![]() |
| Nasabah KUR akan terintegrasi dengan Sapa UMKM untuk mengakses pembiayaan, pelatihan, hingga pendampingan usaha dalam satu sistem. ( Foto: kementerian UMKM) |
Editor: Dinar Kencana
GEBRAK.ID,JAKARTA – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) akan mengintegrasikan sistem digital Sapa UMKM ke dalam proses pengajuan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Langkah ini dilakukan agar penerima KUR tidak hanya memperoleh akses pembiayaan, tetapi juga berbagai layanan pendukung untuk mengembangkan usahanya.
Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengatakan Komite Pembiayaan telah memberikan persetujuan agar Sapa UMKM menjadi bagian dari mekanisme pendaftaran dan pengajuan KUR.
"Di rapat Komite Pembiayaan terakhir, kami sudah mendapatkan izin untuk memasukkan sistem Sapa UMKM di dalam proses pendaftaran dan untuk mengajukan KUR," kata Maman saat Festival Kemudahan dan Perlindungan UMKM di Gedung Smesco, Jakarta Selatan, Senin (29/6/2026).
Menurut Maman, kebijakan tersebut bertujuan memastikan pelaku UMKM memperoleh layanan yang lebih komprehensif, tidak berhenti pada akses permodalan semata.
Melalui Sapa UMKM, pemerintah ingin menghubungkan pelaku usaha dengan berbagai program, mulai dari pendampingan usaha, pelatihan, informasi kebijakan, hingga akses promosi dan perluasan pasar.
"Sekali mendaftar, pelaku usaha bisa mengakses seluruh layanan yang tersedia melalui satu akun," ujarnya.
Satu pintu layanan UMKM
Sapa UMKM dikembangkan sebagai platform layanan digital berbasis single sign-on. Dengan sistem ini, pelaku usaha tidak perlu lagi mendaftar berulang kali untuk mengakses layanan pemerintah yang berbeda.
Platform tersebut dirancang menjadi pusat layanan terpadu yang menghubungkan kebutuhan pelaku UMKM dalam satu ekosistem digital. Pemerintah berharap digitalisasi ini dapat memangkas birokrasi sekaligus mempercepat akses terhadap berbagai program pemberdayaan UMKM.
Selain mempermudah layanan, Sapa UMKM juga menjadi fondasi penyusunan basis data UMKM nasional yang lebih akurat. Selama ini, pemerintah mengakui data UMKM masih bersifat statis sehingga belum sepenuhnya mencerminkan kondisi riil pelaku usaha di lapangan. Melalui pembaruan data secara berkala, kebijakan yang disusun diharapkan menjadi lebih tepat sasaran.
Didorong menjadi ekosistem digital UMKM
Sebelumnya, Maman juga mengajak seluruh pelaku UMKM di Indonesia bergabung ke dalam Sapa UMKM. Menurutnya, aplikasi tersebut bukan sekadar platform digital, melainkan sistem layanan satu pintu yang memperkuat ekosistem UMKM nasional.
Pemerintah menargetkan platform ini mampu menghubungkan puluhan juta pelaku UMKM dengan berbagai layanan, seperti pembiayaan, pelatihan, promosi produk, hingga informasi program pemerintah dalam satu kanal digital.
Dengan integrasi Sapa UMKM ke dalam pengajuan KUR, pemerintah berharap penyaluran kredit tidak hanya meningkatkan akses modal, tetapi juga memperkuat daya saing dan keberlanjutan usaha para pelaku UMKM di seluruh Indonesia.
( berbagai sumber)
