GEBRAK.ID; JAKARTA – Ada pemandangan menarik dalam peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 di Gedung Pancasila, Jakarta, Senin (1/6/2026). Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri tampak menunjukkan keakraban di hadapan publik dalam momentum yang sarat makna kebangsaan tersebut.
Momen itu terlihat saat keduanya meninggalkan lokasi upacara. Dengan wajah penuh senyum, Prabowo dan Megawati berjalan berdampingan sambil bergandengan tangan. Kebersamaan dua tokoh nasional tersebut langsung menjadi perhatian banyak pihak karena berlangsung di tengah suasana peringatan Hari Lahir Pancasila yang mengusung semangat persatuan.
Sebelumnya, Prabowo juga terlihat memasuki area upacara bersama Megawati yang saat ini menjabat sebagai Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Kehadiran keduanya mencerminkan suasana kebersamaan dalam memperingati hari bersejarah bagi bangsa Indonesia.
Upacara yang berlangsung khidmat itu turut dihadiri Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, para pimpinan lembaga negara, menteri kabinet, tokoh nasional, hingga mantan pejabat tinggi negara.
Selain berbincang akrab dengan Megawati, Presiden Prabowo juga tampak berdiskusi santai dengan sejumlah tokoh nasional lainnya. Di antaranya Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla serta Wakil Presiden ke-13 Ma'ruf Amin. Dalam perbincangan tersebut turut hadir Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Keakraban Prabowo dan Megawati bukan kali pertama menjadi sorotan publik. Keduanya memiliki sejarah politik yang panjang. Pada Pemilihan Presiden 2009, Megawati dan Prabowo pernah berpasangan sebagai calon presiden dan calon wakil presiden.
Dalam beberapa kesempatan terakhir, hubungan keduanya juga terlihat semakin cair. Bahkan saat Rapat Paripurna DPR RI pada 20 Mei 2026 lalu, Prabowo secara terbuka mengungkapkan apresiasinya kepada Megawati. Ia menceritakan bahwa Ketua Umum PDI Perjuangan tersebut pernah memberikan dukungan ketika dirinya belum berada dalam pemerintahan.
Prabowo juga menyampaikan penghargaan kepada PDI Perjuangan yang saat ini berada di luar pemerintahan. Menurutnya, keberadaan oposisi tetap memiliki peran penting dalam menjaga fungsi kontrol, pengawasan, dan keseimbangan dalam sistem demokrasi.
Momen kebersamaan antara Prabowo dan Megawati pada peringatan Hari Lahir Pancasila dinilai banyak kalangan sebagai simbol penting persatuan nasional. Di tengah dinamika politik yang kerap menghadirkan perbedaan pandangan, keduanya menunjukkan bahwa semangat kebangsaan dan kepentingan negara tetap dapat menjadi titik temu.
Sejalan dengan pesan utama Hari Lahir Pancasila, momen tersebut menjadi pengingat bahwa persatuan dan gotong royong tetap menjadi fondasi utama dalam menjaga keutuhan Indonesia.
(Sumber: Sekretariat Presiden)
