Kabar Baik untuk Pemburu Beasiswa, Portal Satu Pintu Kemendiktisaintek Ditargetkan Meluncur September 2026

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie. (Foto: Kemendiktisaintek)
Editor: Devona R

GEBRAK.ID, JAKARTA – Mencari informasi beasiswa seringkali menjadi tantangan tersendiri bagi pelajar dan mahasiswa Indonesia. Banyak peluang pendidikan, baik di dalam maupun luar negeri, kerap luput dari perhatian karena informasi yang tersebar di berbagai platform dan tidak terintegrasi.

Melihat kondisi tersebut, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) tengah menyiapkan portal informasi beasiswa satu pintu yang ditargetkan mulai diluncurkan secara terbatas atau soft launching pada September 2026.

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie, mengatakan saat ini pengembangan platform tersebut masih berlangsung. Pemerintah berharap portal itu dapat menjadi pusat informasi bagi masyarakat yang ingin mencari berbagai program beasiswa secara lebih mudah dan terintegrasi.

"Kita harapkan mungkin sudah bisa soft launching dalam tiga bulan ini. Development konsepnya sudah berjalan, tetapi memang banyak hal yang harus dikerjakan oleh kementerian," ujar Stella usai menghadiri forum 2026 China-Indonesia Think Tank and Media Forum di Jakarta, Rabu (24/6/2026).

Menurut Stella, salah satu persoalan utama dalam ekosistem beasiswa di Indonesia adalah terjadinya information bottleneck atau hambatan penyebaran informasi. Akibatnya, banyak calon penerima beasiswa tidak mengetahui kesempatan yang sebenarnya tersedia.

Melalui portal tersebut, pemerintah berupaya menghimpun berbagai informasi beasiswa dalam satu platform digital. Tidak hanya program yang disediakan pemerintah Indonesia, tetapi juga beasiswa dari pemerintah negara lain, lembaga internasional, universitas asing, hingga sektor swasta.

"Karena saya lihat bahwa kita ada yang kita sebut informasi yang tidak tersampaikan atau information bottleneck. Nah ini yang kita coba galang dalam satu portal," jelas Stella.

Stella menambahkan, salah satu fokus yang ingin diperkenalkan melalui portal tersebut adalah peluang beasiswa dari China yang selama ini dinilai cukup besar, namun belum sepenuhnya diketahui oleh masyarakat luas.

"Ini agar teman-teman tahu, bukan saja beasiswa dari pemerintah pusat, tetapi juga dari pemerintah China," kata Stella.

Dalam beberapa tahun terakhir, China memang menjadi salah satu tujuan studi yang semakin diminati mahasiswa Indonesia. Selain menawarkan berbagai program beasiswa penuh, sejumlah universitas di negara tersebut juga terus meningkatkan reputasi akademiknya di tingkat global.

Kemendiktisaintek berharap kehadiran portal ini dapat memperluas akses pendidikan tinggi bagi generasi muda Indonesia. Dengan informasi yang lebih terbuka dan mudah diakses, peluang untuk melanjutkan studi ke kampus-kampus terbaik dunia diharapkan semakin besar.

Selain meningkatkan kualitas sumber daya manusia nasional, pemerintah juga menilai pertukaran pelajar dan kerja sama pendidikan dapat memperkuat hubungan bilateral Indonesia dengan berbagai negara mitra, termasuk China.

Jika sesuai target, portal beasiswa satu pintu ini akan menjadi salah satu terobosan digital pemerintah dalam mempermudah akses informasi pendidikan bagi masyarakat Indonesia.

(Sumber: Kemendiktisaintek)