Editor: A. Rayyan K
Tim melakukan pekerjaan pembersihan puing di sebuah bangunan yang runtuh setelah gempa bumi di Caracas, Venezuela, Kamis (25/6/2026). (Foto: Anadolu Agency/Diko Betancourt)
GEBRAK.ID, JAKARTA – Bencana gempa bumi dahsyat yang mengguncang Venezuela terus memakan korban jiwa. Pemerintah setempat mengonfirmasi jumlah korban meninggal dunia akibat gempa kembar yang terjadi pada Rabu (24/6/2026) kini meningkat menjadi 589 orang, sementara sedikitnya 2.980 lainnya mengalami luka-luka.
Data terbaru tersebut disampaikan Pelaksana Tugas Presiden Venezuela, Delcy Rodriguez, dalam pertemuan resmi yang disiarkan televisi nasional teleSUR, Jumat (26/6/2026).
"Sayangnya, 589 orang meninggal dan 2.980 orang terluka," ujar Rodriguez.
Angka korban diperkirakan masih dapat bertambah seiring proses pencarian dan evakuasi yang terus berlangsung di sejumlah wilayah terdampak. Tim penyelamat masih berupaya menjangkau daerah-daerah yang mengalami kerusakan paling parah.
La Guaira Jadi Wilayah Paling Terdampak
Sebelumnya, Menteri Kesehatan Venezuela Carlos Alvarado mengungkapkan bahwa situasi paling kritis terjadi di Negara Bagian La Guaira.
Wilayah tersebut menjadi lokasi dengan jumlah korban jiwa dan korban luka terbanyak setelah diguncang gempa berkekuatan besar. Selain bangunan tempat tinggal yang runtuh, sejumlah fasilitas publik mengalami kerusakan berat sehingga memperumit proses evakuasi.
Rumah sakit di beberapa daerah juga dilaporkan mengalami kerusakan akibat guncangan, memaksa tenaga medis memberikan pelayanan darurat di lokasi-lokasi sementara.
Pemerintah Venezuela langsung mengaktifkan mekanisme tanggap darurat nasional sesaat setelah gempa mengguncang.
Lebih dari 5.000 tenaga kesehatan diterjunkan untuk membantu korban, termasuk sekitar 1.200 dokter yang disebar ke berbagai daerah terdampak guna memberikan layanan medis dan mempercepat penanganan korban luka.
Gempa Kembar Disusul Puluhan Gempa Susulan
Bencana ini dipicu oleh dua gempa bumi kuat yang terjadi dalam waktu berdekatan. Gempa pertama berkekuatan magnitudo 7,2 disusul gempa kedua bermagnitudo 7,5 yang mengguncang sejumlah wilayah Venezuela.
Setelah dua guncangan utama tersebut, otoritas mencatat sedikitnya 30 gempa susulan yang terus mengguncang kawasan terdampak. Kondisi ini membuat proses penyelamatan menjadi lebih sulit karena tim evakuasi harus tetap waspada terhadap potensi runtuhnya bangunan yang sudah mengalami kerusakan.
Dampak gempa tidak hanya menghancurkan ribuan rumah warga, tetapi juga merusak jalan, jembatan, jaringan utilitas, hingga fasilitas kesehatan.
Bandara utama Venezuela bahkan dilaporkan terpaksa ditutup sementara akibat kerusakan infrastruktur dan demi alasan keselamatan penerbangan.
Evakuasi dan Bantuan Terus Berlangsung
Pemerintah Venezuela bersama aparat keamanan, tim penyelamat, dan relawan masih terus melakukan pencarian terhadap korban yang diduga tertimbun reruntuhan bangunan.
Selain proses evakuasi, distribusi bantuan kemanusiaan berupa makanan, air bersih, obat-obatan, serta kebutuhan dasar lainnya juga terus dilakukan kepada warga yang kehilangan tempat tinggal.
Otoritas setempat mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan dan mengikuti arahan petugas demi menghindari jatuhnya korban tambahan.
Bencana ini menjadi salah satu gempa paling mematikan yang melanda Venezuela dalam beberapa tahun terakhir, sekaligus menjadi ujian besar bagi upaya penanganan darurat dan pemulihan infrastruktur di negara tersebut.
(Sumber: Sputnik/RIA Novosti)