GEBRAK.ID, JAKARTA — Sebuah bom emosional siap meledak di layar lebar Indonesia. Film "Andai Waktu Bisa Diulang Kembali" resmi meluncurkan poster dan trailer perdana di Travoy Hub, Jakarta, Jumat (26/6/2026).
Sejak kemunculan pertama, film ini langsung mencuri perhatian karena mengangkat tema universal yang dekat dengan kehidupan sehari-hari: penyesalan, kasih sayang ibu, dan dilema hidup yang menghantui setiap pilihan.
Acara peluncuran dihadiri oleh jajaran pemain dan kru utama, termasuk Davina Karamoy, Farhan Rasyid, Nadzira Shafa, Vonny Anggraini, Bismo Satrio, dan Mazaki Ahmad. Hadir pula Eksekutif Produser Ferly Halim, Produser sekaligus Penulis M. Ali Ghifari, serta Sutradara M. Amrul Ummami.
Dinar dan Mama Endang: Kisah yang Mengoyak Hati
Film ini berpusat pada Dinar (Davina Karamoy), seorang perempuan muda yang hidupnya berubah drastis sejak kehadiran Faiz (Farhan Rasyid), pria yang membawa cinta sederhana dan diterima dengan hangat oleh sang ibu, Mama Endang (Vonny Anggraini). Mama Endang digambarkan sebagai orang tua tunggal yang sangat protektif dan penuh kasih sayang.
Namun, di balik kehangatan itu, Mama Endang menyimpan beban berat. Ia menyembunyikan utang peninggalan suami dan penyakit kanker yang perlahan menggerogoti tubuhnya dari Dinar.
Rahasia ini menjadi pusat konflik yang mengguncang hidup Dinar ketika ia mengetahui kenyataan pahit: tunggakan biaya kuliah, utang yang menggunung, dan biaya pengobatan ibunya yang terus membengkak.
Di titik paling sulit itulah Firman (Bismo Satrio) hadir, menawarkan bantuan untuk menyelesaikan semua masalah Dinar. Namun tawaran itu datang dengan harga mahal yang mengancam kehormatan dan masa depannya bersama Faiz.
Penyesalan yang Menjadi Inspirasi
Produser sekaligus penulis skenario, M. Ali Ghifari, mengungkapkan ide cerita ini lahir dari pengalaman sederhana namun nyata.
"Ide film ini berawal dari rasa penyesalan yang saya rasa banyak orang pernah alami. Kita sering berpikir, 'Seandainya dulu saya begini, mungkin hasilnya berbeda,'" ujarnya dalam konferensi pers.
Ali menambahkan bahwa penyesalan terbesar biasanya muncul saat kita menyakiti orang yang kita sayangi tetapi tidak sempat meminta maaf.
Sementara itu, Eksekutif Produser Ferly Halim menyampaikan pesan mendalam tentang waktu. "Waktu itu sangat berharga. Waktu tidak bisa diputar kembali, jadi gunakan waktu sebaik mungkin selama masih ada kesempatan," pesannya.
Ferly berharap film ini mengingatkan penonton untuk lebih menghargai momen bersama orang-orang tercinta, terutama hubungan ibu dan anak.
Tantangan Akting dan Kekuatan Emosional
Davina Karamoy mengaku tantangan terbesarnya adalah memerankan Dinar yang introvert, sangat bertolak belakang dengan kepribadian aslinya. Ia juga harus beradu akting dengan sahabat lamanya, Farhan Rasyid, yang justru diperankan sebagai kekasih.
"Tantangannya menahan tawa. Di belakang layar kami sering bercanda, tapi begitu di depan kamera kami harus serius sebagai pasangan," ungkap Davina.
Vonny Anggraini, yang memerankan Mama Endang, menyebut momen paling emosional adalah saat karakternya harus menyembunyikan penyakit dari sang anak. "Ketakutan terbesar Mama Endang bukan hanya soal penyakit yang menggerogoti tubuhnya, tetapi takut meninggalkan Dinar sendirian menghadapi hidup," ujar Vonny.
Sutradara M. Amrul Ummami menambahkan bahwa film ini memiliki kejutan di akhir yang akan membuat penonton tidak hanya terkejut tetapi juga merenungi makna waktu itu sendiri. "Semua akan terjawab di film ini," janjinya.
Dengan nuansa drama yang kuat tentang kasih ibu, cinta, tekanan hidup, dan harga diri, "Andai Waktu Bisa Diulang Kembali" dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 30 Juli 2026.
Film ini siap menjadi pengingat bahwa setiap detik bersama orang yang dicintai adalah anugerah yang tak ternilai.
(*)
