![]() |
| Roadtrip dengan mobil listrik memang lebih murah, tapi ada beberapa hal yang harus diperhatikan bila ingin perjalanan lebih nyaman dan minim drama. (Foto: pixabay) |
GEBRAK.ID,JAKARTA--Mobil listrik semakin menjadi primadona untuk perjalanan antarkota dan road trip saat libur sekolah. Biaya operasional yang lebih hemat menjadi daya tarik utamanya. Namun, berbeda dengan mobil konvensional, pengguna kendaraan listrik (EV) perlu memberikan perhatian ekstra pada manajemen daya baterai agar perjalanan tidak terganggu.
Perencanaan yang matang dan gaya berkendara yang efisien menjadi kunci utama untuk memaksimalkan jarak tempuh dan menghindari kehabisan baterai di tengah jalan. Berikut rangkuman tips dari para ahli untuk road trip yang aman dan nyaman menggunakan mobil listrik.
Rencanakan Rute dan Ketahui Lokasi SPKLU
Hal paling krusial sebelum berangkat adalah merencanakan rute perjalanan dengan saksama. Pengemudi wajib mengetahui lokasi Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di sepanjang jalur yang akan dilalui. Saat ini, fasilitas SPKLU sudah tersedia di puluhan rest area sepanjang Tol Trans Jawa, dengan pilihan mulai dari pengisian normal (AC) hingga pengisian cepat (DC fast charging dan ultra fast charging) yang mampu memangkas waktu pengisian baterai hingga 30-40 menit untuk mencapai 80 persen.
Jangan menunggu hingga baterai hampir habis untuk mencari pengisian daya. Ahli menyarankan untuk mulai mencari SPKLU terdekat ketika kapasitas baterai masih di angka 30 persen. Langkah antisipasi ini penting untuk menghindari antrean panjang atau kondisi darurat di jalan. Sebelum memulai perjalanan, pastikan baterai terisi penuh hingga 90-100 persen untuk memaksimalkan jarak tempuh.
Gaya Berkendara Hemat Energi: Kunci Baterai Awet
Gaya berkendara adalah faktor terbesar yang mempengaruhi konsumsi energi mobil listrik. Kebiasaan melakukan akselerasi mendadak atau "menginjak gas" secara agresif akan membuat baterai bekerja ekstra dan cepat terkuras. Untuk perjalanan jauh, jaga kecepatan tetap stabil dan hindari akselerasi mendadak . Gunakan mode Eco yang dirancang khusus untuk mengoptimalkan efisiensi energi dengan mengatur respons akselerasi menjadi lebih halus.
Manfaatkan fitur Regenerative Braking yang mengubah energi kinetik saat pengereman atau jalan menurun menjadi energi listrik untuk diisi kembali ke baterai. Fitur ini sangat berguna untuk menambah jarak tempuh kendaraan.
Perhatikan Beban, Suhu, dan Kondisi Kendaraan
Bobot kendaraan sangat berpengaruh terhadap konsumsi energi. Hindari membawa muatan berlebihan karena motor listrik harus bekerja lebih keras, yang berakibat pada baterai lebih cepat habis.
Suhu baterai juga perlu dijaga
Saat beristirahat di rest area, usahakan parkir di tempat teduh untuk mencegah baterai kepanasan, yang dapat mempengaruhi performa dan mempercepat penurunan kualitas baterai dalam jangka panjang . Kurangi penggunaan AC pada suhu terendah, karena sistem pendingin kabin menyerap daya yang cukup besar. Atur suhu pada level moderat atau manfaatkan sirkulasi udara alami.
Terakhir, pastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima. Periksa tekanan ban, sistem rem, dan sistem kelistrikan secara menyeluruh sebelum berangkat. Dengan perencanaan rute yang matang, pengisian daya yang tepat, serta gaya berkendara yang efisien, perjalanan jauh menggunakan mobil listrik saat libur sekolah dapat berlangsung lebih aman, nyaman, dan minim kendala.
(berbagai sumber)
