Jesse Rodriguez Hancurkan Vargas, Raih Gelar Juara Dunia Tunju Tiga Divisi

Foto petinju Jesse Rodriguez (kiri) menjatuhkan juara kelas bantam WBA Antonio Vargas (kanan) dalam media sosial yang dipantau di Jakarta, Minggu (14/6/2026). (Foto: akun Instagram resmi DAZN @daznboxing)
Editor: Damar Pratama

GEBRAK.ID; GLENDALE – Dunia tinju kembali diguncang oleh penampilan impresif petinju muda asal Amerika Serikat (AS), Jesse Rodriguez. Bertarung di Glendale, Arizona, Rodriguez sukses mengukuhkan statusnya sebagai juara dunia tiga divisi setelah menghentikan perlawanan juara dunia kelas bantam WBA, Antonio Vargas, lewat kemenangan knockout (KO) di ronde keenam.

Laga yang disiarkan melalui platform DAZN, Minggu (14/6/2026) tersebut berlangsung penuh drama sejak ronde awal. Vargas tampil agresif dan disiplin dalam menjaga jarak, membuat Rodriguez sempat kesulitan menemukan ritme terbaiknya. Namun, perlahan tetapi pasti, petinju berjuluk “Bam” itu mulai mengambil alih kendali pertarungan.

Memasuki ronde kedua, Rodriguez mulai menunjukkan kelasnya. Pergerakan cepat, kombinasi pukulan variatif, serta timing serangan yang presisi membuat Vargas mulai tertekan. Meski begitu, Rodriguez sempat terguncang di ronde ketiga setelah menerima pukulan keras yang cukup menggoyahkan fokusnya.

Namun, momen tersebut justru menjadi titik balik. Di ronde keempat, Rodriguez kembali bangkit dan meningkatkan intensitas serangan. Puncaknya terjadi di ronde kelima ketika ia berhasil menjatuhkan Vargas dan membuka jalan menuju penyelesaian cepat.

Pada ronde keenam, Rodriguez tidak memberi ruang bagi lawannya untuk pulih. Sebuah pukulan lurus kiri yang telak menghantam membuat Vargas kembali terjatuh. Meski sempat berusaha berdiri, wasit akhirnya menghentikan laga dan menyatakan kemenangan KO untuk Rodriguez.

Kemenangan ini bukan hanya sekadar tambahan gelar, tetapi juga menegaskan dominasi Rodriguez di berbagai kelas. Sebelumnya, ia telah mencatat prestasi sebagai juara dunia kelas terbang (50,8 kg) serta kelas super terbang (52,2 kg), menjadikannya salah satu petinju paling lengkap di generasinya.

Dengan kemenangan ini, rekor tak terkalahkan Rodriguez kini bertambah menjadi 24 kemenangan, termasuk 17 kemenangan KO. Sementara itu, Vargas harus menerima kekalahan kedua dalam karier profesionalnya, dengan catatan 19 kemenangan, 11 KO, dua kekalahan, dan satu no contest.

Usai laga, Rodriguez menyampaikan rasa bangganya atas pencapaian tersebut. Dalam wawancara pasca-pertarungan, ia menegaskan bahwa dirinya siap menghadapi tantangan besar berikutnya.

“Saya senang bisa menjadi juara tiga divisi di usia 26 tahun. Siapa pun yang mereka tempatkan di depan saya, saya siap,” ujar Rodriguez dengan penuh percaya diri.

Nama Rodriguez kini semakin sering dikaitkan dengan duel impian melawan raja pound-for-pound saat ini, Naoya Inoue. Pertarungan ini disebut-sebut sebagai salah satu laga paling dinantikan di dunia tinju modern, mengingat kedua petinju sama-sama memiliki gaya agresif dan rekor impresif tanpa banyak cela.

Jika duel tersebut benar-benar terwujud, dunia tinju akan menyaksikan bentrokan dua generasi emas yang berpotensi menjadi salah satu pertarungan terbesar dekade ini.

(Sumber: WBA)