Sering Mati Listrik, Apakah Charger Mobil Listrik Aman? Ini Penjelasan Pakar ITB dan Cara Mencegah Kerusakan


pemadaman listrik dan manajemen beban akibat gangguan pada sistem pembangkit listrik membuat orang was- was berpengaruh pada Charging mobil listrik. ( Foto: AI) 

Editor: Dinar Kencana

GEBRAK.ID,JAKARTA – Pertumbuhan kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di Indonesia terus menunjukkan tren positif. Berbagai model baru bermunculan dan semakin banyak masyarakat yang beralih menggunakan mobil listrik untuk kebutuhan sehari-hari.

Namun, di tengah meningkatnya adopsi kendaraan listrik, muncul kekhawatiran terkait keandalan pasokan listrik nasional. Dalam beberapa pekan terakhir, sejumlah wilayah di Pulau Jawa mengalami pemadaman listrik dan manajemen beban akibat gangguan pada sistem pembangkit listrik. PLN menyebut gangguan pada dua unit pembangkit besar menjadi salah satu penyebab berkurangnya kemampuan pasokan listrik sistem Jawa-Bali. 

Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan di kalangan pemilik mobil listrik, terutama yang mengandalkan pengisian daya di rumah (home charging). Apakah sering mati listrik atau tegangan yang tidak stabil dapat merusak charger dan baterai mobil listrik?

Sistem Proteksi Mobil Listrik Sudah Dirancang Berlapis

Peneliti Senior Pusat Sistem Transportasi Berkelanjutan Institut Teknologi Bandung (ITB), Agus Purwadi, menjelaskan bahwa proses pengisian daya mobil listrik modern telah dilengkapi sistem keamanan berlapis yang terintegrasi dengan Battery Management System (BMS).

Menurut Agus, saat pengisian menggunakan arus bolak-balik (AC), charger yang digunakan terhubung langsung dengan sistem manajemen baterai kendaraan. BMS akan mengatur proses pengisian dan memastikan arus serta tegangan yang masuk tetap berada dalam batas aman. 

Dengan sistem tersebut, ketika terjadi gangguan pasokan listrik atau pemadaman mendadak, proses pengisian umumnya akan berhenti secara otomatis untuk melindungi komponen kelistrikan kendaraan.

Tegangan Tidak Stabil Lebih Berisiko Dibanding Pemadaman

Meski demikian, Agus mengingatkan bahwa masalah utama bukan sekadar listrik padam, melainkan fluktuasi tegangan yang terjadi sebelum atau sesudah pemadaman.

Lonjakan tegangan (voltage surge) maupun penurunan tegangan secara ekstrem dapat memberikan tekanan pada perangkat elektronik, termasuk charger kendaraan listrik. Jika nilai tegangan berada di luar ambang toleransi yang telah ditentukan pabrikan, sistem proteksi kendaraan biasanya akan memutus arus secara otomatis untuk mencegah kerusakan komponen. 

“Kalau tegangannya tidak stabil dan terlalu jauh dari batas normal, tentu dapat berdampak terhadap sistem pengisian,” kata Agus.

Meski proteksi tersebut mampu mengurangi risiko kerusakan, kondisi listrik yang sering naik-turun dalam jangka panjang tetap berpotensi mempercepat keausan perangkat elektronik pendukung pengisian daya.

Mati Listrik Saat Mengisi Daya Tidak Langsung Merusak Baterai

Pakar otomotif menilai pemadaman listrik mendadak saat proses pengisian berlangsung umumnya tidak akan merusak baterai kendaraan listrik.

Saat pasokan listrik terputus, charger akan menghentikan proses pengisian secara otomatis. Setelah listrik kembali normal, sebagian kendaraan dapat melanjutkan pengisian secara otomatis, sementara beberapa model lain memerlukan aktivasi ulang sesuai sistem yang diterapkan masing-masing produsen.

Hal ini berbeda dengan kondisi lonjakan tegangan yang berulang. Tegangan yang tidak stabil dapat memicu sistem proteksi bekerja lebih sering sehingga berpotensi memengaruhi usia pakai komponen elektronik tertentu.

Home Charging Tetap Jadi Pilihan Terbaik

Agus Purwadi sebelumnya juga menegaskan bahwa pengisian daya di rumah menggunakan arus normal tetap menjadi metode yang paling ideal untuk menjaga kesehatan baterai kendaraan listrik.

Menurutnya, penggunaan fast charging secara berlebihan dapat meningkatkan suhu baterai dan mempercepat penurunan performa dalam jangka panjang. Karena itu, pengisian daya reguler di rumah lebih dianjurkan untuk penggunaan harian. 

Dengan kata lain, meskipun terjadi gangguan listrik sesekali, home charging masih menjadi opsi paling aman dan ekonomis bagi mayoritas pengguna mobil listrik.

Tips Aman Mengisi Daya Mobil Listrik Saat Listrik Tidak Stabil

Untuk meminimalkan risiko akibat gangguan pasokan listrik, pemilik mobil listrik dapat melakukan beberapa langkah pencegahan:

Memastikan instalasi listrik rumah sesuai standar dan memiliki grounding yang baik.

Menggunakan perangkat proteksi tambahan seperti surge protector atau stabilizer yang direkomendasikan teknisi listrik.

Memanfaatkan wall charger resmi yang telah memenuhi standar keselamatan pabrikan.

Menghindari penggunaan kabel ekstensi yang tidak sesuai spesifikasi.

Memeriksa kondisi instalasi listrik secara berkala, terutama jika wilayah tempat tinggal sering mengalami pemadaman atau tegangan tidak stabil.

Infrastruktur Listrik Jadi Tantangan Era Elektrifikasi

Pertumbuhan populasi kendaraan listrik di Indonesia menuntut tersedianya pasokan listrik yang andal dan berkualitas. Selain memperbanyak infrastruktur pengisian daya, stabilitas sistem kelistrikan menjadi faktor penting untuk mendukung transisi menuju transportasi rendah emisi.

Meski mobil listrik modern telah dibekali teknologi proteksi canggih, para ahli menilai keandalan jaringan listrik tetap menjadi fondasi utama agar ekosistem kendaraan listrik dapat berkembang secara optimal di masa depan. 

(berbagai sumber)