GEBRAK.ID, JAKARTA – Kabar yang ditunggu pecinta otomotif akhirnya datang. Mazda dikabarkan mulai mendistribusikan gelombang pertama Mazda 6e versi setir kanan (right-hand drive/RHD) ke sejumlah negara, menandai semakin dekatnya peluncuran sedan listrik terbaru tersebut di pasar global, termasuk Indonesia.
Laporan terbaru pada Rabu (24/6/2026) menyebutkan sebanyak 500 unit Mazda 6e telah tiba di Pelabuhan Laem Chabang, Thailand. Kehadiran mobil tersebut menjadi penampakan perdana versi produksi setir kanan yang akan dipasarkan di sejumlah negara Asia-Pasifik dan Eropa.
Langkah ini sekaligus mempertegas ambisi Mazda dalam memperluas portofolio kendaraan listriknya di tengah persaingan pasar EV yang semakin ketat. Setelah Thailand dan Australia, model ini juga telah dikonfirmasi untuk sejumlah negara lain seperti Inggris, Singapura, Hong Kong, hingga Indonesia.
Mazda 6e merupakan versi global dari Mazda EZ-6 yang lebih dulu diluncurkan di China pada Oktober 2024. Kendaraan ini diproduksi melalui kerja sama Mazda dengan Changan Automobile di fasilitas Changan-Mazda yang berlokasi di Nanjing, China.
Meski berbagi platform dengan beberapa model Changan dan Deepal, Mazda menegaskan bahwa karakter berkendaranya tetap dirancang sesuai filosofi khas pabrikan Jepang tersebut.
"Jinba-Ittai tetap menjadi fondasi utama dalam pengembangan Mazda 6e sehingga pengemudi dapat merasakan koneksi yang kuat dengan kendaraan," demikian filosofi yang selama ini dipegang Mazda dalam setiap produknya.
Secara desain, Mazda 6e tampil sebagai sedan liftback modern dengan garis bodi yang aerodinamis dan proporsi yang elegan. Dimensinya tergolong besar dengan panjang mencapai 4.921 mm dan jarak sumbu roda 2.900 mm, membuatnya siap bersaing di segmen sedan listrik premium.
Salah satu pembaruan menarik pada model setir kanan adalah penggunaan baterai LFP terbaru berkapasitas 78 kWh yang dipasok CATL-Changan. Mazda mengklaim baterai ini mampu meningkatkan efisiensi sekaligus memperpanjang jarak tempuh.
Berdasarkan klaim Mazda Australia, sedan listrik tersebut mampu melaju hingga 560 kilometer dalam sekali pengisian daya. Angka ini membuat Mazda 6e menjadi salah satu sedan listrik dengan daya jelajah kompetitif di kelasnya.
Tenaga disalurkan ke roda belakang melalui motor listrik tunggal yang menghasilkan performa responsif khas kendaraan listrik modern. Untuk menunjang kenyamanan, Mazda tetap mempertahankan kombinasi suspensi depan MacPherson dan suspensi belakang multi-link yang selama ini dikenal memberikan keseimbangan antara kenyamanan dan pengendalian.
Meski harga di pasar China relatif kompetitif, mulai sekitar Rp398 juta, harga ekspornya jauh lebih tinggi. Di Inggris, misalnya, Mazda 6e dipasarkan mulai sekitar Rp923 juta.
Jika nantinya masuk Indonesia, Mazda 6e berpotensi menjadi penantang serius bagi sejumlah sedan listrik premium yang lebih dulu hadir. Apalagi, tren kendaraan listrik nasional terus menunjukkan pertumbuhan seiring meningkatnya minat konsumen terhadap mobil ramah lingkungan dan dukungan pemerintah terhadap ekosistem EV.
Kini, pertanyaan terbesar tinggal satu: kapan Mazda Indonesia resmi mengumumkan jadwal peluncuran sedan listrik yang disebut-sebut sebagai penerus spiritual Mazda6 tersebut?
(Sumber: Mazda)
JANGAN TERLEWATKAN Mobil Mazda EZ-6 Sports Edition Bakal Diluncurkan di Chongqing Auto Show 2025 China
