![]() |
| Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie. (Foto: PBSI) |
GEBRAK.ID; JAKARTA – Asa Indonesia untuk meraih gelar di kandang sendiri masih terjaga. Pebulu tangkis tunggal putra andalan Merah Putih, Jonatan Christie, sukses melangkah ke babak semifinal Indonesia Open 2026 setelah menyingkirkan wakil Jepang, Yushi Tanaka, dalam duel sengit di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (5/6/2026).
Tampil di hadapan ribuan pendukung sendiri, Jonatan yang akrab disapa Jojo harus bekerja keras sebelum akhirnya mengamankan kemenangan dua gim langsung dengan skor 21-19 dan 24-22.
Kemenangan tersebut sekaligus memperpanjang dominasi Jojo atas Tanaka dalam rekor pertemuan kedua pemain. Dari empat kali bentrok, unggulan kelima turnamen itu kini telah mengoleksi tiga kemenangan dan hanya sekali menelan kekalahan dari pebulu tangkis Jepang tersebut.
Sempat Kesulitan Hadapi Permainan Cepat Tanaka
Sejak awal pertandingan, Jojo mencoba mengambil inisiatif serangan. Namun, permainan cepat dan agresif yang diperagakan Tanaka membuat wakil Indonesia kesulitan mengembangkan permainan terbaiknya.
Bahkan pada interval gim pertama, Jojo masih tertinggal tipis 10-11. Dukungan penuh publik Istora menjadi suntikan semangat bagi peraih medali emas Asian Games 2018 tersebut untuk bangkit.
Selepas jeda, permainan Jojo mulai menemukan ritme. Ia perlahan mampu mengejar ketertinggalan hingga menyamakan kedudukan menjadi 17-17. Memasuki poin-poin kritis, pengalaman dan ketenangan Jojo menjadi pembeda.
Serangkaian serangan tajam serta minimnya kesalahan sendiri membuat Jonatan berhasil merebut gim pertama dengan skor 21-19.
Drama Ketat Warnai Gim Kedua
Memasuki gim kedua, pertandingan berlangsung semakin sengit. Jojo sempat terlihat kehilangan fokus pada awal permainan sehingga beberapa kali gagal mengantisipasi serangan lawan.
Tanaka memanfaatkan kondisi tersebut untuk terus menekan. Namun ketangguhan mental Jojo kembali terlihat ketika mampu membalikkan keadaan dan menutup interval dengan keunggulan tipis 11-10.
Selepas jeda, kedua pemain terlibat pertarungan reli panjang yang memancing sorak-sorai penonton Istora. Poin demi poin berlangsung ketat hingga skor terus berkejaran.
Saat pertandingan memasuki fase penentuan, Jojo menunjukkan kualitasnya sebagai salah satu pemain elite dunia. Dalam tekanan tinggi, ia mampu menjaga ketenangan dan memanfaatkan peluang untuk mengunci kemenangan 24-22.
Sorak kemenangan pun langsung menggema di Istora setelah pukulan terakhir Tanaka gagal mengembalikan shuttlecock dengan sempurna.
Jojo Ungkap Tantangan Bermain di Istora
Usai pertandingan, Jonatan mengungkapkan dirinya sempat mengalami kesulitan beradaptasi dengan kondisi lapangan yang berbeda dibandingkan beberapa hari sebelumnya.
Menurut Jojo, perubahan arah angin di arena pertandingan cukup memengaruhi jalannya laga sehingga ia harus melakukan penyesuaian selama pertandingan berlangsung.
"Tadi ada sedikit perubahan dari segi lapangan karena kondisi angin mungkin sedikit berubah karena ada panggung. Jadi memang harus melakukan penyesuaian lagi di set pertama dan set kedua," kata Jojo kepada awak media.
Jojo juga memberikan apresiasi kepada Yushi Tanaka yang dinilai tampil sangat baik dan memberikan perlawanan sengit sepanjang pertandingan. "Memang tidak mudah. Yushi bermain cukup baik dan membuat saya harus terus fokus dari awal sampai akhir pertandingan," ujarnya.
Tantangan Berat Menanti di Semifinal
Keberhasilan melaju ke empat besar membuat Jonatan semakin dekat dengan peluang meraih gelar Indonesia Open yang sangat prestisius. Namun, tantangan berat sudah menunggu di babak semifinal.
Pada pertandingan berikutnya, Jojo dijadwalkan menghadapi tunggal putra Thailand, Panitchaphon Teeraratsakul, yang juga tampil impresif sepanjang turnamen.
Pertemuan tersebut diprediksi berlangsung menarik mengingat kedua pemain sama-sama memiliki karakter permainan menyerang dan kemampuan bertahan yang solid.
Dukungan publik Istora kembali diharapkan menjadi senjata tambahan bagi Jonatan untuk menjaga peluang Indonesia meraih gelar di turnamen BWF World Tour Super 1000 tersebut.
Dengan performa yang terus meningkat dan mental bertanding yang semakin matang, Jojo kini menjadi salah satu harapan terbesar Indonesia untuk mengangkat trofi Indonesia Open 2026 di hadapan pendukung sendiri.
(Sumber: PBSI)
