GEBRAK.ID; JAKARTA – Antusiasme pelajar Indonesia terhadap dunia sains dan inovasi terus menunjukkan tren positif. Hal itu terlihat dari jumlah peserta Olimpiade Sains Nasional Tingkat Kabupaten/Kota (OSN-K) 2026 yang menembus angka fantastis, yakni lebih dari 716 ribu murid dari seluruh Indonesia dan Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN).
Ajang yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) tersebut diikuti murid tingkat SD/MI/sederajat dan SMP/MTs/sederajat dari 38 provinsi serta sejumlah SILN yang tersebar di berbagai negara.
Berdasarkan data resmi Kemendikdasmen, peserta tingkat SD/MI/sederajat mencapai 418.918 murid, meningkat sekitar 21 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, jumlah peserta tingkat SMP/MTs/sederajat mencapai 297.955 murid, atau naik sekitar 15 persen dibandingkan pelaksanaan OSN-K 2025.
Dengan total peserta mencapai lebih dari 716 ribu siswa, OSN-K 2026 menjadi salah satu kompetisi akademik terbesar yang digelar pemerintah dalam upaya menjaring talenta muda di bidang sains, riset, dan inovasi.
Kepala Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kemendikdasmen, Maria Veronica Irene Herdjiono, mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan kompetisi tersebut, mulai dari peserta, sekolah, dinas pendidikan, pengawas, hingga panitia di berbagai daerah.
“Peningkatan partisipasi ini menunjukkan semakin tumbuhnya semangat belajar dan kecintaan murid terhadap sains. Kami berharap OSN-K menjadi sarana untuk mengembangkan potensi terbaik peserta didik sekaligus membangun karakter yang jujur, disiplin, dan tangguh,” ujar Maria Veronica Irene Herdjiono dalam siaran persnya, Sabtu (13/6/2026).
Tak Hanya Adu Kecerdasan, tapi Juga Bentuk Karakter
Kemendikdasmen menegaskan bahwa OSN-K tidak semata-mata menjadi arena kompetisi akademik. Lebih dari itu, ajang ini dirancang sebagai ruang pembinaan karakter yang menanamkan nilai integritas, kedisiplinan, tanggung jawab, serta semangat berkompetisi secara sehat sejak usia dini.
Untuk memastikan proses seleksi berjalan adil dan kredibel, Puspresnas menerapkan sistem pengawasan berlapis. Pengawasan dilakukan melalui pengawas silang, pemantauan panitia pusat dan daerah, siaran langsung pelaksanaan, hingga dokumentasi dari berbagai wilayah Indonesia, termasuk daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).
Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga transparansi, objektivitas, dan akuntabilitas selama proses seleksi berlangsung.
Pelaksanaan OSN-K tahun ini juga mendapat respons positif dari berbagai daerah. Banyak peserta mengaku bangga dapat menjadi bagian dari kompetisi nasional yang tidak hanya menguji kemampuan akademik, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai sportivitas dan kejujuran.
Menuju Tingkat Provinsi
Hasil seleksi OSN-K nantinya akan menjadi dasar penetapan peserta yang berhak melaju ke Olimpiade Sains Nasional Tingkat Provinsi (OSN-P). Para peserta terbaik dari setiap daerah akan kembali bersaing untuk memperebutkan tiket menuju tingkat nasional.
Melalui penyelenggaraan yang inklusif dan berintegritas, Kemendikdasmen berharap OSN terus menjadi wadah lahirnya generasi unggul Indonesia yang mampu berkontribusi dalam bidang riset, teknologi, dan inovasi di masa depan.
Peningkatan jumlah peserta tahun ini sekaligus menjadi sinyal bahwa minat generasi muda terhadap sains terus berkembang, sejalan dengan kebutuhan Indonesia dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompetitif di era global.
(Sumber: Kemendikdasmen)
