Editor: Damar Pratama
Petenis putri Indonesia, Janice Tjen. (Foto: WTA Tour)
GEBRAK.ID; JAKARTA – Kabar membanggakan kembali datang dari dunia tenis Indonesia. Petenis putri Indonesia, Janice Tjen, sukses mengharumkan nama bangsa setelah meraih gelar juara nomor ganda Birmingham Classic 2026 bersama pasangan asal Australia, Talia Gibson.
Dalam partai final turnamen WTA 125 yang berlangsung di Birmingham, Inggris, Jumat (5/6/2026), pasangan unggulan pertama tersebut tampil impresif saat mengalahkan wakil tuan rumah Harriet Dart dan Maia Lumsden dalam dua set langsung dengan skor 6-4, 6-3.
Kemenangan itu sekaligus menambah koleksi trofi Janice di level WTA dan semakin menegaskan statusnya sebagai salah satu petenis Indonesia paling bersinar di kancah internasional saat ini.
Tampil Dominan Sejak Awal
Menghadapi pasangan unggulan kedua yang mendapat dukungan penuh publik tuan rumah, Janice dan Gibson langsung menunjukkan mental juara sejak awal pertandingan.
Keduanya mengandalkan servis keras dan permainan agresif untuk menekan lawan. Strategi tersebut terbukti efektif meski Dart dan Lumsden sempat memberikan perlawanan sengit sepanjang set pertama.
Berdasarkan statistik resmi WTA, pasangan Inggris itu mampu memasukkan 70,6 persen servis pertama dan memenangi 62,5 persen poin dari servis pembuka mereka.
Namun Janice dan Gibson tampil lebih efektif dalam momen-momen krusial. Pasangan Indonesia-Australia tersebut berhasil memanfaatkan tiga dari empat peluang break point yang diperoleh untuk mengamankan set pertama dengan skor 6-4.
Keunggulan itu menjadi modal penting untuk menghadapi set kedua yang berlangsung tak kalah ketat.
Tak Beri Kesempatan Lawan Bangkit
Memasuki set kedua, Janice dan Gibson justru tampil semakin percaya diri. Permainan solid dari garis belakang serta servis yang konsisten membuat pasangan tuan rumah kesulitan menemukan celah untuk membalikkan keadaan.
Statistik pertandingan menunjukkan Janice dan Gibson memenangi 84,2 persen poin dari servis pertama mereka. Tak hanya itu, keduanya juga tampil sempurna saat menghadapi tekanan dengan menyelamatkan seluruh peluang break point yang didapat lawan.
Penampilan disiplin tersebut membuat Dart dan Lumsden gagal mengembangkan permainan terbaiknya.
Setelah bertarung selama satu jam 14 menit, Janice dan Gibson akhirnya memastikan kemenangan 6-3 pada set kedua sekaligus mengunci gelar juara Birmingham Classic 2026.
Gelar Kelima dalam Karier WTA
Trofi di Birmingham menjadi pencapaian spesial bagi Janice. Gelar tersebut merupakan gelar ganda kelima yang berhasil diraih petenis kelahiran Jakarta itu sejak mulai aktif berkompetisi di level WTA Tour pada September tahun 2025 lalu.
Perjalanan sukses Janice dalam nomor ganda terbilang luar biasa. Pada Oktober 2025, ia meraih gelar WTA 125 Suzhou di China bersama Aldila Sutjiadi sebelum kembali berjaya di ajang WTA 250 Chennai, India, pada November tahun yang sama.
Masih pada musim 2025, Janice juga sukses menjuarai WTA 250 Guangzhou bersama petenis Polandia Katarzyna Piter. Kolaborasinya dengan Piter berlanjut pada awal musim 2026 ketika keduanya berhasil mengangkat trofi WTA 250 Hobart di Australia.
Kini, Birmingham Classic menjadi gelar kelima yang memperkaya koleksi prestasinya di level profesional.
Sektor Ganda Jadi Andalan
Kesuksesan di sektor ganda menjadi kontras dengan perjalanan Janice di nomor tunggal musim ini. Pada Birmingham Classic 2026, langkahnya di sektor tunggal harus terhenti pada babak kedua.
Dalam beberapa bulan terakhir, Janice memang masih berupaya menemukan kembali performa terbaiknya setelah sempat mencatat pencapaian bersejarah pada awal tahun.
Berkat penampilan impresif saat menjalani rangkaian turnamen Timur Tengah atau Middle-East Swing, Janice sempat menembus peringkat tertinggi sepanjang kariernya di posisi ke-36 dunia.
Meski hasil di nomor tunggal belum sepenuhnya sesuai harapan, keberhasilan meraih gelar ganda di Birmingham menjadi sinyal positif menjelang musim lapangan rumput yang semakin kompetitif.
Prestasi tersebut juga menunjukkan bahwa Janice tetap menjadi salah satu aset penting tenis Indonesia di level dunia. Dengan usia yang masih 24 tahun dan performa yang terus berkembang, peluang untuk meraih gelar-gelar lebih besar di masa depan masih terbuka lebar.
Keberhasilan menjuarai Birmingham Classic sekaligus menjadi bukti bahwa nama Janice Tjen kini semakin diperhitungkan dalam persaingan tenis putri internasional, khususnya di sektor ganda yang kini juga menjadi kekuatan utamanya.
(Sumber: WTA Tour)