![]() |
| Polri meluncurkan program Kartu Bhayangkara Prioritas Buruh sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan dan kesejahteraan para pekerja di seluruh Indonesia. ( Foto:polri.go.id) |
Editor: Dinar Kencana
GEBRAK.ID, JAKARTA – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) resmi meluncurkan program Kartu Bhayangkara Prioritas Buruh sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan dan kesejahteraan para pekerja di seluruh Indonesia. Peluncuran kartu ini dilakukan bersamaan dengan Puncak Bakti Kesehatan dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80 yang dipusatkan di Lapangan Sekolah Polisi Wanita (Sepolwan) Lemdiklat Polri, Jakarta Selatan, Selasa (23/6/2026).
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjelaskan bahwa program ini memberikan kemudahan akses layanan kesehatan bagi buruh di seluruh jaringan Rumah Sakit (RS) Bhayangkara yang tersebar di Indonesia. Dengan kartu ini, para pekerja dapat melakukan pengecekan kesehatan secara gratis di fasilitas kesehatan milik Polri.
"Ini merupakan bagian dari bentuk komitmen dan kerja sama untuk bisa membantu memberikan layanan kesehatan bagi rekan-rekan buruh di seluruh Indonesia. Khusus buruh kita memberikan kartu dengan nama Kartu Bhayangkara Prioritas Buruh," ujar Kapolri dalam konferensi pers di lokasi acara.
Sambutan Positif dari Serikat Pekerja
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea, menyambut hangat peluncuran kartu tersebut. Ia menilai program ini merupakan terobosan luar biasa yang akan memberikan manfaat nyata bagi para pekerja yang membutuhkan layanan kesehatan.
"Kartu Bhayangkara Prioritas Buruh sangat membantu buruh yang ingin berobat ke Rumah Sakit Polri di seluruh Indonesia. Kartu ini menjadi hal yang luar biasa bagi buruh," kata Andi Gani dalam kesempatan yang sama.
Andi Gani menekankan pentingnya program ini di tengah kondisi ekonomi global yang penuh tantangan. Ia menyoroti ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) di berbagai sektor industri yang kian mengkhawatirkan. Menurutnya, tingginya harga gas industri saat ini telah membebani dunia usaha dan berpotensi memicu gelombang PHK besar-besaran.
"Kondisi ini sangat mengkhawatirkan. Jika tidak segera ditangani, ancaman badai PHK bisa terjadi dalam waktu dekat. Sekarang Kartu Bhayangkara Prioritas Buruh ini sangat-sangat membantu buruh apalagi dalam situasi kesulitan ekonomi yang di depan mata akan mengancam badai PHK," ujarnya.
Ia berharap melalui kartu ini, para pekerja dapat memperoleh akses layanan kesehatan yang lebih cepat, mudah, dan berkualitas di tengah ketidakpastian ekonomi yang mereka hadapi.
Bakti Kesehatan Skala Besar
Kegiatan Puncak Bakti Kesehatan yang dihadiri sekitar 8.000 peserta ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang telah berlangsung sejak 1 Juni dan akan terus berjalan hingga 1 Juli 2026. Program ini mengerahkan sekitar 5.354 tenaga kesehatan di seluruh wilayah Indonesia.
Kapolri memaparkan bahwa hingga hari pelaksanaan puncak, program ini telah menyentuh 664.975 warga dari berbagai kalangan. Layanan yang diberikan sangat beragam, meliputi pemeriksaan kesehatan umum dan gigi, pengobatan spesialis, operasi katarak, operasi bibir sumbing, bedah minor, donor darah, pemeriksaan laboratorium, khitan massal, pemeriksaan stunting, layanan KB, pembagian kacamata gratis, pengobatan TBC, hingga pemberian alat bantu disabilitas.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin yang turut hadir dalam acara tersebut mengapresiasi keterlibatan Polri dalam mendukung program pemeriksaan kesehatan gratis yang dicanangkan pemerintah. Ia mengingatkan pentingnya deteksi dini terhadap empat faktor risiko utama penyakit tidak menular, yaitu tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, kolesterol tinggi, dan obesitas yang menjadi penyebab utama kematian seperti stroke, jantung, kanker, dan ginjal.
"Dengan menjaga kesehatan, kita harap masyarakat Indonesia selalu sehat dan bisa berusia lebih dari rata-rata usia orang Indonesia saat ini yang berusia 74 tahun," pesan Menkes Budi.
Melalui program Kartu Bhayangkara Prioritas Buruh, Polri menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dengan kalangan pekerja, tidak hanya melalui penegakan hukum dan perlindungan ketenagakerjaan, tetapi juga lewat berbagai program yang memberikan manfaat langsung bagi buruh dan keluarganya.
( berbagai sumber)
