SPMB Jatim 2026: Hampir 300 Ribu Calon Murid Kantongi PIN, Dindik Ingatkan Jangan Abaikan Simulasi Pendaftaran

Proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Jawa Timur 2026 memasuki tahapan penting. (Foto ilustrasi: Humas Kemendikdsmen)
Editor: Devona R

GEBRAK.ID; SURABAYA – Proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Jawa Timur 2026 memasuki tahapan penting. Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur mencatat sebanyak 296.287 calon murid baru jenjang SMA dan SMK telah berhasil memperoleh Personal Identification Number (PIN) setelah proses verifikasi dan validasi data selesai dilakukan.

Jumlah tersebut diperoleh dari total 316.078 calon murid yang mengajukan PIN hingga masa pengambilan ditutup pada 9 Juni 2026. Sementara itu, masih terdapat 4.006 calon murid yang belum berhasil mendapatkan PIN hingga batas akhir pengajuan.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur (Jatim), Aries Agung Paewai, memastikan tidak ada perpanjangan waktu untuk tahapan pengambilan PIN. Meski demikian, ia meminta para siswa yang belum memperoleh PIN untuk tetap optimistis melanjutkan pendidikan.

“Alhamdulillah tahapan pengambilan PIN sudah rampung. Bagi calon murid yang belum mendapatkan PIN jangan patah semangat. Sekolah swasta juga memiliki kualitas yang baik dan banyak yang menyediakan program beasiswa,” ujar Aries di Surabaya, Rabu (10/6/2026).

Menurut Aries, selama proses pengambilan PIN terdapat sejumlah kendala yang menyebabkan sebagian siswa belum berhasil menyelesaikan tahapan tersebut. Mulai dari kesalahan pengisian data, lupa tanggal penerbitan Kartu Keluarga saat login, hingga belum terinputnya nilai rapor oleh sekolah asal.

Selain itu, beberapa siswa juga diketahui belum melakukan verifikasi nilai rapor secara mandiri, melakukan pembatalan verifikasi akibat kesalahan nilai, hingga kekeliruan dalam memilih status domisili maupun kondisi disabilitas.

Simulasi Jadi Bekal Penting Sebelum Pendaftaran

Dalam pelaksanaan SPMB tahun ini, Dindik Jatim juga menyediakan simulasi pendaftaran yang diikuti oleh 146.503 calon murid. Sementara sebanyak 169.575 siswa yang telah memperoleh PIN tercatat belum mengikuti simulasi tersebut.

Aries menegaskan simulasi memang tidak bersifat wajib, tetapi sangat penting untuk membantu siswa memahami mekanisme pendaftaran yang sebenarnya.

“Kalau tidak mengikuti simulasi, calon murid akan kesulitan saat pendaftaran berlangsung. Simulasi ini memberikan gambaran nyata mengenai proses yang akan mereka hadapi,” kata Aries.

Melalui simulasi tersebut, peserta jalur domisili dapat mengetahui rayon sekolah yang sesuai dengan alamat tempat tinggal mereka, termasuk jarak ke sekolah tujuan. Sementara peserta jalur prestasi akademik juga dapat melihat estimasi nilai akhir yang akan digunakan dalam proses seleksi.

Jalur Domisili Dibuka 11 Juni

Dindik Jawa Timur juga mengingatkan calon murid yang akan mengikuti Jalur Domisili SMA dan SMK agar memperhatikan jadwal pendaftaran yang berlangsung pada 11–12 Juni 2026.

Untuk tahun ini, kuota Jalur Domisili ditetapkan sebesar 35 persen bagi SMA dan 10 persen untuk SMK. Penentuan peringkat dilakukan berdasarkan kombinasi nilai akademik, jarak tempat tinggal ke sekolah, serta waktu pendaftaran.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan seluruh tahapan SPMB Tahun Ajaran 2026/2027 berjalan lancar dan terkendali.

Saat meninjau pelaksanaan SPMB di SMKN 1 Madiun dan SMAN 4 Madiun, Khofifah mengatakan sistem yang diterapkan telah dirancang untuk menghindari penumpukan siswa maupun orang tua di sekolah tujuan.

“Saya memastikan proses SPMB berjalan lancar. Semua tahapan sudah terukur dengan pembatasan tertentu setiap hari sehingga tidak terjadi antrean panjang dan seluruh proses menjadi lebih tertib,” ujar Khofifah.

Dengan sistem yang semakin digital dan terukur, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap pelaksanaan SPMB 2026 dapat berlangsung lebih transparan, efektif, dan memberikan kemudahan bagi seluruh calon peserta didik dalam menentukan sekolah tujuan mereka.

(Sumber: Antara)