![]() |
| Stasiun Gambir. ( Foto: Wikimedia Commons) |
Editor: Damar Pratama
GEBRAK.ID,JAKARTA – Pemerintah resmi mengumumkan transformasi besar-besaran Stasiun Gambir menjadi simpul transportasi terintegrasi. Stasiun ikonik di jantung Jakarta ini tidak hanya akan melayani kereta api jarak jauh, tetapi juga akan kembali beroperasi sebagai pemberhentian Kereta Rel Listrik (KRL) setelah lebih dari satu dekade .
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan bahwa proyek ini merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto untuk mempercantik stasiun sekaligus memperkuat konektivitas antarmoda.
"Nanti (Stasiun) Gambir yang selama ini melayani kereta jarak jauh, akan dikombinasikan dengan layanan KRL," ujar Menhub dalam keterangan persnya di Jakarta, Jumat (26/6/2026).
Wajah Baru dan Fungsi Ganda
Melalui proyek beautifikasi yang dipimpin PT Kereta Api Indonesia (KAI), Stasiun Gambir akan hadir dengan tampilan modern sebagai etalase atau wajah baru perkeretaapian nasional.
Direktur Jenderal Perkeretaapian Allan Tandiono mengungkapkan bahwa saat ini PT KAI tengah memfinalisasi desain. Proyek ini ditargetkan rampung dalam waktu dua tahun, dengan layanan KRL ditargetkan mulai beroperasi pada tahun 2028.
Keberadaan KRL di Gambir bertujuan memudahkan penumpang kereta jarak jauh yang ingin melanjutkan perjalanan komuter tanpa harus pindah ke stasiun lain seperti Manggarai atau Gondangdia.
"Gambir itu untuk memberikan bagaimana kita melayani masyarakat dengan konektivitas. Jadi KRL berhenti, kemudian juga bisa dilayani oleh kereta jarak jauh," jelas Menhub.
Penambahan Jalur Rel dan Integrasi
Untuk mengakomodasi kedua layanan, pemerintah akan menambah jalur rel di Stasiun Gambir. Meskipun demikian, jumlah perjalanan KRL yang akan dilayani masih dalam tahap kajian.
Menhub menegaskan bahwa pengoperasian KRL di Gambir tidak akan mengurangi peran Stasiun Manggarai sebagai hub utama. Stasiun Gambir akan berfungsi sebagai stasiun nasional yang terintegrasi dengan berbagai moda transportasi, termasuk LRT dan Kereta Cepat Whoosh di Cawang.
"Manggarai tetap. Gambir itu untuk memberikan bagaimana kita melayani masyarakat. Gambir nantinya melayani perjalanan jarak jauh dan jarak dekat," tegasnya.
Menariknya, proyek beautifikasi ini sepenuhnya dibiayai oleh PT KAI tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Hal ini sejalan dengan rencana pemerintah untuk menyerahkan aset stasiun kepada operator.
Dengan transformasi ini, Stasiun Gambir diharapkan tidak hanya menjadi stasiun kereta api, tetapi juga pusat aktivitas perkotaan yang modern dan terintegrasi, sekaligus menjadi kebanggaan baru bagi masyarakat Indonesia .
( berbagai sumber)
