Heboh SPMB Jabar 2026! Nilai TKA Diduga tak Masuk Skor Akhir, Orang Tua Ramai-Ramai Protes


Keluhan soal skor SPMB Jabar 2026 ramai di medsos. Orang tua kebingungan lapor ke mana. (Foto: tangkapan layar) 
Editor: Devona R

GEBRAK. ID; BANDUNG -- Gelombang keluhan dan kepanikan tengah melanda para orang tua siswa di Jawa Barat (Jabar). Di tengah berlangsungnya Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Jabar 2026, khususnya melalui jalur prestasi, ribuan orang tua mendapati skor akhir anak mereka jauh di bawah ekspektasi. 

Penyebab utamanya ramai diperbincangkan di media sosial: Nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) seolah "tidak masuk" atau tidak dihitung dalam sistem.

Skor Cuma 0,5%? Orang Tua Heboh di Instagram dan Thread

Berdasarkan pantauan di unggahan akun @kudinar_udunikudar serta laman Tikomdik, protes paling keras berasal dari ketidaksesuaian perhitungan. Banyak yang mengira nilai TKA akan menambah bobot nilai rapor, namun faktanya skor akhir justru hanya didominasi oleh nilai rapor atau bahkan hanya 0,5% dari total keseluruhan.

Orang tua dengan akun @mama_ndaru_baby_shop mengeluhkan kerasnya sistem ini. "Katanya sistem ga mungkin salah, tapi nyata nya ga sesuai," tulisnya pada kolom komentar, Senin (1/6/2026).

Keluhan serupa datang dari @ptrfdn_01. Ia mengaku nilai TKA anaknya sudah terkonfirmasi masuk dalam sistem, namun saat skor akhir dihitung, angka yang muncul seolah hanya menggandakan nilai rapor tanpa melibatkan nilai TKA. "Aku juga dihitung cuma nilai raport, tapi anehnya katanya nilai TKA nya udh masuk," tulisnya.

Kontradiksi Kebijakan TKA Vs Realita di Lapangan

Kerancuan ini bermula dari kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Menteri Abdul Mu’ti yang sebelumnya menyatakan bahwa TKA untuk jenjang SD dan SMP akan menjadi salah satu aspek penilaian di jalur prestasi SPMB 2026, tanpa meniadakan rapor. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bahkan sudah mengatur bahwa TKA bisa menjadi tambahan indikator pembobotan.

Pada petunjuk teknis (juknis) SPMB Jabar 2026, jalur prestasi akademik jenjang SMA mensyaratkan penggunaan gabungan nilai rapor (semester 1 hingga 5) dan hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang dikeluarkan oleh Kemendikdasmen. Tes tambahan oleh sekolah tidak diberlakukan 

Namun, implementasi di lapangan untuk SPMB Jabar 2026 seolah kontradiktif. Warganet ramai-ramai menyoroti bahwa bobot TKA sangat kecil atau bahkan tidak signifikan dalam skor akhir. Keluhan akun @yuni.dwi.pri dan ekariciditta menyebut bahwa nilai TKA anak mereka "belum masuk" sama sekali, atau baru terhitung 50% (setengah) dari nilai rapor.

Hingga berita ini diturunkan, Helpdesk SPMB Jabar dan akun @disdikjabar disebut-sebut oleh netizen lamban atau bahkan tidak merespons. "Belum lagi ketika mengadukan hal tersebut ke helpdesk yang ada di website SPMB nyaris tidak mendapatkan jawaban apapun," demikian bunyi penggalan curhatan seorang wali murid yang viral di Thread.

"Sistem Generate" Diduga Pangkas Nilai

Kekacauan ini bukan hanya soal bobot TKA. Di beberapa sekolah unggulan seperti Sekolah Maung, situasi semakin genting. Sejumlah orang tua melaporkan nilai anak mereka tiba-tiba turun drastis hingga 21 poin hanya dalam semalam karena proses "generate" ulang data, tanpa adanya perubahan jawaban ujian.

Hal ini memicu kekhawatiran akan adanya kesalahan sistem pada server pendaftaran maung.spmb.jabarprov.go.id. dan spmb.jabarprov.go.id. Apalagi server sempat down atau mengalami gangguan dua kali dalam sepekan.

Para orang tua di SMAN di kota Depok misalnya, melaporkan bahwa perubahan terjadi secara otomatis di hari penentuan, menggeser peringkat anak mereka dari zona aman menjadi tidak lolos .

Nasib Helpdesk yang tak Kunjung Merespons

Keadaan ini memperparah frustrasi orang tua yang sudah berusaha menempuh jalur resmi. Pihak sekolah tujuan juga disebut-sebut tidak mampu memberikan solusi karena mengaku perubahan skor berasal dari pusat (provinsi).

Mirip dengan polemik tahun-tahun sebelumnya, evaluasi SPMB dinilai tidak pernah transparan. Ketua Forum Orangtua Siswa (Fortusis), Dwi Subawanto, sebelumnya sudah mengingatkan bahwa ketidakjelasan regulasi dan kurangnya transparansi evaluasi kerap menjadi biang kerok masalah SPMB setiap tahunnya .

Apa yang Bisa Dilakukan Orang Tua?

Menghadapi situasi ini, para orang tua disarankan untuk segera melakukan verifikasi berkas secara mandiri dan membandingkan dengan perhitungan manual. Jangan hanya menyerah pada sistem.

1. Laporkan ke Posko Resmi 

Jika mengalami kendala teknis atau nilai TKA tidak muncul, segera datangi Posko SPMB terdekat atau hubungi hotline Dinas Pendidikan. (Meskipun untuk Jabar saat ini padat, tetap usahakan ada bukti laporan tertulis).

2. Simpan Bukti Layar (Screenshot) 

Simpan bukti skor awal sebelum dan sesudah ada perubahan, serta bukti bahwa nilai TKA sudah terinput di dashboard.

3. Tekan Sekolah Tujuan 

Minta pihak sekolah untuk mengkonfirmasi apakah bobot TKA memang diterapkan atau tidak dalam sistem pengolahan nilai akhir.

SPMB Jabar 2026 saat ini masih menyisakan misteri besar: Apakah Nilai TKA benar-benar digunakan atau hanya pajangan? 

Dengan banyaknya orang tua yang mengeluhkan skor hanya setengah atau bahkan 0,5 persen, tampaknya sistem sedang mengalami error fatal pada logika pemrograman. Warga Jabar berharap Disdik segera buka suara sebelum masa pendaftaran berakhir.

(berbagai sumber)