Tjen dijadwalkan mengawali perjuangannya pada babak pertama nomor tunggal WTA 250 Eastbourne Open, Inggris, dengan menghadapi petenis Amerika Serikat, Catherine McNally, Selasa (23/6/2026) petang WIB.

Laga tersebut menjadi kesempatan penting bagi petenis berusia 24 tahun itu untuk memperbaiki performanya di musim lapangan rumput yang hingga kini masih belum sepenuhnya sesuai harapan, khususnya di nomor tunggal.

Sementara itu, Aldila Sutjiadi tampil di turnamen yang levelnya lebih tinggi, yakni WTA 500 Bad Homburg Open di Jerman. Petenis spesialis ganda Indonesia itu kembali berpasangan dengan mantan petenis nomor dua dunia asal Rusia, Vera Zvonareva.

Pada babak pertama, pasangan Aldila dan Zvonareva akan menghadapi duet Anastasia Panova dan Magali Kempen dalam pertandingan yang dijadwalkan berlangsung Selasa (23/6/2026) malam WIB.

Sebelumnya, Janice dan Aldila sempat bekerja sama pada nomor ganda Nottingham Open 2026. Keduanya berhasil melangkah hingga babak semifinal sebelum akhirnya harus mengakui keunggulan pasangan tuan rumah Inggris, Harriet Dart dan Maia Lumsden, melalui pertandingan sengit dengan skor 6-4, 4-6, 6-10.

Meski gagal melangkah ke final, penampilan keduanya dinilai memberikan modal positif menghadapi turnamen berikutnya.

Bagi Janice, Eastbourne Open menjadi turnamen keempat dalam kalender musim lapangan rumput tahun ini. Hingga saat ini, perjalanannya di sektor tunggal masih diwarnai hasil yang naik turun.

Setelah mengakhiri musim lapangan tanah liat dengan tersingkir pada babak pertama Roland Garros, Janice sempat menunjukkan perkembangan positif ketika mampu menembus babak kedua Birmingham Classic.

Namun, hasil tersebut belum mampu dipertahankan karena ia kembali tersingkir pada pertandingan pembuka Libema Open.

Di balik hasil yang belum konsisten di nomor tunggal, Janice justru memperlihatkan perkembangan yang menjanjikan di sektor ganda. Bersama petenis Australia, Talia Gibson, ia sukses meraih gelar juara nomor ganda WTA 125 Birmingham Classic. Prestasi tersebut menjadi salah satu pencapaian terbaik dalam karier profesionalnya sekaligus meningkatkan rasa percaya diri menjelang turnamen-turnamen besar berikutnya.

Sementara itu, Aldila Sutjiadi tetap menjadi andalan Indonesia di nomor ganda putri. Pengalaman panjang tampil di berbagai turnamen WTA serta kemampuannya beradaptasi dengan pasangan berbeda menjadi modal penting untuk bersaing di Bad Homburg. Turnamen ini juga menjadi ajang pemanasan terakhir sebelum para petenis tampil di Wimbledon, Grand Slam ketiga musim ini.

Rangkaian turnamen lapangan rumput memiliki arti penting bagi para petenis karena menjadi fase penyesuaian menjelang Wimbledon yang dikenal memiliki karakter permainan cepat dan membutuhkan kemampuan servis serta permainan net yang solid.

Publik tenis Indonesia pun berharap Janice Tjen dan Aldila Sutjiadi mampu menunjukkan performa terbaik mereka di Eropa. Hasil positif di Eastbourne maupun Bad Homburg diyakini akan menjadi suntikan kepercayaan diri sekaligus meningkatkan posisi mereka dalam peringkat dunia menjelang persaingan di Wimbledon.

(Sumber: WTA)