Editor: Damar Pratama
Pelatih Timnas Qatar, Julen Lopetegui. (Foto: West Ham United FC)
GEBRAK.ID; JAKARTA – Timnas Qatar mencatatkan momen bersejarah pada laga perdana Grup B Piala Dunia 2026. Meski hanya bermain imbang 1-1 melawan Swiss, hasil tersebut menjadi pencapaian penting karena untuk pertama kalinya Qatar berhasil meraih poin di ajang sepak bola paling bergengsi di dunia.
Pelatih Qatar, Julen Lopetegui, tak bisa menyembunyikan rasa bangganya terhadap perjuangan para pemain yang tampil disiplin dan pantang menyerah hingga peluit akhir dibunyikan.
Menurut Lopetegui, hasil tersebut merupakan buah dari mentalitas kuat yang diperlihatkan anak asuhnya sepanjang pertandingan.
"Saya sangat bangga dengan tim ini. Saya mengatakan kepada mereka bahwa meski kami tidak mencetak gol dan tidak bermain imbang, saya tetap bangga dengan mentalitas serta disiplin yang mereka tunjukkan hari ini. Namun, beruntung kami mencetak gol dan itu menjadi sebuah sejarah," ujar Lopetegui, dikutip dari AFP, Minggu (14/6/2026).
Gol Dramatis di Injury Time Selamatkan Qatar
Dalam pertandingan yang berlangsung di Levi's Stadium, Qatar harus bekerja keras menghadapi tekanan Swiss yang tampil dominan sejak menit awal. Swiss lebih dulu membuka keunggulan melalui penalti yang dieksekusi dengan sempurna oleh Breel Embolo pada babak pertama.
Sepanjang laga, Swiss mendominasi jalannya pertandingan dengan mencatatkan 26 tembakan ke arah gawang. Namun, buruknya efektivitas penyelesaian akhir membuat mereka gagal menambah gol.
Saat kemenangan Swiss sudah di depan mata, Qatar justru berhasil mencuri satu poin lewat gol dramatis kapten tim, Boualem Khoukhi, pada masa injury time babak kedua.
Gol tersebut disambut meriah oleh para pendukung Qatar karena memastikan negara Teluk itu meraih poin perdana dalam sejarah keikutsertaannya di Piala Dunia.
Momen Spesial bagi Lopetegui
Selain menjadi catatan bersejarah bagi Qatar, pertandingan ini juga memiliki makna khusus bagi Lopetegui. Pelatih berusia 59 tahun itu akhirnya merasakan debutnya sebagai pelatih di putaran final Piala Dunia, delapan tahun lebih lambat dari yang pernah direncanakannya.
Lopetegui sebenarnya sempat diproyeksikan memimpin timnas Spanyol pada Piala Dunia 2018 di Rusia. Namun, beberapa hari sebelum turnamen dimulai, ia diberhentikan oleh Royal Spanish Football Federation setelah pengumuman kesepakatannya untuk menangani Real Madrid usai Piala Dunia.
Kini, bersama Qatar yang tampil untuk kedua kalinya di putaran final setelah menjadi tuan rumah pada 2022, Lopetegui akhirnya bisa menikmati panggung terbesar sepak bola dunia. Hasil imbang melawan Swiss mungkin bukan kemenangan, tetapi bagi Qatar, satu poin tersebut sudah cukup untuk menorehkan sejarah baru.
(Sumber: PSSI)