Malam Purnama Tirakatan Pancasila di UI, Tokoh Budaya dan Akademisi Ajak Masyarakat Hidupkan Nilai-Nilai Kebangsaan

Kegiatan Malam Purnama Tirakatan Pancasila (Blue Moon Meditation) di lingkungan Kampus FIB Universitas Indonesia (UI), Minggu (31/5/2026) malam. (Foto: Komoenitas Makara) 
Editor: Damar Pratama

GEBRAK.ID; DEPOK – Suasana berbeda terasa di lingkungan Universitas Indonesia (UI), Depok, saat sejumlah akademisi, budayawan, tokoh spiritual, alumni, hingga pegiat kebudayaan berkumpul dalam kegiatan Malam Purnama Tirakatan Pancasila (Blue Moon Meditation), Minggu (31/5/2026). Acara yang digelar dalam rangka refleksi kelahiran Pancasila tersebut menghadirkan ruang kontemplasi dan perenungan mendalam di bawah cahaya bulan purnama yang langka.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Urban Spiritual Indonesia bekerja sama dengan Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB UI), Direktorat Kebudayaan Universitas Indonesia, Komoenitas Makara, ILUNI UI FIB, dan Perempuan Bersih Narkoba.

Mengusung tema refleksi spiritual dan kebangsaan, acara ini menjadi wadah untuk mengingat kembali nilai-nilai luhur Pancasila di tengah berbagai tantangan sosial, budaya, dan kemanusiaan yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini.

Sejumlah tokoh hadir sebagai narasumber, antara lain Pakar Religi Jawa sekaligus Co-Founder Urban Spiritual Indonesia Dr. Turita Indah Setyani, Direktur Kebudayaan Universitas Indonesia Dr. Ngatawi Al Zastrouw, Dekan Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia Dr. Untung Yuwono, Sejarawan Nasional Dr. Bondan Kanumoyoso, dan Ketua ILUNI UI FIB Visna Vulovik.

Co-Founder Urban Spiritual Indonesia, Dr. Turita Indah Setyani, menjelaskan bahwa meditasi dan tirakatan yang dilakukan pada malam purnama tersebut bukan sekadar aktivitas spiritual biasa. Menurutnya, momentum bulan purnama langka atau Blue Full Moon menjadi kesempatan untuk membangun kesadaran diri sekaligus meneguhkan komitmen terhadap nilai-nilai Pancasila.

"Peserta diajak berkontemplasi dalam ruang hening untuk menyadari nilai-nilai luhur Pancasila melalui pengalaman batin yang mendalam. Energi bulan purnama yang langka ini menjadi simbol transformasi diri, penetapan niat jangka panjang, serta penguatan kesadaran untuk menjalankan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari," ujar Dr. Turita Indah Setyani.

Kegiatan Malam Purnama Tirakatan Pancasila (Blue Moon Meditation) di lingkungan Kampus FIB Universitas Indonesia (UI), Minggu (31/5/2026) malam. (Foto: Komoenitas Makara) 

Sementara itu, Direktur Kebudayaan Universitas Indonesia Dr. Ngatawi Al Zastrouw menekankan bahwa Pancasila sejatinya lahir dari pengalaman hidup masyarakat Nusantara yang telah berlangsung selama berabad-abad.

Menurutnya, tantangan terbesar saat ini adalah bagaimana mengembalikan Pancasila sebagai praktik hidup, bukan sekadar slogan yang sering diucapkan dalam berbagai forum resmi.

"Pancasila digali dari laku hidup dan tata nilai bangsa Nusantara. Problem yang kita hadapi sekarang adalah Pancasila sering kali hanya menjadi bahan pidato dan retorika. Kita mengalami surplus kata-kata, tetapi minus keteladanan," kata Dr. Ngatawi Al Zastrouw.

Pandangan serupa disampaikan Dekan Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia Dr. Untung Yuwono. Ia menegaskan bahwa meditasi dan refleksi yang dilakukan dalam kegiatan tersebut bukanlah bentuk pelarian dari realitas sosial.

Sebaliknya, kegiatan itu menjadi sarana untuk membangun kesadaran yang lebih jernih agar masyarakat mampu menghadapi kehidupan dengan sikap yang lebih bijaksana, toleran, dan penuh empati.

"Kampus harus menjadi ruang perjumpaan antara ilmu pengetahuan, kebudayaan, spiritualitas, dan kemanusiaan. Dari ruang seperti inilah semangat persatuan dan dialog dapat terus tumbuh," ungkap Dr. Untung Yuwono.

Adapun Sejarawan Nasional Dr. Bondan Kanumoyoso menilai Tirakatan Pancasila menjadi momentum penting untuk meneguhkan kembali nilai-nilai kemanusiaan, persatuan, keadilan, dan gotong royong yang menjadi fondasi kehidupan berbangsa.

Sementara, Ketua ILUNI UI FIB Visna Vulovik menegaskan bahwa spiritualitas, kebudayaan, dan nasionalisme merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dalam menjaga kehidupan masyarakat Indonesia yang majemuk.

Selain para narasumber, kegiatan ini juga mendapat dukungan dari berbagai tokoh, di antaranya Wakil Dekan 2 FIB UI Dr. phil. Lily Tjahjandari, M.Hum, Ketua Komoenitas Makara Fitra Manan, Ketua Umum CEO Indonesia dan Perempuan Bersinar Trisya Aisyah Suherman, SE, MM, CWC, Cidesco, Kepala PPKB FIB UI Dr. Ahmad Fahrurodji, Komisaris Utama Mustika Ratu Putri Kus Wisnu Wardani, Managing Director PT Toys Games Indonesia, Pendopo, dan ATARU Tasya Widya Krisnadi. 

Kemudian, Tenaga Ahli Pengajar Bidang Hukum dan HAM Lemhanas Irjen Pol Dr. Chaidir, M.Si, M.P.P, M.Han, Kaprodi Sastra Prancis FIB UI Dr. Suma Riella Rusdiarti, Dosen Sastra Daerah untuk Sastra Jawa FIB UI Dr. Ari Prasetiyo, Founder BWCF Seno Joko Suyono, Jurnalis dan Co-Founder Yayasan Kalyanamitra Debra Yatim, serta Pegiat Budaya Abang Ahmad.

Dukungan juga datang dari Gubernur Akademi Angkatan Udara Marsekal Muda TNI Donald Kasenda, S.T., S.I.P., M.M. yang berhalangan hadir namun tetap menyampaikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Melalui Malam Purnama Tirakatan Pancasila, para penyelenggara berharap nilai-nilai kebangsaan tidak hanya diperingati setiap tahun, tetapi juga dihidupi dalam tindakan nyata yang memperkuat persatuan, toleransi, dan kemanusiaan di tengah masyarakat Indonesia.

(Humas Komoenitas Makara)