Editor: Devona R
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto. (Foto: Kemendiktisaintek)
GEBRAK.ID; JAKARTA – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mengungkap sebanyak 122 program studi (prodi) resmi ditutup sepanjang 2026. Menariknya, dari 11 program studi yang paling banyak dihentikan penyelenggaraannya, tidak satu pun berasal dari rumpun pendidikan.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menyatakan, penutupan prodi tersebut dilakukan berdasarkan usulan perguruan tinggi negeri (PTN) maupun perguruan tinggi swasta (PTS) yang menjadi penyelenggara. Pernyataan itu disampaikan dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI, Rabu (3/6/2026).
“Kebetulan memang yang 11 prodi terbanyak ini tidak ada yang pendidikan,” ujar Brian.
Beberapa program studi yang paling banyak ditutup antara lain D3 Kebidanan, D3 Manajemen Informatika, D3 Akuntansi, D3 Teknik Komputer, D3 Keuangan dan Perbankan, D3 Keperawatan, S1 Manajemen Retail, hingga S1 Matematika.
Menurut Brian, penutupan sejumlah prodi tidak selalu berarti bidang ilmunya hilang. Banyak kampus justru melakukan transformasi dengan mengganti program studi lama menjadi jurusan yang dinilai lebih relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan masa depan.
Sebagai contoh, program studi Matematika di sejumlah kampus berkembang menjadi Aktuaria, sementara bidang teknik kini mulai mengarah ke kecerdasan buatan (AI), machine learning, dan robotika.
Brian juga menegaskan bahwa kebijakan tersebut bukan instruksi pemerintah untuk menyesuaikan kebutuhan industri secara langsung, melainkan hasil evaluasi internal kampus terhadap minat mahasiswa dan perkembangan keilmuan. Selain karena minim peminat, penutupan prodi juga dapat terjadi akibat pelanggaran berat yang berujung pada sanksi administratif.
Kemdiktisaintek menilai evaluasi berkala menjadi langkah penting agar program studi yang ditawarkan perguruan tinggi tetap relevan, kompetitif, dan mampu menjawab tantangan dunia kerja yang terus berubah.
(Sumber: Kemendiktisaintek)
JANGAN TERLEWATKAN Program Studi tak Relevan Bakal Ditutup, Pemerintah Dorong Kampus Ikuti Kebutuhan Industri