BPDP Buka 5.000 Beasiswa Sawit 2026, Mahasiswa Dapat Kuliah Gratis dan Uang Saku

Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) menyediakan sekitar 5.000 kuota Beasiswa Sawit 2026 yang tidak hanya menanggung biaya pendidikan, tetapi juga memberikan bantuan biaya hidup selama masa studi. (Foto ilustrasi: Gebrak.id/AI)
Editor: Devona R

GEBRAK.ID; JAKARTA – Peluang emas bagi lulusan SMA, SMK, dan calon mahasiswa yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi kembali dibuka. Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) menyediakan sekitar 5.000 kuota Beasiswa Sawit 2026 yang tidak hanya menanggung biaya pendidikan, tetapi juga memberikan bantuan biaya hidup selama masa studi.

Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor perkebunan kelapa sawit, salah satu industri strategis yang menopang perekonomian nasional.

Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah, mengatakan pengembangan SDM menjadi salah satu fokus utama lembaganya selain mendukung riset dan hilirisasi produk sawit.

"Program ini merupakan bagian dari upaya kami membangun SDM sawit yang unggul. Mahasiswa penerima beasiswa tidak hanya mendapatkan biaya kuliah, tetapi juga uang saku selama masa pendidikan," ujar Helmi dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (5/6/2026).

Tidak Hanya Kuliah Gratis

Menurut Helmi, program beasiswa sawit dirancang untuk mencetak generasi muda yang memiliki kompetensi dan pemahaman kuat mengenai industri sawit nasional, mulai dari aspek budidaya, pengolahan, teknologi, hingga pengembangan produk turunannya.

Industri sawit saat ini tidak lagi hanya identik dengan minyak goreng atau bahan baku makanan. Berbagai hasil penelitian menunjukkan bahwa komoditas ini dapat diolah menjadi beragam produk bernilai tinggi untuk kebutuhan industri maupun usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

BPDP bahkan telah mendukung berbagai riset yang menghasilkan inovasi berbasis sawit, mulai dari material industri hingga produk konsumsi sehari-hari.

"Kami memiliki banyak hasil penelitian berbasis sawit, mulai dari bahan untuk rompi antipeluru, helm, hingga berbagai produk konsumen," kata Helmi saat menghadiri Workshop Gen-Z Preneur UMKM Sawit bertema Rintisan Wirausaha Perkebunan dan Oleofood di Karawang, Jawa Barat, Jumat (5/6/2026).

Dorong Lahirnya Wirausaha Muda Sawit

Selain melalui jalur pendidikan, BPDP juga terus mendorong munculnya generasi wirausaha muda berbasis produk turunan sawit.

Helmi mencontohkan keberhasilan seorang mahasiswa asal Sumatera Barat yang berhasil mengembangkan produk berbahan lidi sawit hingga menembus pasar ekspor Asia Selatan. Kisah tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk melihat sawit sebagai sektor yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

Di laman resmi BPDP sendiri, terdapat sekitar 100 UMKM yang mengembangkan produk turunan sawit dan telah berhasil memasuki pasar komersial.

"Kami berharap peserta workshop ini dapat terinspirasi dan dalam beberapa tahun ke depan muncul wirausaha muda baru yang mampu mengembangkan produk sawit hingga menembus pasar ekspor," ujar Helmi.

Generasi Z Diajak Melihat Potensi Industri Sawit

Sementara itu, Ketua Pelaksana Workshop Gen-Z Preneur UMKM Sawit, Qayuum Amri, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan memberikan perspektif yang lebih utuh kepada generasi muda mengenai industri sawit.

Menurutnya, selama ini banyak anak muda hanya menerima informasi negatif mengenai sawit dari media sosial tanpa memahami kontribusi sektor tersebut terhadap ekonomi nasional dan penciptaan lapangan kerja.

"Padahal sawit memiliki banyak manfaat dan potensi ekonomi yang dapat dikembangkan oleh pelaku UMKM maupun wirausaha muda," kata Qayuum.

Karawang dipilih sebagai lokasi kegiatan karena memiliki ekosistem industri yang kuat dengan lebih dari seribu perusahaan nasional dan internasional yang beroperasi di wilayah tersebut.

Potensi Besar untuk UMKM

Pemerintah Kabupaten Karawang juga menyambut baik program tersebut. Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Karawang, Dindin Rachmadhy, menyebut workshop ini sejalan dengan upaya daerah mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kewirausahaan.

Saat ini Karawang memiliki lebih dari 311 ribu UMKM yang tersebar di 30 kecamatan. Menariknya, meski bukan daerah penghasil sawit, sekitar 70 persen pelaku usaha kuliner di Karawang menggunakan produk berbasis sawit dalam aktivitas usahanya.

Menurut Dindin, peluang pengembangan produk turunan sawit masih sangat terbuka, mulai dari sektor kuliner, kriya, hingga industri fesyen. Bahkan bahan turunan sawit seperti parafin berpotensi dimanfaatkan dalam produksi batik khas Karawang.

Melalui program beasiswa dan pengembangan kewirausahaan ini, BPDP berharap semakin banyak generasi muda yang tertarik menekuni sektor sawit modern, baik sebagai profesional maupun pelaku usaha yang mampu menciptakan nilai tambah dan lapangan kerja baru.

(Sumber: BPDP)