KRL Green Line Tanah Abang–Rangkasbitung Jadi yang Terpadat di Jabodetabek, KAI Siapkan Sejumlah Terobosan

Jalur KRL Commuter Line Tanah Abang–Rangkasbitung atau Green Line kini tercatat sebagai lintas KRL paling padat di wilayah Jabodetabek. (Foto: istimewa) 

Editor: Dinar Kencana

GEBRAK.ID; JAKARTA – Jalur KRL Commuter Line Tanah Abang–Rangkasbitung atau Green Line kini tercatat sebagai lintas KRL paling padat di wilayah Jabodetabek. Tingkat okupansi pada jam sibuk bahkan mencapai 161 persen, tertinggi dibandingkan lintas lainnya seperti Bogor maupun Bekasi. Kondisi tersebut mendorong PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas dan kenyamanan layanan penumpang.

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Bobby Rasyidin, dalam keterangan tertulis yang disampaikan Jumat (5/6/2026), menegaskan bahwa jalur Rangkasbitung saat ini menjadi lintas dengan tingkat kepadatan tertinggi di jaringan KRL Jabodetabek.

Menurut Bobby, tingkat okupansi 161 persen menggambarkan kondisi kereta yang sangat padat. Dalam ilustrasinya, satu meter persegi ruang di dalam kereta dapat diisi hingga delapan orang pada jam-jam sibuk. Kondisi ini jauh melampaui standar kenyamanan ideal transportasi perkotaan.

Saat ini layanan KRL Jabodetabek melayani sekitar 1,3 juta penumpang per hari. Jumlah tersebut diproyeksikan terus meningkat hingga mencapai sedikitnya 1,4 juta penumpang per hari pada tahun 2030 sehingga peningkatan kapasitas menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda.

KAI Siapkan Kereta 12 Gerbong

Salah satu solusi utama yang tengah disiapkan adalah pengoperasian rangkaian KRL 12 gerbong atau SF12 di lintas Tanah Abang–Rangkasbitung. Dengan kapasitas yang lebih besar, jumlah penumpang per perjalanan dapat meningkat signifikan sehingga kepadatan di dalam kereta dapat berkurang.

Namun rencana tersebut masih menghadapi kendala teknis. Sistem Listrik Aliran Atas (LAA) pada jalur Rangkasbitung saat ini baru memiliki kapasitas sekitar 3.000 volt sehingga belum mampu menopang operasional rangkaian SF12 secara optimal. Berbagai skenario rekayasa operasi telah dicoba, namun belum memungkinkan pengoperasian kereta 12 gerbong secara penuh.

Bangun 11 Gardu Traksi Baru

Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, KAI akan membangun 11 gardu traksi baru di sepanjang lintas Green Line. Penambahan gardu ini bertujuan meningkatkan pasokan listrik sehingga jalur Tanah Abang–Rangkasbitung dapat melayani kereta dengan formasi lebih panjang dan frekuensi perjalanan yang lebih tinggi.

Bobby menjelaskan bahwa peningkatan kapasitas listrik merupakan syarat utama agar KRL 12 gerbong dapat beroperasi secara aman dan berkelanjutan di jalur tersebut. Jika proyek ini selesai, kapasitas angkut penumpang akan meningkat secara signifikan.

Modernisasi Persinyalan untuk Pangkas Waktu Tunggu

Selain memperkuat sistem kelistrikan, KAI juga akan melakukan modernisasi sistem persinyalan yang saat ini dinilai sudah tidak lagi optimal untuk melayani volume perjalanan yang terus meningkat.

Modernisasi ini diharapkan mampu memperpendek headway atau jarak waktu antarperjalanan kereta. Saat ini Green Line masih memiliki headway sekitar 10 menit, lebih lama dibandingkan lintas Bogor dan Bekasi yang sudah berada pada kisaran 3 hingga 4 menit. 

Dengan sistem persinyalan yang lebih modern, frekuensi perjalanan dapat ditingkatkan sehingga penumpukan penumpang di stasiun maupun di dalam kereta dapat dikurangi.

Pengembangan Jaringan KRL Berlanjut

Selain fokus pada Green Line, KAI juga tengah menyiapkan sejumlah proyek pengembangan jaringan Commuter Line lainnya. Di antaranya adalah perpanjangan layanan dari Cikarang menuju Cikampek serta pengembangan konektivitas dari Bogor menuju Sukabumi. 

KAI juga berencana menambah kapasitas depo di sejumlah wilayah termasuk Rangkasbitung, Bogor, dan Cikarang guna mendukung pertumbuhan layanan di masa mendatang.

Langkah-langkah tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang KAI dalam menghadapi pertumbuhan mobilitas masyarakat Jabodetabek yang terus meningkat. 

Dengan pembangunan gardu traksi baru, modernisasi persinyalan, dan rencana pengoperasian KRL 12 gerbong, Green Line diharapkan mampu memberikan layanan yang lebih nyaman, aman, dan andal bagi jutaan pengguna transportasi publik setiap harinya.

(berbagai sumber)