Keluarga Novia Rahmadhani yang Meninggal Saat Latsarmil Koperasi Merah Putih Minta Evaluasi Menyeluruh

Novia Rahmadhani Sihotang. (Foto: Dok. Keluarga Novia Rahmadhani Sihotang) 

Editor: Dinar Kencana

GEBRAK.ID, PADANGSIDIMPUAN – Keluarga Novia Rahmadhani Sihotang, calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih), meminta pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) setelah Novia meninggal dunia saat mengikuti pendidikan tersebut.

Kakak kandung almarhum, Heri Sihotang, mengatakan keluarga telah menerima kepergian Novia dengan ikhlas. Namun, ia berharap peristiwa serupa tidak kembali terjadi pada peserta lain.

"Kami dari keluarga juga sudah ikhlas atas kepergian adik kami, dan ini juga sudah menjadi ketentuan Allah," ujar Heri saat ditemui media, Kamis (25/6/2026).

Meski demikian, keluarga berharap ada bentuk tanggung jawab serta evaluasi terhadap penyelenggaraan program agar standar keselamatan peserta menjadi perhatian utama.

"Kami berharap kejadian ini menjadi pembelajaran sehingga ke depan tidak ada lagi korban dalam kegiatan seperti ini," katanya.

Novia diketahui mengikuti program Latihan Dasar Kemiliteran bagi peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang dipersiapkan menjadi calon manajer Koperasi Desa Merah Putih. Pendidikan tersebut berlangsung di Pusat Bahasa Kodiklatau, Jakarta.

Menurut keluarga, Novia sebelumnya dalam kondisi sehat sebelum mengikuti rangkaian pendidikan. Kabar meninggalnya Novia pun mengejutkan pihak keluarga.

Jenazah kemudian dipulangkan ke kampung halaman untuk dimakamkan setelah proses administrasi dan koordinasi dengan pihak terkait selesai.

Hingga kini, penyebab pasti meninggalnya Novia masih menunggu penjelasan resmi dari pihak penyelenggara dan instansi terkait. Pihak keluarga berharap informasi mengenai kronologi kejadian dapat disampaikan secara terbuka agar tidak menimbulkan spekulasi di masyarakat.

Program SPPI sendiri merupakan salah satu program pemerintah yang menyiapkan sumber daya manusia untuk mendukung pengelolaan Koperasi Desa Merah Putih di berbagai daerah. Sebelum menjalankan tugas, para peserta diwajibkan mengikuti sejumlah tahapan pelatihan, termasuk pembekalan yang mengadopsi pola kedisiplinan melalui Latihan Dasar Kemiliteran.

Peristiwa meninggalnya Novia menjadi sorotan publik dan memunculkan desakan agar pelaksanaan pelatihan dievaluasi, terutama terkait aspek kesehatan, keselamatan peserta, mekanisme pengawasan, serta penanganan keadaan darurat selama pendidikan berlangsung.

(berbagai sumber)